Berita Lowongan Kerja Terbaru

Admin

 

Ambon,- Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nathaniel  Orno, membuka dengan resmi kegiatan Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Maluku Tahun 2019-2024, yang digelar di Hotel Santika, Ambon (22/8).

Kegiatan dihadiri Direktur Pengembangan Wilayah dan Kawasan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Sumedi Andono Mulyo dan Sekretaris Direktur Bina Pengembangan Daerah, Kemendari, Zanariah. Para pimpinan kepala daerah diantaranya, Bupati Buru Ramli Umasugi, Wakil Bupati Maluku Tengah, M. Leleury, Wakil Bupati Maluku Tenggara Petrus Beruatwarin, Wakil Bupati KKT Agustinus Utuwaly, Sekretaris Kota Ambon, A.G. Latuheru dan suluruh pimpinan OPD Provinsi/Kabupaten/Kota.

Wagub dalam sambutan mengatakan, Musrenbang RPJMD Provinsi Maluku Tahun 2019-2024 merupakan wujud komitmen dalam merencanakan pembangunan untuk 5 (lima) tahun kedepan.
“Kita harus berkomitmen bahwa pertemuan di hari ini, sebagaimana diatur dalam peraturan   perundang - undangan merupakan forum dasar perencanaan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk memberikan masukan sekaligus menyetujui rencana kerja pemerintah yang akan menjadi acuan dalam penyusunan rencana strategi (Renstra) lima tahun kedepan,” kata Wagub.


Dikatakan, RPJMD tersebut, nantinya harus mampu menjawab berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari - hari masyarakat Maluku.  


Semuanya, lanjut Wagub, harus terangkum dalam dokumen perencanaan lima tahunan ini, untuk dapat diselesaikan secara bersama oleh pemerintah dan seluruh komponen masyarakat Maluku, seperti tingkat kemiskinan yang mana di tahun 2018 sebesar 17,85 persen, sehingga menempatkan Provinsi Maluku berada dalam posisi peringkat ke-4 provinsi termiskin dari 34 provinsi di Indonesia.


“Permasalahan lainnya adalah pengangguran yang masih berada pada posisi tingkat pengangguran terbuka tertinggi nomor tiga pada Februari 2019 sebesar 6,91 persen.


Kendati demikian, sebut mantan Bupati MBD ini, informasi yang menggembirakan terkait pertumbuhan ekonomi (PE) Maluku masih stabil dalam posisi diatas 5,9 persen, dan angka inflasi yang masih terkontrol dibawah 4 persen.
Begitu juga dengan kondisi keamanan yang semakin kondusif dan terkontrol, menunjang adanya kepastian hukum dan aktivitas ekonomi masyarakat di 11 kabupaten kota di Maluku.


Wagub juga menyampaikan tentang belum diolah dan dikembangkan dengan baik potensi wilayah, padahal wilayah seluas ini memiliki potensi unggulan perikanan baik budidaya maupun penangkapan, perkebunan rempah-rempah yang memiliki nilai historis tinggi yang sangat menunjang unggulan pariwisata.

“Unggulan kita bukan hanya itu terdapat pula potensi pertambangan yang terdapat pada 16 cekungan potensial migas, dan potensi hasil hutan yang belum di olah dan dikembangkan dengan baik,” ungkap Wagub.

Di lain sisi, Wagub juga memberi penekanan berkaitan dengan kondisi geografis Maluku yang berada pada pertemuan tiga lempeng aktif dunia yang memiliki potensi bencana, sehingga perlu selalu diantisipasi dalam segala aspek perencanaan dalam rumusan RPJMD dan Renstra OPD.

Untuk itu, tambah Wagub, pada setiap aspek perencanaan harus mempertimbangkan posisi RPJMD sebagai dokumen Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah, sebagaimana diatur  dalam Undang-Undang sistem perencanaan pembangunan nasional Nomor 25 tahun 2004.


“Berbagai permasalah tersebut harus tersusun dalam Program - program yang rasional, terstruktur, bersinergi, dapat berkolaborasi pendanaan antar lembaga sehingga mampu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya percepatan pembangunan Maluku, sesuai Visi Misi Pemerintah untuk kesejahteraan Rakyat,” tandas Wagub. (humasmaluku)

 

Ambon – Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail mengajak seluruh komponen masyarakat Maluku, terutama pemuda untuk terus memperkuat pemahaman sejarah perjuangan bangsa.

“Salah satu tantangan terbesar dalam hidup dan kehidupan masyarakat modern di Indonesia saat ini adalah mudharatnya nilai-nilai solidaritas sosial dan menguatnya nilai-nilai individual serta hilangnya nilai-nilai kebenaran atau pragmatisme,” kata Gubernur dalam sambutannya saat bersilaturhami dengan para Veteran, Warakauri dan Purnawirawan di Kantor Gubernur Maluku, usai memimpin upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekan RI, Sabtu (17/8/2019).

