Berita Lowongan Kerja Terbaru

Admin

 

Ambon - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menggelar pertemuan bersama para kepala desa/raja pada wilayah yang terdampak bencana, untuk membicarakan percepatan penanganan bencana akibat gempa bumi yang melanda Pulau Ambon dan sekitarnya, 26 September 2019.

Tiga wilayah yang menjadi daerah terdampak gempa bumi 6,8 magnitude ini adalah Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB).

Pembahasan percepatan ini terfokus pada penanganan pengungsi korban gempa yang hingga kini masih menempati sejumlah lokasi pengungsian di tiga daerah ini.

Pertemuan yang digelar di ruang rapat lantai II Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (12/10) itu, dipimpin langsung Penjabat Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang.
Sekda didampingi Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), Farida Salampessy dan Kepala Seksi Data,Informasi BMKG Maluku, Andi Ashari, Danrem Kolonel Inf. Hartono dan Dandim Pulau Ambon, Letkol Kav Cecep Tendy Sutandi.

Pada pertemuan itu berbagai masalah disampaikan berkaitan dengan persoalan air bersih dan pengadaan tenda.
Selain itu, masalah yang berkaitan dengan kesehatan, dimana ada beberapa desa yang masih kurang pelayanan kesehatan di barak-barak pengungsian.

Pada kesempatan tersebut, Sekda berharap berbagai persoalan yang terjadi di lapangan untuk segera disampaikan.

"Jadi kalau ada apa-apa cepat koordinasi sesuai dengan jenjangnya. Prosesnya dari bapak dusun ke bapa raja, bapa raja ke camat dan bapak camat naik ke atas dan seterusnya,” jelas Sekda,

Dikatakan, berbagai informasi pasca penanganan bencana yang timbul di masyarakat sangat kompleks. Informasi yang berkembang di luar ini kan paling banyak. Ada yang bilang sudah dua minggu seng (tidak) dapat beras 1 butir pun.

“Macam-macamlah. Jadi tugas katong sebagai aparat harus tanggap,” terang Sekda.

 

 

Menurut Sekda, kondisi geografis Maluku yang rentan dengan bencana gempa bumi sudah menjadikan masyarakat Maluku harus menjadi tangguh.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga harus dihadapi, bersahabat dengan kondisi alam seperti ini. Dan yang terpenting katong harus bermuhasabah, introspeksi diri,” kata Sekda.

Sekda juga menyampaikan, saat gempa terjadi Pemprov Maluku juga telah mengadakan rapat dengan pimpinan umat beragama, Ketua Sinode, Ketua Walubi, Ketua MUI beserta organisasi-organisasi lainnya guna membicarakan apa yang harus dilakukan.

“Jadi informasi-informasi terkait bencana akan disampaikan BMKG yang secara aktif di posko untuk menyampaikan himbauan-himbauan. Jadi nantinya ada sms berantai yang akan dikerjasamakan dengan Telkomsel, sehingga SMS berupa informasi bisa langsung sampai ke masyarakat,” tandas Sekda (humas maluku)

 

JAKARTA - Data Posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Provinsi Maluku hari ini (5/10), pukul 18.00 WIT mencatat jumlah penyintas mencapai 135.875 orang. Sehari sebelumnya jumlah penyintas sebanyak 111 ribu jiwa.

Kenaikan jumlah pengungsi disebabkan berapa faktor seperti gempa susulan yang masih dirasakan oleh warga. BMKG mencatat gempa susulan hingga hari ini (5/10), pukul 21.00 WIT  mencapai 1.077 kali dan gempa yang dirasakan mencapai 116 kali. Tiga hari terakhir gempa susulan memiliki magnitudo yang cukup signifikan antara M 3,5 hingga 4,4.

Di samping itu, kenaikan angka pengungsi khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) disebabkan berita palsu atau hoaks. Informasi yang beredar melalui mulut ke mulut bahwa tanggal 9 Oktober nanti akan ada gempa besar.

Faktor selanjutnya warga mengungsi karena ada informasi akan adanya bantuan. Namun tidak spesifik bantuan seperti apa yang diharapkan oleh warga yang sebelumnya pernah mengungsi.

