Berita Lowongan Kerja Terbaru

Admin

 

HUMAS,_ Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail menegaskan agar 10 program  Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, yakni penghayatan dan pengalaman Pancasila, gotong rorong, pangan, sandang, perumahan dan tatalaksana rumah tangga, Pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, serta pengembangan kehidupan beroperasi, harus menjadi life style atau gaya hidup.  

“10 program pokok PKK seharusnya menjadi life style atau gaya hidup kita bukan hanya sekedar slogan belaka. Dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga,üjar Gubernur dalam sambutannya, pada pembukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP PKK Maluku, yang berlangsung di lantai tujuh kantor Gubernur, senin (1/7).

Dikatakan, rakerda yang dilaksanakan merupakan moment penting bagi wadah PKK demi menopang program-program pembangunan Pemerintah Daerah Maluku  khususnya dalam rangka pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

“Kita tahu bahwa keluarga merupakan unit sosial terkecil yang sangat penting keberadaannya. Melalui keluarga kita, membangun masa depan Bersama baik masa depan keluarga, masa depan masyarakat maupun bangsa,”ucapnya.   

“Jika keluarga kita harmonis maka dapat dispatikan masyarakat dan bangsa kita turut harmonis pula. Sebaliknya jika keluarga kita kacau dan tidak kuat maka pilar-pilar masyaralkat dan bangsa ini ikut goyah dan mudah roboh,”sambungnya.
 
Lebih lanjut dikatakan, di era digital saat ini, ada tantangan yang besar untuk terus menjaga kebersamaan dan keakraban dalam keluarga. Terkadang karena kesibukan kerja orang tua, anak-anak terabaikan.
Oleh sebab itu, Mantan Dankor Brimob Polri ini meminta kepada PKK Maluku untuk


memperhatikan arah kebijakan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang perlu dilaksanakan, antara lain  dengan eningkatan kualitas anak dengan pemberian akses informasi, pendidikan, penyuluhan dan pelayanan tentang perawatan, pengasuhan dan perkembangan anak, peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan berguna bagi keluarga dan masyarakat dengan pemberian kesempatan untuk berperan dalam keluarga, memberdayakan keluarga rentan dengan memberikan perlindungan dan bantuan untuk mengembangkan diri agar setara dengan keluarga lainnya, peningkatan askes dan peluang terhadap penerimaan informasi dan sumber daya ekonomi melalui usaha mikro keluarga.


Diakhir sambutannya, dirinya berharap melalui Rakerda TP PKK Provinsi Maluku, dapat merumuskan program-program kerja yang relevan dan sinergi dengan program-program pemerintah daerah Provinsi Maluku. Sehingga semuanya bermuara pada pencapaian visi misi pemerintah daerah Maluku, yakni “Maluku Yang Terkelola Secara Jujur, Bersih Dan Melayani, Terjamin Dalam Kesejahteraan, Dan Berdaulat Atas Gugusan Kepulauan”.


Usai Membuka Rakerda, Gubernur didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, Wakil Ketua TP-PKK, Beatrix Orno dan Sekretaris TP-PKK Provinsi, Diana Padang menyerahkan piala dan bonus bagi juara pelaksana 10 Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Provinsi Maluku yang di raih oleh Kabupaten Desa Tutukei, Kecamatan Leti, Kabupaten Maluku Barat Daya, juara II diraih oleh Desa Selayar, Kecamatan Manyeuw Kabupaten Maluku Tenggara dan juara III diraih oleh Desa Waelou, Kecamatab Waelata. Kabupaten Buru.  


Untuk mata lomba Festival Pangan Lokal (B2SA) Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2019 terdiri dari 2 kategori LUNCH BOX B2SA, dimana juara I diraih oleh Kota Ambon, juara II diraih oleh Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan juara III diraih Kabupaten Maluku Tenggara. Untuk kategori Pangan Lokal Komersial, juara I diraih oleh Kota Ambon, juara II diraih Kabupaten Maluku Tenggara dan juara III diraih Kabupaten Seram Bagian Barat.   (**)