Menurut Gubernur, fenomena ini, bukan hanya terjadi dalam masyarakat perkotaan tetapi juga mulai merambah sampai ke masyarakat pedesaan secara perlahan-lahan.

“Ini yang menyebabkan pergeseran tatanan nilai masyarakat seperti nilai-nilai kesopanan, tenggang rasa, kasih sayang dan kebersamaam baik dalam lingkungan keluarga maupun kelompok masyarakat,” ungkap gubernur.

Gubernur mangatakan, rasa simpati serta penghargaan yang tinggi atas pengorbanan yang diberikan para pahlawan dan pejuang kemerdekaan adalah salah satu cara yang harus ditumbuhkan.

Untuk itu, kata Gubernur penumbuhkan kembali komitmen perjuangan serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sebagai pilar utama dalam menopang proses penyelenggaran pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, harus tetap didorong.

Dalam momentum peringatan HUT Proklamasi RI yang ke-74 serta menyongsong HUT Provinsi Maluku ke-74, pada 19 Agustus, dirinya berharap agar seluruh komponen masyarakat dapat menumbuhkan serta menguatkan kembali nilai-nilai soliditas kebangsaan yang menjadi kekuatan para pahlawan pejuang bangsa dalam merebut dan mempertahankan Negara Kesatuan RI.

Momentum ini, kata Gubernur, juga merupakan silaturahmi, sekaligus mempertemukan para pahlawan, pejuang bangsa, sehingga dapat berjumpa satu dengan yang lain, bernostalgia secara kekeluargaan dengan rekan-rekan seperjuangan dulu.

 

 

 

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Maluku serta seluruh masyarakat Maluku menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pahlawan, pejuang, janda pejuang dan keluarga pejuang atas jasa-jasa serta pengorbanan yang dilakukan,” tandas Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku menyerahkan santunan berupa uang sebesar Rp.1 juta kepada 95 pejuang dan janda pahlawan yang ada di kota Ambon.

 

 

 

 

Hadir dalam silaturahmi Pemerintah Provinsi Maluku dan Veteran, Warakauri dan Purnawirawan diantaranya, Mantan Gubernur Maluku, Karel A. Ralahalu, Mantan Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua dan Forkopimda Maluku. Gubernur Maluku juga berkesempatan menyerahkan santunan kepada veteran dan warakauri serta purnawirawan yang hadir.

 

Pimpin Upacara HUT Proklamisi RI ke-74


Sebelumnya, Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail untuk pertama kalinya bertindak selaku inspektur upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekan RI ke-74.

Upacara HUT Proklamsi RI berlangsung di lapangan Merdeka, Ambon itu, dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku. Antaranya, Pangdam XVI.Pattimura, Mayjen TNI Marga Taufiq, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa, Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nathaniel Orno, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy beserta tamu undangan lainnya.

Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dimulai pukul 10.00 WIT. Upacara berlangsung khidmat dan lancar dan diikuti unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, mahasiswa dan pelajar di Kota Ambon. Teks Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Provinsi Maluku, Edwin Huwae.

Dari pantauan di lokasi upcara, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Maluku berhasil memukau masyarakat dan para undangan yang hadir karena sukses mengibarkan Bendera Merah Putih. Pembawa baki Bendera Merah Putih , Fita Huwae merupakan siswi SMA Negeri Siwalima Ambon (humasmaluku)

 

AMBON,- Gubernur Maluku Irjen Pol. (Purn) Drs. Murad Ismail menyatakan angka kemiskinan di Maluku berangsur turun hingga sebesar 0,16 persen, atau sebanyak 1.600 orang per Juni 2019.

Selain angka kemiskinan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Maluku juga telah terjadi pertumbuhan ekonomi (PE) sampai dengan triwulan II tahun 2019 sebesar 6,09 persen. Begitu pula produk domestik regional bruto (PDRB) Maluku per Juni 2019 mencapai 11,44 triliun rupiah.

“Kepemimpinan saya dan saudara Wakil Gubernur memang baru seumur jagung, tetapi kita patut bersyukur. Hal positif ini merupakan kontribusi semua pihak. Saya berterimakasih atas dukungan dan kerjasama semua pihak di Maluku,” kata Gubernur Maluku dalam pidatonya saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Maluku dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Provinsi Maluku, di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Senin (19/8).

Karena semua bekerja dalam sistem, kata Gubernur, maka keberhasilan yang diperoleh adalah keberhasilan secara sistemik. Untuk itu, sangat penting sekali menjaga disiplin, etika dan etos kerja, sehingga semua unsur yang terlibat dalam sistem dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Karena itu, saya minta agar semua orang tertib dalam sistem. Saya berharap tidak ada yang bermain di luar sistem, apalagi sampai merusak sistem,” tegas Gubernur.