Data posko tadi juga mencatat total jumlah rumah rusak mencapai 6.975 unit. Jumlah rusak berat mencapai 1.914 unit dengan rincian Kabupaten Maluku Tengah (Malteng)  1.339, SBB 285 dan Kota Ambon 230.

Sedangkan rumah rusak sedang, total di Kabupaten Malteng 1.101 unit, SBB 469 dan Kota Ambon 241. Pada kategori rusak ringan mencapai 3.250 unit dengan rincian di Malteng 2.641 unit, Kota Ambon 546 dan SBB 333.

Gempa dengan kekuatan M 6,5 pada 26 September lalu menyebabkan 37 orang meninggal dunia. Sebagian besar korban disebabkan karena tertimpa bangunan.

Terkait dengan pemenuhan logistik, khususnya permakanan, stok bahan pangan masih cukup untuk kebutuhan satu bulan ke depan. Namun demikian, beberapa jenis logistik diakui masih minim dari yang diharapkan oleh mereka yang masih mengungsi, seperti tenda atau terpal. Posko hingga kini mengidentifikasi sejumlah kebutuhan yang masih diperlukan selama penanganan darurat ini, seperti selimut, matras, air minum, air bersih dan kebutuhan logistik kesehatan. Di sisi lain, kebutuhan personel dengan latar belakang kesehatan juga masih dibutuhkan seperti dokter umum, bidan dan perawat, apoteker dan tenaga psikososial.

Sementara itu, bantuan logistik tahap kedua BNPB telah tiba di Ambon hari ini. Total bantuan logistik yang telah diberikan sebagai berikut selimut 5.500 lembar, tenda gulung 5.000, matras 3.919, sandang 500 paket, family kit 200 paket, tenda keluarga kapasitas besar 15 unit, rumah sakit lapangan 1 unit dan light tower portable 1 unit.

Agus Wibowo
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

 

AMBON,- Setiba dari Jakarta dengan menumpangi pesawat komersial di Bandara Pattimura, Sabtu (28/9) siang, istri Gubernur Maluku, Widya Murad Ismail langsung bergegas menuju kediaman pribadinya di kawasan Poka, Ambon.

Di sana sudah menunggu sejumlah aktivis dan pengurus organisasi perempuan. Tidak lama-lama, setelah memastikan berbagai paket bantuan emergensi siap didistribusikan, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku ini langsung bergerak menuju daerah terdampak gempa berkekuatan 6,8 SR, Kamis kemarin.

Bantuan yang sifatnya emergensi yang akan disalurkan oleh Widya, terdiri atas paket rentan lansia, paket rentan dewasa, dan paket rentan anak-anak. Masing-masing paket terdiri dari selimut, pakaian dalam, pakaian, kaus kaki, dan peralatan mandi. Widya juga membawa sejumlah paket makanan siap santap (makanan kotak) dan air mineral dalam kemasan, serta makanan tambahan untuk anak berupa susu dan biskuit.

"Saya merasa berduka, prihatin dan sedihnya luar biasa karena ini musibah kita semua, yang tentu saja masyarakat Maluku tidak harapkan," kata Widya.

Ia mengaku sedih karena saat bencana gempa terjadi, dia lagi mengikuti Jambore Nasional Kader PKK di Jakarta. Sang suami, Murad Ismail yang ketika itu juga ada urusan dinas di Jakarta, langsung balik ke Ambon.

"Saat mendengar info ada gempa, saya shok, kaget dan sedih. Saya lagi ikut kegiatan di Jakarta, mood saya sudah hilang. Sudah tidak concern lagi," ungkapnya.

Dia bahagia karena sudah berada di Ambon untuk bisa membantu korban gempa. Bersamanya, istri Wakil Gubernur Maluku yang juga Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Beatrix Orno, beserta sekitar 20 aktivis perempuan dari organisasi Fatayat NU, Wanita Islam, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Perempuan GPM (Gereja Protestan Maluku), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).