Inaugurasi Delegasi Maluku untuk Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2019 oleh Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) telah dilaksanakan pada Jumat, 21 Juni 2019 di Gedung Aula Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku yang diwakili Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku Drs. J. A. Adriaansz, M.Si melalui sambutannya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan nyanyian lagu-lagu meadley nusantara yang diikuti dengan pertunjukan budaya tarian khas Indonesia oleh para Delegasi PPAN dan alumni PPAN . adapun  tarian yang dipertunjukan anatara lain Tari panah dan Tari Saman. Tari Panah sendiri menunjukan ketegaran dan keuletan serta keperkasaan laki-laki di Kepulauan Kei yang tetap mengacu pada satu hukum adat yaitu Hukum Adat Larvul Ngabal selain itu sebagai tarian perang dan penyambutan tarian panah bagian dari wujud laki-laki Kei dalam menjaga anak saudara perempuan dan batas wilayah/tanah.

Kemudian Para delegasi dan alumni PPAN Maluku juga menunjukan kemampuan mereka menampilkan tari khas Indonesia lainnya yakni tari saman. Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan Bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.

Selain Penampilan dari Delegasi dan Alumni PPAN  kegiatan diisi juga dengan Teatrikal Puisi oleh Gabungan Remaja Masjid Agung An-nur Batumerah & Remaja Jemaat GPM Silo, dan Pembacaan Puisi oleh Roymon Lemosol, Sastrawan Maluku. diikuti Pemberian sertifikat Peserta Pre – Project Activity oleh Ketua PCMI Maluku.

Pemberian sertifikat Peserta Pre – Project Activity oleh Ketua PCMI Maluku. Simbolis kepada peserta  Pre-PA, remaja masjid dan remaja Silo secara simbolis. Kepada Carlesia Kezia Louhenapessy  ( Remaja Gereja) dan Ahmad Taufik Rabul (Remaja Masjid).Para Peserta Runner up PPAN 2019 Theophillia Vristya Leatemia (Runner up IKYEP 2019) dan William Mardo Lesimanuaya (RUNNER UP AIYEP2019) juga diserahkan sertifikat oleh Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Maluku, Jen Tomagola

 

Selanjutnya Sekretaris Dispora Provinsi Maluku  Andre Adriaansz, melantik Lifia Saputri Abdul Gani Delegasi Maluku untuk Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea Selatan dan Reiwind Heince Tutuiha Delegasi Maluku untuk Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (IKYEP 2019) dan keduanya mencium bendera merah putih yang kemudian keduanya dikukuhkan dan dilepas secara resmi sebagai delegasi Maluku PPAN 2019. acara ditutup dengan sesi jabat tangan dan foto bersama para pejabat Dispora Provinsi Maluku, keluarga dan tamu undangan lainnya.

(sumber: http://dispora-maluku.com/2019/06/27/inaugurasi-pertukaran-pemuda-antar-negara-2019-delegasi-maluku/)

Thursday, 27 June 2019 06:18

Halal Bi Halal Dispora Maluku 2019

 

Keluarga besar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku melaksanakan kegiatan Halal bi halal yang bertepatan dengan hari ke-7 Lebaran Idul Fitri 1440 H pada Rabu 12, Juni 2019.
Pembuka sambutan acara Halal Bi Halal adalah Kepala Dispora Provinsi Maluku yang menyampaikan tema dengan Halal Bi Halal kita perkokoh rasa persaudaraan dan tali silaturahim.

Kegiatan Halal Bi Halal ini mengundang Pimpinan Kwarda Gerakan Pramuka Maluku, KNPI Maluku, Purna Paskibraka Indonesia(PPI)Maluku, Purna Caraka Muda Indonesia(PCMI) Maluku, Kapal Pemuda Nusantara(KPN) Maluku, Purna Prakarya Muda Indonesia(PPMI) Maluku, seluruh pegawai lingkup Dispora Maluku, para ibu Dharma Wanita Provinsi Dispora Maluku, serta atlet-atlet binaan PPLP/PPLPD Dispora Maluku. Adapun bertindak sebagai penceramah untuk hikmah Halal Bi Halal adalah Ustadz H. Ma’aruf .