Dalam rentang usia 74 tahun Provinsi Maluku, lanjut Gubernur, berbagai keberhasilan, kegagalan maupun tantangan dan peluang datang silih berganti. “Banyak kesuksesan telah kita raih, tetapi masih banyak juga tugas yang harus kita kerjakan kedepan,” ajak Gubernur.

 

Dikatakannya, visi dan misi Pemerintah Provinsi Maluku sangat jelas, yaitu menginginkan Maluku yang terkelola secara jujur dan bersih. “Kejujuran dan bersih merupakan fondasi utama, karena dengan jujur dan bersih kita bisa melayani masyarakat,” tegasnya.

Mantan Komandan Korps Brimob Polri ini juga mengurai kilas balik, hingar bingar pesta demokrasi Nasional Pemilu 2019 yang cenderung membawa bangsa ini ke dalam potensi perpecahan antar sesama anak bangsa. Makna perbedaan dipertajam sedemikian rupa, dan dapat berimplikasi terjadinya polarisasi dalam masyarakat.

“Kondisi ini harus benar-benar di waspadai bersama agar sebagai bangsa, kita tetap kokoh berdiri di atas Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” pintanya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang terus siaga dalam merawat keamanan dan keutuhan NKRI. “Kita bersyukur, stigma Maluku sebagai wilayah yang aman dan damai tetap terpelihara,”paparnya.

Lebih jauh dikatakan, dari Maluku sudah banyak orang belajar tentang apa itu berdamai. Kenyataan berbicara bahwa perdamaian Maluku sangat istimewa, sebab dibangun di atas dasar saling menerima, walaupun berbeda suku, agama, ras dan warna kulit.

“Di Maluku orang bisa belajar tentang apa itu perbedaan. Inilah warisan berharga yang akan terus membingkai tahun-tahun kehidupan Maluku, masa kini dan masa depan,” kata Gubernur mengingatkan kembali.

Gubernur menambahkan, Pemilu tahun 2019 telah selesai. Hasilnya pun telah diketahui. Kepemimpinan Nasional telah terpilih. Demikian pula Lembaga Legislatif, termasuk DPRD Provinsi Maluku. Ada yang bertahan, tetapi ada juga yang pergi, serta ada anggota baru yang akan bergabung.

“Saya percaya, dimana dan kapanpun saudara-saudara hidup dan berkarya, darma bakti serta pengabdian bagi daerah, bangsa dan negara, akan dikerjakan dengan sebaik-baiknya, Insya Allah, peran dan fungsi setiap orang sangat berarti bagi Maluku,” akunya.

Sebabnya, lanjut Gubernur, membangun Maluku membutuhkan banyak tangan. Membangun Maluku perlu keterlibatan setiap anak bangsa yang ada

“Kita semua adalah pejuang Maluku masa kini, dan kita siap menorehkan sejarah bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Saya sangat yakin, dengan menjaga semangat kesatuan dan persatuan serta persaudaraan. Maluku masa depan akan semakin maju, semakin sejahtera, mampu berkompetisi dan sukses mencapai kemajuan-kemajuan besar,” tandasnya.

Sebelum menghadiri rapat paripurna istimewa DPRD Maluku, Gubernur terlebih dahulu memimpin upacara peringatan HUT Provinsi Maluku ke-74 di Lapangan Merdeka, Ambon. Upacara yang dihadiri Forkopimda dan seluruh ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku itu juga berlangsung lancar dan hikmat. (humasmaluku)


Ambon  - Gubernur Maluku Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail menyerahkan Surat Keputusan (SK) Remisi bagi sebanyak 748 nara pidana (Napi) di Maluku.   Dari ratusan napi yang mendapat remisi itu, tercatat sebnayak  17 orang napi di Maluku mendapat remisi (RU-II) atau langsung bebas. Sedangkan  731 lainnya mendapat remisi (RU-I) atau pemotongan masa tahanan.
Remisi ini diberikan dalam rangka perayaan HUT Proklamasi Ke-74 RI kepada ratusan napi yang tersebar di sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (Rutan) di Maluku.Penyerahan SK remisi bagi 748 orang narapidana itu diserahkan Gubernur Maluku Murad Ismail kepada dua orang narapidana secara simbolis mewakili narapidana yang lain di Lapas Waiheru, Ambon, Sabtu (17/8/2019).


Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail didampingi Wakil Gubernur Maluku, Drs. Barnabas Nathaniel Orno mengunjungi Lapas Waiheru usai pelaksanaan Upacara HUT Peringatan Kemerdekaan RI ke-74.Turut hadir dalam acara tersebut Forkopimda Provinsi Maluku diantaranya, Pangdam XVI Mayjen TNI Marga Taufiq, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Triyono Hartanto, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dan Rektor Unpatty, J. Sapteno. Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Maluku Andi Nurka dalam kesempatan itu menjelaskan, berdasarkan data tanggal 16 Agustus 2019 kapasitas hunian lapas, rutan, dan cabang rutan di Maluku sebanyak 1.315 orang.  Sedangkan jumlah isi lapas dan rutan saat ini sudah melebihi, yakni sebanyak 1.412 orang.