 

Ibu Widya menggendong bayi di posko kesehatan Kampus Unidar yang lahir saat gempa terjadi

 

Mereka bergegas menuju arah timur Pulau Ambon, tepatnya di lokasi pengungsian kampus Universitas Darussalam, Tulehu. Di kamp ini, Widya meninjau Posko Kesehatan dan berbincang langsung dengan pengungsi lansia yang sakit. Ia juga menyapa seorang ibu muda yang baru melahirkan saat hari gempa terjadi.

Bunda PAUD Maluku ini lantas meminta izin untuk menggendong bayi yang lahir di tempat pengungsian itu. Ia senang karena bayi laki-laki yang lahir dalam suasana penuh kepanikan itu terlahir dengan sehat. Bantuan paket emergensi dan makanan siap saji pun dia berikan kepada para pengungsi dan korban di tempat itu.

Widya juga memberikan semangat kepada para dokter dan petugas medis yang bekerja siang dan malam di Posko Kesehatan. "Bapak ibu telah melakukan tugas mulia, karena kalian bekerja untuk kemanusiaan. Saya hanya ingin mengingatkan, agar kalian juga tetap menjaga kesehatan kalian," pintanya.

Namun air mata haru Widya tak mampu dibendung. Saat dia menemui Hasan, dan mendengar kisah pilu, bocah 3 tahun itu. Hasan adalah bocah asal Negeri Tenga-Tenga, Kecamatan Salahutu, yang ditinggal pergi kakek dan neneknya saat mereka tertimbun longsor. Sang kakek yang berusaha menyelamatkan nyawa Hasan, tidak tertolong.

Hasan yang orang tuanya telah berpisah itu, harus kehilangan kedua orang yang telah mengasuhnya sejak bayi. Dengan isak tangis, Widya menyuapi makanan buat Hasan. Tindakan spontannya itu mengundang haru seisi tenda darurat, tempat dimana Hasan dirawat.

Sudah dua hari belakangan ini, Hasan tinggal di tenda pengungsian, didampingi Ima Lestaluhu, Kepsek SDN 8 Tulehu. Ia mengalami luka robek di belakang kepala, serta memar di sekujur tubuh karena terkena runtuhan tanah. Kepada Widya, Ima mengatakan, saat ditemukan, Hasan dipeluk erat sang kakek yang sudah tidak lagi bernyawa. Neneknya pun bernasib sama.

Bersama Hasan, Bocah 3 tahun asal Desa Tengah-Tengah yang tertimbun bersama kakak dan neneknya yang ditemukan meninggal

 

Rombongan yang dipimpin Widya pun berpindah ke desa Waai. Lebih dari separuh warga desa ini memilih mengungsi di daerah ketinggian. Mereka membangun tenda-tenda darurat seadanya di sepanjang jalan menuju lokasi wisata Rumah Pohon

Menunjukkan simpatinya kepada para pengungsi, Widya pun berbincang dan menanyakan kondisi mereka. Ia meminta agar warga tidak panik, dan tetap bersabar. "Apa yang terjadi ini, Tuhan Yang Maha Kuasa sudah mengatur semuanya. Saya harap saudara-saudara tetap tabah," harapnya.

Widya lantas menyerahkan bantuan kepada para warga di lokasi pengungsian. Dari Waai, rombongan ini kemudian balik ke Ambon menuju RSUD dr. Haulussy. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Debby Louhenapessy, beserta rombongan pun bergabung di sana.

Rombongan itu juga membawa bantuan untuk pasien yang sementara dirawat. Di rumah sakit yang berlokasi di kawasan Kudamati itu, Widya mengunjungi tenda darurat yang sengaja dibangun untuk tempat rawat inap para pasien.

Duta Stunting Provinsi Maluku ini juga berkesempatan berbincang dan memberikan penguatan kepada para pasien, termasuk pasien korban gempa. Bantuan yang sama diberikan sebagai tanda simpatinya.