Dalam Hikmah Halal Bi Halal Ustadz H.Ma’aruf mengingatkan pentingnya hidup saling sambung menyambung tali silaturahim antar sesama manusia tanpa saling membedakan. Hal ini seperti ditegaskan dalam Al-Qur’an dimana manusia sesungguhnya diciptakan oleh Allah, beragam berbeda-beda suku, bahasa, budaya agar saling mengenal antar satu dan yang lain. Begitu pula dalam lingkungan kerja maka sudah seharusnya antar pegawai staff maupun pimpinan agar tidak memutus tali silaturahim. Ceramah ini selanjutnya diakhiri doa bersama serta sesi jabat tangan/ salaman bersama antar para Pejabat dan Staff Dispora Provinsi Maluku diikuti seluruh para tamu undangan.

(sumber: http://dispora-maluku.com/2019/06/20/halal-bi-halal-dispora-maluku-2019/ )

Kegiatan Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba dimulai Rabu, 19 Juni 2019 oleh Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda pada Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI. Dalam sambutannya Arifin Madjid Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda pada Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI mengungkapkan kegiatan ini merupakan desain bersama dengan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, BAPPENAS dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba di Hotel Golden Palace Kota Ambon. Rangkaian pelatihan diawali dengan test urine kepada seluruh peserta oleh BNN Maluku, sebelum dilakukan pembukaan acara secara resmi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Maluku, Samuel E. Huwae mengakui bahwa penyalahgunaan narkoba di Maluku cukup memprihatinkan. Peredaran barang haram yang merusak generasi muda masuk lewat pulau-pulau terluar, terpencil dan terdepan. Ka.Dispora Provinsi Maluku berharap Pelatihan ini bisa mencetak pemuda-pemuda Ambon yang tangguh dan cerdas dan angka pemuda penyalahgunaan narkoba di Maluku menurun.

Kegiatan ini diikuti 200 pemuda yang berasal dari lima Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku. Yaitu Kabupaten Buru Selatan, Buru, Kota Ambon, Seram Bagian Barat, dan Maluku Tengah.
Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari sampai tanggal 21 Juni 2019. Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba diisi dengan berbagai pembekalan materi sebelum mereka dikukuhkan jadi Kader Inti Pemuda Anti Narkoba.

Maluku sebenarnya cukup mendesak digelar Pelatihan ini karena termasuk 10 besar provinsi yang rawan penyalahgunaan narkoba oleh karena itu Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora RI Arifin Madjid berharap dapat mencetak kader-kader muda Maluku untuk dapat menjadi Agen Perubahan dalam pencegahan peredaran dan penggunaan Narkoba. (**)

(sumber : http://dispora-maluku.com/2019/06/27/pelatihan-kader-pemuda-anti-narkoba-di-maluku)

 



HUMAS,- Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno mengajak semua pihak terutama para guru untuk bekerjasama dan terus berjuang menghadirkan pendidikan berkualitas di Maluku.
Hal tersebut disampaikan Orno ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala SMA/SMK Se-Provinsi Maluku Tahun 2019 di Baileo Siwalima, Selasa (25/6).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Saleh Thio, Pejabat Eselon III dan IV Lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Se-Provinsi Maluku, Kepala SMA dan SMK Se-Provinsi Maluku.
 
Menurutnya, tantangan pendidikan yang semakin kompleks saat ini, sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga membutuhkan keseriusan, keuletan, semangat dan motivasi yang kuat dari seluruh stakeholder pendidikan di Maluku bagi kemajuan pendidikan di daerah ini.

Ia lantas, mengutip kata-kata motivasi dari tokoh dunia, Nelson Mandela. Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan, sebab pendidikan selalu akan digunakan dalam  menjalani kehidupan.  Bahkan diibaratkan, pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia.

“Memaknai semangat tersebut, saya dengan bapak gubernur dalam visi dan misi kami, menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai fokus utama dalam membangun Maluku kedepan. Dan Misi yang Kedua kami adalah “Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Murah dan Terjangkau,” kata Orno.

Untuk itu, papar Orno, tidak dipungkiri, bahwa dalam memajukan dunia pendidikan di daerah Maluku yang memiliki karakteristik kepulauan, tidak terlepas dari tantangan-tantangan. Tantangan tersebut diantaranya, masih banyak kekurangan PNS Guru disemua jenjang pendidikan, banyak sekolah di desa-desa terpencil memiliki guru PNS yang terbatas serta masih banyak sekolah di Maluku yang belum memiliki perpustakaan sekolah, laboratorium, ruang praktek siswa, peralatan praktek, media pembelajaran serta buku-buku penunjang di perpustakaan sekolah.