"Rinciannya, status narapidana sebanyak 999 orang, tahanan 413 orang, terdiri dari anak 18 orang, wanita sebanyak 87 orang, pria 1.307 orang," ujarnya.
Mereka ini tersebar di empat lembaga pemasyarakatan, satu lembaga pembinaan khusus anak, dua rutan, dan delapan cabang rutan yang ada di wilayah ini.
Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly dalam sambutannya yang disampaikan Gubernur Maluku, Murad Ismail mengatakan, pemberian remisi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak warga binaan pemasyarakatan.


Remisi, kata Yosonna,  merupakan apresiasi negara terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah berhasil menunjukan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup, mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional.
Menurut Yosonna, kondisi lapas/rutan saat ini mendapat perhatian serius dari pemerintah.  Kondisi lapas/rutan yang kelebihan penghuni diatas 100%, saat ini menjadi sumber segala permasalahan, bahkan terkadang menjadi alasan “pembenar” terhadap terjadinya penyimpangan-penyimpangan di lapas/rutan.
“Kita harus membangun awareness, agar tidak selalu menjadi bulan-bulanan. Langkah-langkah dan upaya pembenahan melalui program Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan harus terus dilakukan,” kata Laoly.


Program Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, sangat sesuai dengan tema perayaan ke-74 Hari Kemerdekaan RI yaitu ”SDM Unggul Indonesia Maju”, dimana sama-sama memiliki fokus dengan upaya peningkatan kualitas SDM.


Menetri  menjelaskan, revitalisasi penyelengaraan lembaga pemasyarakatan, yang menjadi pilihan untuk solusi penyelesaian permasalahan-permasalahan pemasyarakatan harus mampu menyentuh berbagai program pembinaan, sehingga dapat mengantarkan mereka menjadi manusia yang berkualitas, terampil dan mandiri.
 “Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas SDM, saat ini kita harus memandang persoalan kelebihan isi penghuni dari sisi yang berbeda, yaitu sebagai modalitas utama dalam pembangunan nasional,” jelasnya.

 


Oleh karenanya, peran strategis jajaran pemasyarakatan dalam peningkatan kualitas hidup, penghidupan dan kehidupan bagi warga binaan pemasyarakatan menjadi urgen.  
Masih kata  menteri, warga binaan pemasyarakatan di lapas/rutan saat ini adalah SDM yang masih terabaikan.  Kelebihan isi penghuni menunjukan bahwa lapas/ rutan sebenarnya memiliki aset dan potensi yang luar biasa untuk mendukung berjalannya kegiatan yang bersifat massal, seperti kegiatan ekonomi kreatif.
“Untuk itu melalui pemberian remisi ini diharapkan seluruh warga binaan pemasyarakatan agar selalu patuh dan taat pada hukum/norma yang ada sebagai bemtuk taggungjawab baik kepada Tuhan Maha Pencipta maupun kepada sesama manusia,” harap Laoly.


Menteri Yasonna menambahkan, salah satu potensi yang dapat digali adalah industri kreatif yang terkait dengan kebudayaan dan kearifan lokal yang tersebar di provinsi di Indonesia.  Modal kebudayaan dan kearifan lokal tersebut dapat menjadi sumber kekuatan industri kreatif yang tidak dimiliki bangsa lain.
Selain itu, pembinaan kepribadian dan kemandirian harus dijadikan sebagai tolak ukur sukses jajaran dalam mengantarkan warga binaan pemasyarakatan menjadi manusia yang taat dan mandiri, sehingga bisa hidup lebih baik lagi, dan dapat ikut serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Lapas, kata dia, harus ditransformasi menjadi institusi yang mampu menyiapkan masyarakat tangguh, berketerampilan, dan memiliki produktivitas tinggi, siap berkompetisi dalam persaingan global, utamanya melalui Lapas minimum security.