Enggelin Keliombar, Ketua Presidium WKRI Provinsi Maluku yang ikut dalam kegiatan ini merasa berterima kasih kepada istri Gubernur karena telah menghimpun ormas perempuan untuk turun bersama-sama membantu para korban gempa. "Kami merasa senang bisa terlibat, dan semoga kedepan, kita bisa bersama-sama lagi dalam kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan lainnya," harapnya.

Sementara itu, Ketua DPW Wanita Islam Maluku, Irma Betaubun mengakui bahwa Widya begitu cepat dan tanggap dalam merespon bencana di daerah ini. Bl

"Beliau sudah menelepon kita, pimpinan organisasi perempuan untuk sama-sama turun melihat para korban," tandasnya. (humasmaluku)

 

Ambon - Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan bantuan tahap awal untuk penanganan korban gempa di Maluku. Bantuan senilai Rp. 1,3 miliar ini diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pining.

Pemberian ini diserahkan oleh Mensos saat tiba di Ambon bersama rombongan dan langsung mengunjungi korban bencana gempa di Kota Ambon, Senin (30/9/2019).

Tiba di Bandara Pattimura Ambon, Mensos Agus Gumilang disambut Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail dan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, Kapolda Maluku, Irjen Pol. Royke Lumowa langsung menuju lokasi pengungsian di Lapangan Hatukau, Desa Batumerah.

Rombongan Mensos kemudian didampingi Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pining, Kepala Dinas Sosial Kota Ambon Nurhajati Jasin, menuju ke lokasi pengungsian.

Dalam kunjungan ini, Mensos juga menyerahkan bantuan uang sebesar Rp.15 juta melalui Debit BRI secara simbolis kepada delapan ahli waris korban meninggal diantaranya, Amiruddin, Yohan Nanlohy, Wa Luma, Muhamad Syarif Hidayahtullah, Husen Rumain.

Di hadapan pengungsi, Mensos menjelaskan bantuan yang diserahkan diantaranya, bantuan uang senilai Rp.15 juta kepada ahli waris yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana gempa.

“Jadi kami menyiapkan bantuan sosial kepada anggota keluarga yang meninggal dunia akibat bencana, per ahli waris Rp.15 juta. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi keluarga yang kebetulan ditinggalkan oleh anggota keluarganya,” kata Mensos.

Berkaitan dengan data korban meninggal, kata Mensos, untuk seluruh Maluku sebanyak 34 jiwa. “Bagi keluarga yang kehilangan, harus tawakal, tegar, karena ini adalah cobaan dari Allah SWT,” " kata Mensos.

Pihaknya juga kata Mensos akan memberikan bantuan bagi rumah-rumah yang mengalami kerusakan, baik rusak ringan, sedang maupun berat.

“Pempus akan memberikan bantuan untuk saudara-saudara sehingga bisa kembali membangun rumahnya. Untuk itu, kami akan bekerjasama dengan pihak pemda Kota Ambon untuk melakukan verifkasi dan validasi data. Setelah itu barulah kami akan segera menyalurkan bantuan,” terangnya.

Mensos juga berjanji, akan membantu warung atau toko-toko yang mengalami kerusakan akibat gempa melalui program UEP atau Usaha Ekonomi Produktif.

“Tujuannya tidak lain agar warung atau toko tersebut bisa kembali beroperasi sehingga kegiatan ekonomi dari daerah yang terdampak bisa cepat menjadi normal kembali,” ucapnya.

Mensos juga menyampaikan rasa keprihatinan Presiden Joko Widodo atas bencana yang menimpa Provinsi Maluku.

“Yang pertama atas nama pemerintah pusat terutama bapak presiden menyampaikan keprihatinan yang luar biasa besar atas bencana yang yang baru saja terjadi, ” ungkap Mensos.

Dikatakan, kedatangan dirinya bersama beberapa pejabat Kemensos selain menyalurkan bantuan, juga untuk melihat dan menyaksikan langsung penanggulangan bencana yang dilakukan saat ini.

“Kami datang untuk melihat dan menyaksikan penanggulangan bencana yang ada di Kota Ambon apakah berjalan dengan baik. Tentu harapannya, warga yang terkena dampak langsung atau warga yang trauma itu bisa terlayani dengan baik,” paparnya.