“Rakor yang dilaksanakan ini, hendaknya dimaknai juga sebagai wadah berbagi sukses story di antara para kepala sekolah di daerah ini dan menjadi sukses bersama, sehingga harapan sebagaimana motto SMA dan SMK “Maju Bersama, Hebat Semua, dan SMK Bisa, SMK Hebat”, dapat terwujud,” harap Orno.

Selain itu, Orno berharap, Kepala Sekolah, harus benar-benar memahami tugas pokoknya, sebagaimana diatur dalam Permendikbud nomor 15 tahun 2018 yaitu sebagai manajer, entrepreneurship dan supervisor.  

“Tugas ini harus dijiwai dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan pendidikan di masing-masing sekolah,” tandas Orno  (**)



HUMAS,- Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail berharap kedepan, warga dunia bisa lebih mengenal dan menikmati berbagai suguhan seni budaya yang ada di daerah bertajuk seribu pulau ini.  Hal tersebut dikarenakan, daerah yang bertajuk seribu pulau ini memiliki keanekaragaman seni dan budaya yang unik dan beragam.
 
Diperlukan pemikiran dan pengkajian berbagai pola pelaksanaan kegiatan seni budaya yang lebih inovatif, yang tentunya diselaraskan dengan perkembangan teknologi, komunikasi digital (internet), sehingga dimasa mendatang semua warga dunia bisa mengenal dan menikmati sajian seni budaya Maluku yang kaya ini,’’ demikian harapan tersebut disampaikan gubernur saat membuka secara resmi kegiatan Pentas Budaya Maluku Tahun 2019, di Taman Budaya, Karang Pannjang, Senin malam (24/6).

Untuk itu, dirinya menyampaikan apresiasi kepada Taman Budaya Maluku yang secara konsisten dan kontinyu menggagas dan menyelenggarakan kegiatan dimaksud.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan terima kasih, karena kegiatan ini sebagai bagian dari upaya kita semua untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Maluku,” ujar gubernur.

Menurutnya, masyarakat Maluku patut berbagga, karena selain merupakah sebuah Provinsi Kepulauan yang besar di Indonesia, daerah ini, kaya dengan aneka seni, dan budaya yang sangat unik dan beragam.

“Hal ini merupakan konsekwensi dari posisi Maluku sebagai wilayah perjumpaan berbagai identitas suku, ras dan agama sejak dahulu kala, sehingga seni budaya Maluku yang kita warisi saat ini, merupakan simbol dari pluralitas budaya yang telah menciptakan karakter masyarakat Maluku dari masa ke masa.” kata gubernur.

Dirinya berharap, kegiatan Pentas Seni Budaya ini, harus mampu mendorong transformasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, untuk kehidupan yang semakin baik di Maluku. Terutama bagi generasi muda dan kaum milenial, agar semakin mencintai seni budaya lokalnya, dan tidak mudah terpengaruh kedalam budaya asing, yang terkadang kontradiksi dengan nilai-nilai dan kultur masyarakat Maluku.

Dengan begitu, lanjut gubernur, akan terbentuk generasi muda Maluku yang berkarakter, dan memiliki kepribadian yang terpuji.

Berkaitan dengan upaya tersebut, kata gubernur, Pemprov Maluku,  tentu berkomitmen untuk terus memberi perhatian, bagi berbagai program pengembangan seni budaya Maluku.

“Untuk itu, saya mengajak semua pihak, Para Budayawan, Seniman, dan Para Ahli Pengkaji Seni Budaya di Perguruan Tinggi di Maluku untuk saling bekerjasama, mengembangkan seni budaya Maluku kearah yang semakin produktif dan fungsional,’’tandas gubernur.

Turut hadir dalam acara tersebut, Forkopimda, para Pimpinan OPD Lingkup Pemprov Maluku, Pemerhati Budaya Maluku, Kepala Taman Budaya Maluku, Kepsek SMP/SMA se-Kota Ambon (**)

Monday, 17 June 2019 23:55

2021 KKT Tuan Rumah MTQ ke-29



HUMAS,- Pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi ke-28 di Kabupaten Buru,  telah menetapkan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) sebagai Shahibul Bait (tuan dan nyonya rumah) pelaksanaan MTQ ke-29 Tahun 2021 mendatang.