Program tersebut, jelas Laoly, dapat dielaborasi dengan menggerakkan roda perekonomian melalui sektor industri kecil dan menengah dalam kerangka pembangunan nasional, sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan pendapatan negara bukan pajak sebagai bentuk kontribusi jajaran pemasyarakatan kepada negara.
Untuk itulah, kondisi kelebihan isi penghuni, sebutnya, tidak boleh lagi dipandang sebagai kelemahan atau sumber segala permasalahan di lapas/Rutan, tetapi harus dikelola dan dimanfaatkan menjadi kekuatan tersendiri, jadikan sebagai peluang dan tantangan untuk berkontribusi positif.
“Dengan memiliki human capital yang besar, lapas/rutan harus mampu mentransformasikan potensi ini menjadi kegiatan ekonomi kreatif,” tandas menteri Laoly (humasmaluku)

Friday, 16 August 2019 00:40

PKK Maluku Harus Didukung Semua OPD


AMBON,- Keberadaan Tim Penggerak PKK (TP-PKK) yang merupakan organisasi bentukan pemerintah dinilai memiliki visi dan misi sangat mulia dalam membantu pemerintah daerah mensejahterakan masyarakat. Apalagi PKK, merupakan organisasi  yang ada hingga ke pelosok desa dan sering bersentuhan langsung dengan masyarakat.   
Berkaitan dengan hal itu, Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail berharap adanya dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku  untuk mendukung program Tim Penggerak PKK,  Provinsi Maluku.

“Saya tekankan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan seluruh Kepala Dinas, semua kegiatan PKK harus kita dukung,” demikian disampaikan Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail saat menyampaikan sambutan pada Pelantikan Pengurus TP PKK Provinsi Maluku masa bhakti 2019-2024, di Lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Jumat  (16/8).

Dirinya berharap PKK yang baru dilantik, untuk tetap konsisten menjadikan PKK sebagai wadah untuk menaungi dan mengayomi kaum perempuan dan keluarga yang ada di daerah Maluku.

Untuk itu, berkaitan dengan pelantikan pengurus TP PKK, mantan Komandan Korps Brimob Polri ini menyampaikan beberapa poin penting. Antaranya, pertama, pelantikan sebuah organisasi merupakan bagian dari dinamika perkembangan organisasi, hal itu searah dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Demikian pula dengan PKK yang selama ini telah menunjukan peran dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ungkap gubernur.

Kedua, melalui pelantikan pengurus PKK Provinsi Maluku yang baru,  diharapkan dapat melakukan terobosan-terobosan inovatif yang mampu menumbuhkan spirit baru dalam jajaran PKK Provinsi Maluku, sehingga PKK Provinsi Maluku menjadi organisasi yang makin dewasa dan mampu melihat jauh kedepan sebagai perekat persatuan dan kesatuan serta berupaya meningkatkan kualitas sumber daya anggotanya, guna mensejahterakan anggota PKK beserta keluarganya.

Ketiga, pengurus yang baru diharapkan dapat benar-benar melaksanakan amanat organisasi yang telah dipercayakan.

Kedepan, tambah  gubernur, PKK harus mampu mengakomodir seluruh instansi perempuan di daerah ini agar berkreasi dan berinovasi.

“Saya juga berharap kiranya TP PKK Provinsi Maluku terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan keluarga besar Maluku yang maju dan sejahtera, yang bermuara pada pencapaian visi misi pemerintah daerah Maluku yakni Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani, terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan,” tandas gubernur.

Sebelum mengkahiri sambutan,  gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Pengurus PKK periode lalu, atas dharma bakti dan pengabdiannya yang telah disumbangkan bagi organisasi PKK.

“Selanjutnya bagi pengurus yang baru dilantik, saya mengucapkan selamat bekerja dan selamat berjuang,” tandas gubernur.

Usai Acara Pelantikan, Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Ny. Widya Murad Ismail beserta anggota PKK lainnya mengadakan pertemuan berupa silaturahim dengan pers di Maluku. Selain silaturahim, pertemuan tersebut juga dalam rangka meminta dukungan pers dalam mendukung program/kegiatan PKK.

Sebagaimana diketahui, banyak kegiatan yang sudah dilakukan PKK dalam rangka mendukung pemerintah.

Diantaranya, pembagian paket sembako bagi warga kurang mampu, kegiatan Bhakti Sosial Pengobatan dan Sunatan Massal bagi warga sekitar Air Besar dan Wara, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau. (humasmaluku)



Ambon,- Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail, mendukung penuh kreativitas pemuda dan masyarakat jalan baru, dalam upaya menjadikan jalan baru sebagai tolak ukur model pemukiman, yang baik, bersih dan ramah.

“Sebagai Pembina saya mendukung penuh kreativitas pemuda dan masyarakat jalan baru,” ungkap Gubernur dalam sambutannya saat mengunjungi dan melihat langsung Creative Festifal yang diselenggarakan para pemuda, Senin malam (12/8) di Jalan Baru, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya jalan baru merupakan sebuah Kawasan kumuh di tengah Kota Ambon, yang kini oleh para pemuda disulap menjadi sebuah kawasan yang indah dan menarik untuk dikunjungi.

Melalui, Djalan Baroe Creative Festival 2.0 yang telah diselenggaralan selama dua tahun terakhir menyongsong 17 Agustus, kawasan tersebut telah menjadi kawasan yang indah dan dipenuhi berbagai jajanan makanan yang dijual warga.   