Menurut Mensos, baik Pemerintah Provinsi Maluku maupun pemerintah kabupaten/kota tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini.

“Bapak ibu sekalian, baik Pemerintah Provinsi maupun kota tidak sendirian dalam menghadapi cobaan yang begitu berat yang diberikan oleh Allah SWT. Kita keisini selain ingin memastikan layanan-layanan berjalan dengan baik, terkhusus untuk memberikan bantuan-bantuan sosial. Sekali lagi bapak ibu sekalian tidak sendirian. Kami selalu ada mendampingi bapak-ibu sekalian,”kata Mensos.

Mensos lantas mengatakan, apa yang terjadi merupakan suatu ujian atau cobaan.
“Ini cobaan bagi kita. Allah itu melihat bagaimana kita menghadapi cobaan ini,” kata dia mengingatkan.

Mensos juga berharap, warga yang berada di pengungsian bisa kembali ke rumah-rumah masing-masing dan beraktivitas dengan normal. Harapan Mensos berdasarkan, pengamatan para ahli yang menyatakan bahwa kemungkinan terjadi bencana besar di Kota Ambon, kedepan kecil.

“Jadi bapak-ibu sekalian jangan takut untuk pulang ke rumah masing-masing. Saya kira sudah waktunya untuk kita kembali ke rumah masing-masing. Namun demikian, tetap berkoordinasi dengan kepala desa masing-masing untuk mendapatkan pengarahan-pengarahan. Apalagi, kita juga sudah dibekali dengan sosialisasi dari BMKG dan instansi yang berwenang,” harapnya.

Mensos mengaku, tidak memaksakan jika masih ada warga yang masih trauma dan belum berkinginan kembali.
“Kami dari pempus tidak memaksa, karena memang manusiawi, bapak-ibu sekalian takut atau trauma. Tapi saya sampaikan pada kesempatan kali ini, sebenarnya sudah tidak ada masalah untuk bapak-ibu bisa kembali ke rumah masing-masing,”tandas Mensos.

Selain mengunjungi lokasi pengungsian, Mensos Agus Gumilang juga menyempatkan diri untuk mengunjungi korban gempa yang memperoleh perawatan di RSUD DR. Haulussy.
Disana Mensos bertemu dengan para korban diantaranya, Yoshua Wellem Manuhutu, bayi berusia dua bulan yang dirawat karena mengalami diare setelah berada di kamp pengungsian di Taeno. Setiap mengunjungi para korban, Mensos menyerahkan bantuan berupa uang tunai. (humasmaluku)

Friday, 27 September 2019 09:46

BNPB Bantu Korban Gempa Maluku Rp 1 Miliar

 

Ambon –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 1 miliar kepada korban gempa di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Bantuan diberikan langsung oleh Kepala BNPB Doni Munardo dan diterima  Gubnernur Maluku Irjen Pol. (Purn) Drs. Murad Ismail di ruang transit VVIP Bandara Internasional Pattimura.

Kunjungan  ke Ambon dilakukan untuk meninjau sejumlah lokasi pengungsian, pasca terjadi gempa 6,8 SR yang menimbulkan puluhan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya menggungsi.

Doni Monardo, tiba di Kota Ambon, Jumat pagi (27/9/2019) dan didampingi Gubernur Maluku Irjen Pol. (Purn) Drs. Murad Ismail bersama Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal. Mereka  langsung meninjau tiga lokasi terdampak gempa di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah yakni di Desa Tulehu, Waai dan Liang.

 

Kepala BNPB Doni Munardo saat mengunjungi korban gempa di lokasi pengungsian Kampus Darussalam Ambon, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (FOTO: HUMASMALUKU)

 

Selain itu, Kepala BNPB   didampingi Walikota Ambon Richard Louhenapesay juga meninjau lokasi terdampak yakni Kampus IAIN Ambon. Di waktu bersamaan Menteri Perhubungan RI Budi Karya juga tiba di Ambon dan bersama Gubernur meninjau Kampus Unpatti yang sejumlah bangunannya ikut rusak akibat gempa Kamis (26/9/2019).