Sebelumnya di dalam pembahasan terdapat 3 kabupaten yang digadang akan menjadi tuan rumah MTQ ke-29 yakni, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Barat Daya dan KKT. Namun dalam musyawarah untuk mencapai kesepakatan, KKT akhirnya terpilih untuk melaksanakan sebuah festifal pemuliaan kitab suci Al’Quran.

Peserta Rakerda dihadiri seluruh Pengurus LPTQ Provinsi Maluku, Ketua dan Sekretaris LPTQ Kabupaten/Kota an Kepala Bagian (Kabag) Agama Setda Kabupaten/Kota.

Gubernur Maluku dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekda Maluku, Hamin bin Thahir mengatakan, pelaksanaan Rakerda LPTQ bertujuan sebagai forum untuk mengevaluasi pelaksanaan MTQ yang sedang berjalan, merumuskan program-program strategis dan forum penetapan kebijakan strategis, salah satunya adalah penetapan tuan rumah pelaksanaan MTQ berikutnya.

Dikatakan, Rakerda LPTQ merupakan momentum yang baik untuk mengevaluasi ulang secara keseluruhan posisi organisasi, dengan memperhatikan keberhasilan dan kekurangan dalam pelaksanaan program kerja yang dilaksanakan selama ini.

“Saya berharap LPTQ dapat melakukan penataan organisasi dan merumuskan langkah-langkah strategis serta program kerja yang bisa dilaksanakan dalam rangka memperkuat dinamika organisasi LPTQ di masa mendatang,” harap gubernur.

Dalam perkembangan ke depan, sebut gubernur, fungsi dan peranan aktual yang diharapkan dari keberadaan LPTQ tidak hanya sekedar memperkuat dan melestarikan apa yang telah ada. Tetapi LPTQ harus mampu melahirkan gagasan-gagasan dan langkah-langkah baru yang signifikan untuk membina dan memajukan berbagai aspek yang terkait dengan per-MTQ-an, seperti sistem dan metode penilaian, kaderisasi hakim, dan sebagainya.

Di samping itu, dalam tataran kemasyarakatan, LPTQ memiliki fungsi dan peran yang penting untuk turut menumbuhkembangkan pendidikan Al-Quran di tengah masyarakat.

“Kerjasama dengan para tuang guru di negeri (kampung), TPA, pesantren, madrasah dan perguruan tinggi harus kita tingkatkan,”ujarnya.

Selain itu, perlu dilakukan riset tentang permasalahan pendidikan Al-Qur’an di Maluku serta perlunya dirumuskan langkah-langkah strategis yang lebih progresif dan transformatif.

“Pada konteks ini, saya meminta kepada para bupati dan walikota se-Maluku serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, untuk mari sama-sama kita beri perhatian terhadap pembangunan sektor keagamaan dalam rangka mewujudkan visi Pemerintah Provinsi Maluku,’’ tandas gubernur.

Sementara itu, Ketua LPTQ Provinsi Maluku, Ismail Usemahu menyampaikan, dalam Rakerda kali ini, LPTQ akan berupaya untuk mendesign suatu model pembinaan LPTQ dan MTQ, baik yang menyangkut dengan managemen pembinaan LPTQ maupun pola pembinaan Qori dan Qoriah MTQ.

Untuk itu, kata Usemahu, LPTQ telah mengundang Narasumber seperti Rektor IAIN Ambon, Hasbollah Toisuta, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku, Fesal Musaad dan PLT Kepala Bappeda Provinsi Maluku,
"Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami mengundang Rektor IAIN Ambon sebagai salah satu pemateri yang diharapkan mampu memberikan masukan, saran, pendapat terkait dengan design pola managemen LPTQ. Sedangkan untuk pembinaan MTQ, kami harapkan Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku dapat memberikan saran dan masukan terutama yang menyangkut dengan peran dan fungsi TPQ, TPA, Taman Pengajian yang merupakan embrio bagi pembinaan peserta MTQ. Begitu juga LPTQ menghadirkan Kepala Bappeda terkait dengan masalah sistim penganggaran LPTQ,”jelas Usemahu.