Gubernur di dampingi istri, Ny. Widya Murad Ismail, tiba sekitar pukul 21.00 wit dan disambut meriah warga dengan tarian hadrat.  

Gubernur dan istri menyempatkan diri  menikmati jajanan berupa  iga bakar yang dijual warga.  Tampak pula wistawan asing yang turut menikmati  jajanan dan keindahan setiap Lorong kawasan tersebut.


Gubernur menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan creative festival yang diselenggarakan.

“Saya menyambut baik penyelenggaraan Creative Festival ini, karena meskipun saya tinggal di Waihaong, tetapi tempat bermain saya di Jalan Baru ini,” kata gubernur.
Dikatakan, jalan baru yang dulunya perkampungan kumuh kini bisa berubah menjadi perkampungan modern.

Untuk itu, sebagai Pembina dirinya mendukung penuh kreativitas pemuda dan masyarakat jalan baru, dalam upaya menjadikan jalan baru sebagai tolak ukur model pemukiman, yang awalnya kumuh di tengah Kota Ambon menjadi baik, bersih dan ramah.

“Atas inisiatif pemuda dan warga jalan baru, sehingga jalan baru terus berbenah,”ungkapnya.

Olehnya itu, gubernur berharap adanya dukungan dari seluruh pihak, khususnya Pemerintah Provinsi dan Kota Ambon untuk meningkatkan sarana dan prasarana yang mendukung keberlanjutan dan kesinambungan program yang telah dilakukan selama ini.

Di lain sisi, gubernur juga mengingatkan, upaya lain yang mesti diperhatikan oleh para pemuda dan masyarakat jalan baru adalah soal sampah di sungai yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga.

“Harus ada solusi dan komitmen bersama antara masyarakat, Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku untuk kepentingan lingkungan dan zonasi Jalan Baru sebagai wilayah bebas sampah,” ucapnya.

Dirinya juga sangat mengharpkan agar pemuda jalan baru  untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), karena ini penting dalam rangka untuk mendukung visi Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon, sehingga kedepan Provinsi Maluku dan Kota Ambon dapat sejajar dengan daerah lain di Indonesia.

Mengakhiri sambutannya, gubernur juga berharap, agar kegiatan seperti Jalan Baru Creative Festival ini,  bukan saja dilaksanakan di jalan baru tetapi juga dapat dilaksanakan di tempat lain, bahkan bila perlu menjadi agenda Pemerintah daerah.  (humasmaluku)



AMBON - Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) harus dijadikan sebagai proses pembinaan dan pengembangan prestasi atlet dan seniman Maluku. Harapan ini disampaikan Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, M. Saleh Thio, saat membuka Porseni Lomba Lari 10 Km dan Final Lomba Nyanyi Tunggal tingkat SMA/SMK/Ma se-Kota Ambon tahun 2019 di Taman Budaya Ambon, Senin (5/8).

“Saya minta lembaga pemerintah maupun swasta yang bergerak di bidang olahraga dan seni, agar menjadikan kegiatan Porseni sebagai proses pembinaan dan pengembangan prestasi atlet Maluku, sekaligus mendorong lahirnya seniman berdaya saing dalam industri musik Indonesia,” harapnya.

Pada kesempatan itu, mantan Dankor Brimob Polri ini juga meminta agar Dinas Pemuda dan Olahraga selaku instansi teknis, dapat terus menggerakkan dan mengembangkan olahraga untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama Maluku di pentas nasional.

“Dinas Pemuda dan Olahraga harus terus membina dan mengembangkan kreatifitas pemuda yang berdaya saing,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan, bahwa pembinaan dan pengembagan kompetensi anak-anak perlu dilaksanakan dan dilanjutkan supaya pada waktu mendatang kita telah menabur benih yang akan tumbuh subur menjadi pohon yang kokoh.

“Ini tanggung jawab sebagai orang tua dan institusi teknis untuk selanjutnya diwariskan kepada generasi mendatang dalam menggapai bintang di lapangan, di panggung seni, serta tetap berpretasi di sekolah,” tandas Gubernur.

Lebih lanjut, dikatakan, para guru serta pembina olahraga dan seni perlu didorong untuk terus memacu anak didiknya agar dapat berprestasi di bidang masing-masing, dan mereka juga harus tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan mandiri.

“Generasi muda harus berprestasi, memiliki kepribadian yang kuat, dan tidak mudah dipengaruhi akibat dari perkembangan teknologi dan komunikasi yang sangat massif,” tukas Gubernur.

 



Untuk itu, Porseni Lomba Lari 10 Km dan Final Lomba Nyanyi Tunggal ini, dapat dimanfaatkan sebagai kesempaatan meningkatkan kualitas atlit dan seniman muda guna memacu prestasi dan profesionalisme di bidang olahraga dan seni.