Dalam kunjungannya di areal Kampus Darussalam, Ambon,  Doni Monardo langsung melihat kondisi pengungsian yang didirikan  TNI di lokasi tersebut. Ia berharap, Pemerintah Daerah, BMKG, TNI dan Polri dapat intens mensosialisasikan kepada masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing.

“Saya minta warga agar hanya menerima informasi dari pihak berwenang dan tidak mudah terpengaruh kabar hoaks,” ujar Doni.

Selain bantuan dana, kata Doni, BNPB juga telah mengirimkan personelnya untuk mendukung penanganan darurat pasca gempa. Dan  juga membawa bantuan logistik dan peralatan ke lokasi terdampak. Sejumlah bantuan yang diberikan adalah berupa 149 lembar matras, perlengkapan keluarga sebanyak 200 paket, selimut 500 lembar dan sandang 500 paket, serta rumah sakit lapangan. (BB-DIO)

(sumber : https://beritabeta.com/news/ragam/bnpb-bantu-korban-gempa-maluku-rp-1-miliar/ )

 

Seleksi Terbuka Pengisian Calon Pejabat Pimpinan TInggi Madya/Sekretaris Daerah Provinsi Maluku.pdf

 

Rilis pers BNPB
2 Oktober 2019
No.4/RP-KADIH/BNPB/10/2019

Pendekatan Antisipasi Hoaks Terus Dilakukan Pascagempa Maluku

JAKARTA – Pemerintah bersama BNPB, TNI, Polri terus melakukan pendekatan kepada warga untuk tidak terpancing hoaks pascagempa Maluku M 6,5 yang terjadi beberapa waktu lalu (26/9). Tim gabungan masih terus mengimbau warga hingga tadi malam (1/10) untuk kembali ke rumah mereka.

Tim Reaksi Cepat BNPB (TRC) menyampaikan bahwa camat, kepala desa, babinsa dan babinkamtibmas di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat telah melakukan penjelasan kepada warga sejak beberapa hari lalu, selepas gempa yang terjadi pada pukul 06:46:45 WIB. Ketika hoaks yang berisi tentang adanya gempa dan tsunami dalam waktu dekat, warga memilih mengungsi secara tersebar di dataran yang lebih tinggi.

Sebagian warga masih percaya hoaks tersebut sehingga ada yang mengungsi ke bukit secara tersebar dan sulit dijangkau personel gabungan. Kondisi tersebut justru menyebabkan kualitas kesehatan warga menurun seiring turunnya hujan.   

Namun demikian, dari upaya yang dilakukan setelah beredarnya isu tidak benar sejak hari kedua, sejumlah warga yang mengungsi memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing. Hal tersebut dilihat dari berkurangnya jumlah penyintas hingga 72.000 jiwa sejak semalam (1/10).

Mengupayakan penyadaran terhadap hoaks, Kepala Sub Direktorat Peringatan Dini BNPB Abdul Muhari, Peneliti Badan Geologi Cipta dan perwakilan BPBD Provinsi Maluku memberikan keterangan secara langsung melalui TVRI Ambon pagi ini (2/10). Muhari menyampaikan mengenai karakterter dan historis gempa di Ambon sehingga masyakarat memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa.

Berdasarkan informasi BMKG (1/10), total gempa susulan berjumlah 782 dan gempa yang dirasakan 82 kali. Dilihat dari gempa susulan yang terjadi, frekuensi cenderung turun.

Data sementara per 1 Oktober 2019 mencatat total penyintas berjumlah 115.290 jiwa. Jumlah penyintas terbesar terdapat di Kabupaten Seram Bagian Barat dengan jumlah 36.391 jiwa, Maluku Tengah 50.250, dan Kota Ambon 28.649.

Sementara itu, total rumah rusak berjumlah 6.184 unit dengan rincian di wilayah Maluku Tengah rumah rusak berat (RB) 1.635 unit, rusak sedang (RS) 956 dan rusak ringan (RR) 2.120. Rumah rusak di wilayah Seram Bagian Barat RB 259 unit, RR 681, sedangkan di wilayah Kota Ambon RB 96, RS 145 dan RR 292.