Lanjut Usemahu, pelaksanaan Rakerda LPTQ ini, didasarkan pada tuntutan dan kebutuhan organisasi, juga merupakan komitmen pengurus untuk begaimana mengembangkan kemampuan baca, tulis, menghafal dan memaknai isi kandungan Al’Quran dalam rangka meningkatkan prestasi Qori dan Qoriah MTQ di Provinsi Maluku.

“Semangat inilah yang mendorong LPTQ Provinsi Maluku sebagai mitra pemerintah untuk selalu berjalan seiring dengan dinamika yang dihadapi saat ini, sehingga ada sinergitas yang berdampak pada upaya pembangunan di bidang keagamaan khusus pembinaan dan pengembangan MTQ,” tandas Usemahu (**)



HUMAS,- Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVIII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2019 resmi dibuka di alun-alun Bupolo, Kota Namlea, Kabupaten Buru, Jumat (14/6) malam.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku, Irjen. Pol (Purn) Murad Ismail.
 
MTQ akan berlangsung hingga 21 Juni mendatang dan diikuti sebanyak 885 peserta dari 11 kabuoatrn/kota.

Pembukaan MTQ diawali dengan defile kontingen peserta dari tiap-tiap kabupaten dan kota yang ada di Maluku yang dilanjutkan dengan pemukulan beduq okeh gubernur Maluku dan turut mendampingi Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku, Fesal Musaad, Bupati Buru, Ramli Umasugi, Ketua LPTQ Maluku, Ismail Usemahu, Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo.

Dalam sambutannya, gubernur mengatakan, pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti MTQ atau Seleksi Tilawatul Qur’an (STQ) mempunyai posisi yang sangat vital dan strategis dalam rangka pembangunan mental spiritual atau akhlak bangsa.  

Hal ini dikarenakan, agama dengan kitab sucinya merupakan sumber pengetahuan dan nilai yang mengajarkan tentang mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang sejati dan mana yang palsu serta mana yang pantas dan mana yang tak pantas.

Untuk itu, dirinya mengajak, melalui kegiatan MTQ agar dijadikan sebagai ajang untuk berefleksi, ber-dzikir, dan bertafakkur untuk pembangunan akhlak dan peradaban bangsa ini.

“Kita jangan hanya terjebak pada serimonial kegiatan saja, tetapi sejatinya kita harus berlomba atau ber-musabaqah untuk punya kualitas yang terbaik. Bukan hanya dalam arena MTQ ini, tetapi juga ber-musabaqah atau berlomba dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi yang terbaik, yaitu: terbaiknya akhlaknya, terbaik SDM-nya, terbaik amal shalehnya, terbaik kesehatannya, dan terbaik kesejahteraannya, sebagaimana tema MTQ XXVIII yaitu: “Implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam Membangun Masyarakat Maluku Yang Relegius, Rukun dan Damai," ujar gubernur.

Dalam konteks tema tersebut, papar gubernur, maka pelaksanaan MTQ sejatinya dapat meninggalkan jejak-jejak peradaban yang ditandai dengan terjadinya perubahan pola pikir, kebiasaan atau pola hidup, dan karakter, yaitu dari pemikiran yang sempit kepada pemikiran yang terbuka dan maju, dari pola hidup kekerasan kepada kehidupan yang lebih rukun dan damai.

Lanjutnya, dari pola hidup yang malas, masa bodoh, tidak teratur, dan suka merusak kepada kehidupan yang lebih disiplin, lebih peduli, teratur (KALESANG), dan PRO-KEHIDUPAN.
Dari kehidupan yang otoriter dan individualis kepada kehidupan yang lebih demokratis dan bersahabat, dari keterbelakangan dan kemiskinan kepada kehidupan yang maju dan sejahtera, dan dari kebodohan menjadi masyarakat yang cerdas dan berdaya saing tinggi.

Dirinya berharap, dengan kemuliaan dan kemukjizatan Al’Qur’an yang dibacakan dengan alunan suara yang indah, ditulis dengan karya seni yang tinggi, ditafsirkan dengan nalar yang tinggi, kebeningan jiwa dan kelapangan hati, pada MTQ ini, akan dapat melahirkan generasi Qur’ani, yaitu generasi yang punya kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial, dan kecerdasan spiritual, sebagai modal sosial untuk membangun daerah sesuai visi Pembangunan Maluku.