Hal ini penting dilakukan, lanjut Gubernur, karena generasi saat ini yang kerap disebut sebagai generasi milenial, sangat tergantung pada kemajuan teknologi yang memberikan kemudahan akses secara global. Dampaknya bisa positif, juga negatif.

“Tanpa kita sadari banyak faktor baik positif maupun negatif turut masuk membentuk karakter anak-anak. Mereka sangat tergantung dengan teknologi yang bisa mengakibatkan nilai etika dan moral hilang walaupun secara positif dari sisi informasi dan komunikasi, terasa sangat mudah dan cepat,” kata Gubernur mengingatkan. (humasmaluku)

Thursday, 08 August 2019 02:18

MALUKU DAPAT BANTUAN KAPAL FERRY 1500 GT



AMBON,- Provinsi Maluku memperoleh bantuan dari Pemerintah Pusat berupa satu unit kapal ferry berukuran besar yakni dengan bobot 1500 GT (Gross Tonnage). Kapal ferry ro-ro yang diberi nama KMP Bahtera Nusantara 02 itu, telah diluncurkan pengapungannya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/8).

Dirut PD. Panca Karya Rusdy Ambon, membenarkan kapal ferry yang akan diperuntukkan melayani pelayaran angkutan penyeberangan di Provinsi Maluku itu telah diluncurkan, dan tidak lama lagi akan melayari perairan Maluku.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, setelah diluncurkan dan di uji coba hari ini, KMP Bahtera Nusantara 02 dengan bobot 1500 GT ini dapat langsung diserahkan ke Pemerintah Provinsi Maluku untuk segera melayari angkutan penyeberangan di Maluku,” kata Rusdy di ruang kerjanya, Kamis (8/8).

Sebelumnya, saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2017 yang puncak acaranya diadakan di Kota Ambon, Presiden RI Joko Widodo meresmikan sejumlah proyek infrastruktur di Provinsi Maluku. Saat itu, Presiden juga meresmikan dua kapal ferry ro-ro, KMP Tanjung Sole dan KMP Lelemuku. Kedua kapal ferry ini masing-masing berkapasitas 500 GT. Saat ini Tanjung Sole melayari Namlea-Manipa-Waesala, sedangkan Lelemuku melayari lintasan Saumlaki-Adaut-Letwurung.  

“Saat peresmian itu, Presiden melihat kondisi Maluku masih membutuhkan kapal yang lebih besar. Beliau lalu berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan agar diprogramkan,” kata Rusdy.

Pembuatan kapal ferry di galangan kapal milik PT Dumas Tanjung Perak Shipyards, Surabaya, itu kini telah rampung dan diluncurkan pengapungannya untuk dapat diuji-coba pelayarannya. Rusdy menyebutkan, bpercepatan realisasi program bantuan kapal ini dapat segera terlaksana, berkat koordinasi Gubernur Maluku Irjen Pol. (Purn) Drs. Murad Ismail dengan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi.

“Peluncuran ini dapat terlaksana berkat hasil koordinasi Pak Gubernur yang langsung bertemu Pak Menteri Perhubungan, sehingga ditindaklanjuti sesuai dengan program 100 kerja beliau di Dinas Perhubungan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, luas perairan Maluku yang sangat besar ini membuat kehadiran KMP Bahtera Nusantara 02 sangatlah strategis. Untuk rute pelayarannhya, pihak Pemerintah Provinsi Maluku akan melihat lagi daerah-daerah yang sangat membutuhkan kehadirannya.

“Mudah-mudahan kedepan Pak Gubernur bisa berkoordinasi untuk mendapatkan tambahan kapal lagi. Pengelolan kapal ferry ini akan ditangani perusahaan daerah, namun kami menunggu arahan dan petunjuk dari bapak Gubernur juga,” tandasnya (humasmaluku)



AMBON,- Gubernur Maluku Irjen Pol. (Purn) Drs. Murad Ismail menyerahkan, sapi kurban dari Presiden RI Joko Widodo dan sapi kurban darinya, yang diterima langsung Imam Besar Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Ustadz Hasanussi, Sabtu (10/8).

Gubernur mengatakan, berkurban tidak harus dengan kegiatan formal seperti penyerahan hewan kurban secara simbolis. Esensi dari berkurban, kata dia, adalah memberi, berbagi dan meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

“Mari kita ambil hikmah dari kegiatan berkurban. Ibadah kurban ini bagi saya, intinya memberi dan berbagi. Kalau tanpa adanya keinginan yang ikhlas, kita tidak akan mendapat nilai pahala dan ibadahnya,” katanya.

Sapi jenis kurban pemberian Presiden adalah sapi jenis Ongole dengan berat 850 kilogram. Sedangkan sapi kurban dari Gubernur juga dari ras Ongole dengan bobot 800 kilogram.