Hingga kini, masing-masing wilayah yang terdampak gempa terus melakukan upaya penanganan darurat bencana. Masa tanggap darurat sementara ini akan berakhir pada 9 Oktober 2019 nanti.

Agus Wibowo
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Wednesday, 02 October 2019 07:30

Abas Orno Lahir di Tenda Pengungsian

 

 

Ambon, - Rasa cemas dan ketakutan pasca gempa berkekuatan mangnitude 6,8 melanda Pulau Ambon dan sekitarnya, Selasa (1/10/2019), seketika  berubah menjadi gembira dan haru.

Suasana ini terjadi di tenda pengungsian kawasan Universitas Darusalam (Unidar) Ambon, Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, ketika Hartini Ohorella,  seorang ibu yang ikut mengungsi di tenda pengungsian melahirkan seorang bayi laki-laki, Selasa (1/10/2019).

Kelahiran sang bayi terjadi tak kalah Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno berada di sana mengunjungi para penggungsi dan mendapat informasi bahwa ada bayi yang baru saja dilahirkan. Wagub langsung bergegas menuju tenda tersebut untuk melihat bayi mungil itu.

Didampingi ibu Beatriz Orno, wagub menuju tenda dan pada saat tiba bayi Hattini belum diberi nama.

Akhirnya oleh Wagub  diberi nama Muhammad Abas Orno Pelu yang langsung disetujui kedua orang tuanya.

Nama Abas sendiri,  merupakan nama kecil atau nama panggilan Wakil Gubernur Barnabas Orno.

 



Rahman Pelu dan Hartini Ohorella yang merupakan orang tua dari bayi Abas,   mengaku senang dan bangga, anaknya diberikan nama oleh orang nomor dua di Maluku.  

Pasangan  suami istri ini sudah berada di tenda pengungsian sejak gempa melanda pada Kamis (26/9/2019). Dibantu oleh para dokter yang bertugas di RSUD Tulehu proses persalinan Hartini berjalan lancar di dalam tenda pengungsian, sehingga tepat pukul 10.30 lahirlah bayi yang dinamai Abas Orno.   

“Terimakasih bapak sudah datang dan memberikan nama kepada beta (saya) pung anak,” ungkap Rahman dengan wajah yang sumringah.

Usai memberikan nama kepada bayi Abas, Wagub mengatakan, suatu saat Abas akan menjadi orang yang hebat.  

“Nanti anak ini akan menjadi orang hebat,” kata mantan Bupati MBD ini.

Dirinya meminta, ketika Abas berusia 40 hari, kedua orang tuanya dapat membawa Abas untuk berkunjung ke kediamannya.

“Kalau sudah berusia 40 hari bawa ke rumah ya, karena disana ada dia punya kakak 8 orang (anak-anak wagub),” harap Wagub.

 



Tak lupa, Wagub pun menyerahkan bantuan berupa uang tunai yang diperuntukan bagi kebutuhan bayi Abas.  Di pengungsian, Wagub juga menemui petugas kesehatan yang ditugaskan pada posko yang berada di kawasan Kampus Unidar.

Dia berharap, agar petugas kesehatan dan dokter harus melayani warga masyarakat pada lokasi pengungsian dengan sepenuh hati dan ikhlas.

“Saya harap bapak dan ibu petugas yang melayani kesehatan disini bisa melayani dengan sepenih hati dan ikhlas,” harap wagub.

Wagub juga menyampaikan rasa terimakasih kepada warga Negeri Tulehu yang telah membantu para pengungsi yang menginap di rumah mereka, khususnya di dataran tinggi. (humasmaluku)

 

 SK GUBERNUR MALUKU NO 204 TAHUN 2019.pdf



Ambon,-Gubernur Maluku Irjen Pol Drs. Murad Ismail berharap pertumbuhan ekonomi dapat berdampak pada pengurangan penduduk miskin dan penyerapan tenaga kerja serta mengurangi kesenjangan antar wilayah di Maluku.