 “Untuk itu, marilah Pemda di Kabupaten-Kota serta Kanwil Kemenag dan jajaranya sebagai ujung tombak kita beri porsi anggaran pembinaan yang pantas. Tingkatkan kualitas pembinaan yang lebih profesional dan bermutu.,’’harap gubernur.

Gubernur juga mengingatkan Dewan Hakim untuk bekerja dengan profesional dan obyektif dalam melaksanakan tugas.

“Terhadap para ketua dan anggota dewan hakim, di pundak kalianlah kita bisa mendapatkan bibit-bibit terbaik untuk menjadi duta daerah ini. Untuk itu, jadilah dewan hakim yang profesional, adil, jujur, dan bertanggung jawab,” tandas gubernur.

Sementara itu, Ketua panitia pelaksanaan MTQ XXVIII, Junaidi Rupelu dalam laporannya, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti MTQ sebanyak 885 dari 11 kabupaten/kota,  dengan peserta terlengkap dari kabupaten Seram Bagian Barat, peserta terbanyak dari Kabupaten Buru, sedangkan peserta cukup dan belum bercita cita menjadi juara umum tetapi memiliki optimisme besar untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi Maluku tahun 2021 adalah kabupaten MBD dan Kabupaten Kepualaun Tanimbar.

Jelasnya, ada sembilan mata lomba dalam MTQ ke-XXVIII, diantaranya adalah,  Tilawah Al' Quran,  Tafsir Al' Qur'an,  Hifz Al'Quran, Fahm Al'Quran,  Karya Tulis Ilmiah Al'quran, Debat Ilmiah Kandungan Al'quran dalam bahasa Arab, Karya Ilmiah Al'Quran dalam bahasa Inggris.

Dirinya berharap, MTQ. yang berlangsung di bumi bupolo dapat memasyarakatkan Al'Quran melalui peningkatan pemahaman, pendalaman dan pengamalan isi kandungan Al'Quran dalam kehidupan sehari hari, serta meningkatkan keimanan dan ketakawaan kepada Allah SWT, khususnya dikalangan generasi muda.(**)



HUMAS,- Gubernur Maluku, Irjen. Pol (Purn) Drs. Murad Ismail melantik Dewan Hakim dan Panitera Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Maluku ke- 28 di Kabupaten Buru.Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Bupati Buru, Jumat (14/6).

Dewan Hakim yang dilantik diketuai R.R. Hassannusi dengan jumlah anggota sebanyak 40 orang dan anggota panitera sebanyak 12 orang.

Mereka yang dilantik itu disumpah agar profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Karena itu, tugas mulia yang diemban dewan hakim ini,  harus dijalankan secara profesional dengan penilaian yang jujur dan obyektif, apalagi yang dimusabaqahkan adalah Kalamullah yang Suci,’’ tegas gubernur.

Dengan penilaian yang jujur dan obyektif, sebut gubernur, akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas peserta MTQ.

Sebaliknya penilaian yang tidak jujur dan tidak obyektif akan merusak kualitas peserta MTQ, bahkan dapat menimbulkan perpecahan atau fitnah di antara sesama kafilah.

“Keputusan Dewan Hakim tidak dapat digugat,  karena itu konsekuensi logisnya dewan hakim dan panitera harus cermat,  jujur, adil, dan objektif dalam menilai. Dewan Hakim dan Panitera, harus independen dan bebas dari segala macam pengaruh, kepentingan, dan godaan untuk berpihak dan tidak berlaku tidak jujur kepada siapapun,” tegas gubernur lagi.

Untuk itu, dirinya berharap, agar Dewan Hakim untuk selalu konsisten berpegang pada pedoman perhakiman, dan mengesampingkan segala faktor yang dapat mempengaruhi kemurnian penilaian.
 
Dalam konteks ini, jelasnya, kode etik Dewan Hakim dan Panitera tidak membenarkan untuk menerima sesuatu pemberian atau apa pun juga.