Kepala Biro Kesra Setda Maluku, Poppy Bachmid, dalam laporannya kepada Gubernur menyampaikan, semua herwan kurban ini sudah diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan. Khusus untuk sapi kurban Presiden bahkan turut melibatkan Staf Kepresidenan untuk turun langsung ke lokasi penampungan, sehingga sapi tersebut benar-benar pilihan dan steril dari berbagai penyakit.

“Hewan kurban ini telah diperiksa oleh dokter hewan, dan telah dikeluarkan surat kesehatan hewan sehingga aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Dijelaskannya, sapi yang disumbangkan Presiden dan Gubernur merupakan hasil Program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab). Program ini tujuannya mengakselerasikan percepatan pemenuhan populasi sapi potong. Siwab mencangkup dua program utama yaitu Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (Inka).

Selain menyerahkan sapi kurban dari Presiden dan sapi kurbannya, Gubernur juga menyerahkan secara simbolis hewan kurban Pemerintah Provinsi Maluku. Jumlah hewan kurban yang disalurkan Pemerintah Provinsi Maluku terdiri atas 32 ekor sapi dan 48 ekor kambing. Hewan-hewan kurban ini juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat.

"48 ekor kambing sudah diserahkan pada yang berhak menerima pada hari Jumat kemarin di pelataran Islamic Centre," kata Bachmid (humasmaluku)



WASHINGTON DC,- Hadir sebagai visitor di Jambore Pramuka Dunia tahun 2019 yang dipusatkan di Charleston, West Virginia, Amerika Serikat (AS), Gubernur Maluku Irjen Pol. (Purn) Drs. Murad Ismail, lantas tidak menyia-nyiakan kehadirannya di negeri Paman Sam itu.

Sedikitnya, ada 30 investor asal AS yang sudah menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di Maluku. Dubes RI untuk AS, Mahendra Siregar, pun siap membantu memfasilitasinya.

"Mudah-mudahan kehadiran saya di AS atas undangan menjadi Visitor di Jambore Pramuka Dunia, juga bisa membuka peluang investasi di Maluku. Sedikitnya, ada 30 investor AS yang sudah tertarik berinvestasi di Maluku," kata Gubernur saat dihubungi Humas Pemprov Maluku via WhatsAap, Kamis pagi (1/8).

 



Setelah bertemu dan dijamu oleh Konjen RI di Chicago, dilanjutkan pertemuan dengan Duta Besar RI untuk AS di Washington DC, rencananya hari Jumat (2/8) besok, Gubernur akan bertemu sejumlah investor yang difasilitasi oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Business Council for International Undestanding (BCIU) di New York. BCIU adalah organisasi yang dibentuk oleh Presiden AS, Dwight Eisenhower, tahun 1955, untuk mendukung perdagangan international.

"Sejumlah investor asal AS tertarik untuk bertemu. BCIU dan BKPM akan membantu memfasilitasinya. Pertemuan ini sekaligus mendengar bidang-bidang apa saja yang akan diminati," kata Gubernur.

Diakuinya, kekayaan alam Maluku baik sektor kelautan dan perikanan, sektor kehutanan, sektor energi dan sumberdaya alam mineral, hingga sektor pariwisata, menjadi daya tarik tersendiri.

"Saya berharap, hasil dari kunjungan ke AS ini juga bisa membawa investor ke Maluku. Dubes RI Pak Mahendra Siregar sangat antusias, dan beliau siap memfasilitasi pembangunan Maluku. Di depan Pak Dubes saya juga menyampaikan siap memfasilitasi kepentingan investor," jelasnya.

 



Gubernur Maluku, Murad Ismail, diundang ke Jambore Pramuka Tingkat Dunia atau biasa disebut Jambore Dunia ke-24 Tahun 2019 di The Summit Betchel Reserve, West Virginia, AS.

Jambore Dunia tersebut diselenggarakan pada 22 Juli sampai 2 Agustus 2019. Bukan berarti, seluruh kegiatan jambore wajib dihadiri oleh visitor. Selain Gubernur Maluku, hadir pula Gubernur Jambi dan Gubernur Papua Barat sebagai visitor dalam kegiatan internasional yang digelar setiap empat tahunan tersebut. Menghadiri kegiatan Jambore Dunia itu, Gubernur didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku Semmy Huwae.

Berkesempatan hadir di AS, selain untuk memenuhi undangan Jambore Dunia sekaligus menjejaki peluang berbisnis bagi pengusaha setempat, Gubernur juga menyempatkan diri menjumpai dan berdialog dengan warga diaspora Maluku di Washington DC, serta warga Maluku di Rockville, kota yang terletak di distrik Montgomery County, Maryland, AS. (humasmaluku)

 

Page 7 of 63

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

 

GPR

 
Top