Hal tersebut disampaikan gubernur dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang saat membuka dengan resmi acara diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Edisi Agustus 2019 dan Kajian Fiskal Regional serta Diskusi Publik Industri Jasa Keuangan (IJK) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Selasa (24/9) di Hotel Santika, Ambon.

Hadir pada kegiatan itu diantaranya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Noviarsono Manulang,  Plt Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (DJPB) Maluku, Tri Budianto, Kepala OJK Maluku, Bambang Hermanto, para Pimpinan Cabang Bank Pemerintah dan Bank Swasta Nasional dan para pelaku usaha

Dikatakan, perkembangan perekonomian Maluku pada triwulan ke dua tahun 2019 tumbuh positif sebesar 6,09 persen. Angka tersebut, kata gubernur, mengalami sedikit pelambatan dibandingkan dengan triwulan ke satu 2019 yang tumbuh sebesar 6,32 persen.

“Namun, pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan ke dua 2019 masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,05 persen,” terang gubernur.

Gubernur menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Maluku didorong oleh beberapa sektor lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi antara lain pertanian, perikanan perdagangan dan serta industri pengolahan, sehingga perlu ditingkatkan pertumbuhannya.

“Oleh sebab itu, target RPJMD Provinsi Maluku, sampai dengan akhir tahun 2019, diharapkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai pada kisaran 6,02 – 6,38 persen,” ungkap gubernur.

Selain pertumbuhan ekonomi, sesuai laporan BI Perwakilan Maluku, masih kata  gubernur, inflasi Maluku pada triwulan ke dua 2019 sebesar 4,10 persen. Angka ini meningkat dibandingkan triwulan ke satu 2019 yang tercatat inflasi sebesar 3,74 persen.

Meningkatnya inflasi pada triwulan ke dua terutama dipengaruhi oleh inflasi kelompok makanan jadi, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan dan inflasi kelompok sandang,  sehingga diperkirakan pada triwulan ke tiga inflasi Maluku akan meningkat.

 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Niviarsono Manulang menyerahkan cinderamata kepada Sekda Maluku, Kasrul Selang di sela-sela Acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Maluku Edisi Agustus 2019 dan Kajian Fiskal Regional serta Duskusi Publik Industri Jasa Keuangan, Selasa (24/9) bertempat di Hotel Satika, Ambon



“Pada kesempatan ini, saya ingatkan kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota agar terus meningkatkan koordinasi, agar inflasi Maluku dapat terjaga sesuai strategi pengendalian inflasi di Maluku, yang difokuskan pada konsep kebijakan 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif,” harap gubernur.

Mantan Komandan Korps Brimob Polri ini juga menyebutkan, dalam rangka meningkatkan perekonomian Maluku, maka pembangunan ekonomi daerah akan difokuskan pada pengembangan 3 sektor unggulan yakni, perikanan, pariwisata dan pertanian.

“Peningkatan sektor unggulan pertanian dan perikanan akan barengi dengan peningkatan nilai tambah produk, industri pengolahan serta peningkatan SDM yang unggul dan terampil,” beber  gubernur.

Untuk itu, dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah, Pemerintah Daerah akan terus mendorong peningkatan ekspor daerah terutama ekspor non migas antara lain perikanan, perkebunan dan hasil hutan non kayu.

“Kita juga terus berupaya untuk memberikan kemudahan bagi kegiatan investasi di Maluku untuk menggerakkan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Meski demikian, tambah  gubernur, investasi yang diharapkan tentunya tetap mengedepankan pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi kelestarian Maluku sebagai wilayah berciri kepulauan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Maluku.

Untuk itu,  melalui kegiatan diseminasi ini dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi percepatan pembangunan ekonomi Maluku di masa yang akan datang.

“Saya juga mengajak kepada semua pemangku kepentingan di daerah untuk tetap bersinergi dalam membangun daerah ini lebih maju, mandiri dan berdaya saing,” tandas gubernur.
 (humasmaluku)

Page 2 of 62

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

 

GPR

 
Top