“Kualitas pelaksanaan MTQ dan STQ dari tahun ke tahun semakin berkembang dan kompetitif di semua aspeknya. Untuk itu, seluruh LPTQ Provinsi Maluku dan Kabupaten/Kota untuk terus melakukan terobosan peningkatan kapasitas seluruh komponen, mulai dari peserta, pelatih, dewan hakim, serta sistem penilaian. Saya yakin dengan upaya-upaya tersebut, kita dapat berprestasi secara lebih baik, di tingkat nasional maupun internasional,” tandas gubernur

Turut hadir dalam acara pelantikan, Wakil gubenur Maluku, Barnabas Orno dan ibu Beatrix Orno, Sekda Maluku, Hamin bin Thahir beserta ibu, pimpinan SKPD lingkuo pemprov dan kabupaten Buru, Sekda Buru, Ahmad Assagaf, Ketua LPTQ Maluku, Ismail Usemahu, tokoh agama dan tokoh masyarakat(**)



AMBON,- Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail berharap tradisi pukul sapu lidi di Negeri Mamala dan Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, hendaknya dapat dipertahankan, dikembangkan dan dikemas menjadi atraksi budaya yang berkualitas.

“Peningkatan kualitas atraksi tersebut, diharapkan akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Maluku, yang tentunya akan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Murad, dalam sambutan tertulisnya, yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Hamin Bin Thahir pada Acara Adat Atraksi Pukul Sapu dalam Perayaan 7 Syawal 1440 Hijriah di Negeri Mamala, Rabu (12/6/2019).

Karena itu, gubernur berharap Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku, beserta seluruh pemangku kepentingan, agar dapat mewujudkan atraksi pukul sapu lidi ini sebagai atraksi budaya unggulan di Provinsi Maluku.

Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, kata gubernur memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan atraksi Pukul Sapu, yang biasa digelar 7 (tujuh) hari setelah Hari Raya Idul Fitri atau disebut juga Perayaan 7 (tujuh) Syawal.
“Moment kultural ini merupakan pagelaran budaya yang ditunggu oleh para wisatawan, baik lokal maupun manca negara, bahkan sudah menjadi salah satu ikon pariwisata daerah Maluku,” ungkapnya.

Menurutnya, atraksi Pukul Sapu Lidi merupakan atraksi budaya yang sangat unik dan menjadi tradisi masyarakat Negeri Mamala setiap tahunnya.



Tradisi pukul sapu lidi, disebutnya, merupakan manifestasi dari perjuangan para leluhur, diantaranya Kapitan Tulukabessy yang berjuang dengan gagah berani untuk mempertahankan tanah tumpah darah dan melepaskan diri dari belenggu kaum penjajah.

Dikatakan, kisah perjuangan dan pengorbanan Kapitan Tulukabessy tersebut mengajarkan kepada kita bahwa sejatinya seorang pejuang rela mengorbankan seluruh jiwa dan raga untuk bangsanya, dan mementingkan kepentingan masyarakat diatas kepentingan diri sendiri dan kelompoknya, serta berjiwa besar dan menjadi figur pemersatu dalam masyarakat.

“Inilah sesungguhnya, semangat dan jati diri anak Maluku yang harus dipertahankan dan dikembangkan, mengingat dewasa ini terjadi telah pergeseran pola hidup masyarakat, dari pola hidup yang sosialis religius, egaliter dan hormat kepada nilai-nilai kearifan lokal, menjadi masyarakat liberal, sekuler, individualis dan kapitalis. Bahkan, semangat “etno-nasionalisme” semakin menguat yang menyebabkan sering terjadi perkelahian antar kelompok, terutama antar negeri di Maluku,” jelas gubernur.

Masih kata gubernur, semangat atraksi Pukul Sapu Lidi dengan melibatkan generasi muda Negeri Mamala hendaknya menjadi sumber inspirasi dalam membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat Maluku untuk bersatu, serta merawat kerukunan hidup orang basudara.

“Saya yakin dan percaya, dengan semangat membangun negeri raja-raja, berdasarkan semangat siwalima, Pela dan Gandong dan sebagainya, kita bersama-sama dapat mewujudkan hal tersebut,” tandas gubernur.
Turut hadir dalam acara tersebut Ibu Widya Murad Ismail, Firkopimda Maluku, Tokoh masyatakat, tokoh adat.(**)

 

 

 

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)

Page 8 of 62

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

 

GPR

 
Top