Berita Lowongan Kerja Terbaru

Admin

 


AMBON,- Tahun 2020 mendatang, Maluku menjadi tuan rumah pelaksanaan Utsawa Dharmagita (UDG) Tingkat Nasional XIV yang merupakan ajang lomba nyanyian suci keagamaan Hindu se-Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Bimbingan Masyarakat (BINMAS) Hindu Departemen Agama RI, Prof. Drs, I Ketut Widnya saat bertemu dengan Wakil Gubernur Maluku, Drs. Barnabas Orno, Jumat (17/5) di Kantor Gubernur Maluku.

Dirjen didampingi Kakanwil Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)  Maluku, I Nyoman Sukadana dan beberapa tokoh umat Hindu.

Wagub menyambut dengan gembira even Utsawa yang akan dilaksanakan di Maluku.

“Ini menjadi tanggungjawab pemerintah daerah untuk mensukseskannya. Dan terkait dengan kesiapan-kesiapan akan dibicarakan dengan Sekda nantinya,” ungkap Wagub.

Usai pertemuan, dirjen mengatakan, kedatangan pihaknya untuk mengkoordinasikan pelaksanaan Utsawa dengan pemerintah provinsi Maluku sebagai tuan rumah.  

“Kami datang untuk mohon ijin sekaligus kesediaan pemerintah daerah,” kata dia.

Sebelumnya, pihaknya sudah menemui gubernur Maluku untuk menyampaikan hal tersebut.  

“Kami juga sudah menyampaikan kepada bapak gubernur waktu buka puasa bersama terkait pelaksanaan Utsawa ini,” ungkapnya.

Penetapan Maluku sebagai tuan rumah, kata dirjen, telah diputuskan pada rapat Nasional Lembaga Pengembangan Dharmagita (LPDG) di Bali beberapa waktu lalu dan telah menyepakati Provinsi Maluku untuk menjadi tuan rumah UDG Tingkat Nasional XIV Tahun 2020.
 
“Alasan Maluku masuk jadi tuan rumah, karena Maluku sudah biasa melaksanakan even-even nasional keagamaan.  Selain itu kesiapan tempat atau lokasi serta sarana dan prasarana,” paparnya.  

Masih kata Widnya, penetapan Maluku sebagai tuan rumah ini sudah disampaikan pada pemerintah provinsi Maluku.

“Pada saat itu masih gubernur yang lalu (Said Assagaff) sudah menyetujui. Tapi karena ada pergantian kepemimpinan, sehingga kami ke sini lagi untuk Nun Sewu lah ke bapak gubernur untuk kami bisa melaksanakan even ini,” ucap Widnya.

Penyelenggaraan even nasional ini melibatkan banyak sektor dan dari segi pendanaan.  Oleh karena itu, sebagai tuan rumah penyelenggara, harus membuat surat secara resmi yang ditujukan ke Kementerian Agama.

“ Yang menjadi tuan rumah, pertama, kami mohon surat tertulis dari pemda untuk kami jadikan dasar laporan kepada pak Menteri. Kegiatan ini kan selain melibatkan banyak sektor juga penggunaan dana, sehingga harus ada persetujuan dari Menteri. Pada intinya ini yang ingin kami sampaikan,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Widnya, untuk teknis kegiatan akan dibentuk panitia baik di daerah maupun di pusat.  

“Jadi nantinya  ada panitia daerah dan panitia pusat, sehingga teknis kegiatan akan dibicarakan oleh panitia,” imbuhnya.

Terkait dengan penyelenggaraan Utsawa, pihaknya sangat berharap dukungan dari Pemda Maluku, sehingga even keagamaan ini dapat berjalan dengan lancar dan baik.

Sementara itu,  Ketua PHDI Maluku I Nyoman Sukadana mengatakan, pihaknya mendapat dukungan yang luar biasa ketika mengajukan diri menjadi tuan rumah.

“Dukungan yang luar biasa bagi kami, tentu saja dari pemerintah provinsi, DPRD, Kanwil Agama. Dari MUI, Sinode, Keuskupan dan Walubi. Semuanya memberikan dukungan dan ini tidak akan pernah kita temukan di tempat lain, sehingga ini menjadi modal bagi umat Hindu di Maluku bisa melaksanakan even seperti ini,” ungkap Sukadana.

Diakuinya, dari data yang ada, jumlah Umat Hindu di Maluku berkisar 15 ribuan.

“Itu (jumlah umat) sedikit. Tetapi semangat untuk mensukseskan even keagamaan dengan dasarnya pela gandong, kita semua bersaudara disini. Itu yang membuat kami tidak pernah merasa sendiri untuk melaksanakan Utsawa,” tandas Sukadana. (**)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)

Friday, 17 May 2019 05:31

Surat Penyampaian KM 106 TAHUN 2019

 

Surat Penyampaian KM 106 TAHUN 2019

 

 

Inilah kedua peserta prioritas Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2019 beserta daftar rekapitulasi nilai dalam seleksi yang dilaksanakan @pcmimaluku .
1. Lifia Saputri Abdul Gani (Program Korea Selatan)
2. Reiwind Heince Tutuiha (Program Australia)
Masing-masing dari mereka akan dipersiapkan untuk nantinya menjadi delegasi dari Maluku di Kemenpora RI nanti sebelum akhirnya dikirim ke Negara Program pertukaran pemuda masing-masing negara mereka terpilih (Korea Selatan - Australia)

sukses untuk para peserta prioritas dan bagi kamu yang belum lolos masih ada kesempatan di waktu berikutnya.

@kemenpora
@nahrawi_imam
@pcmi_pusat

#pertukaranpemudaantarnegara#ppan2019 #kemenpora #pcmi

 

 (sumber : https://www.instagram.com/p/BwswBUkAaIA/?igshid=nzqlhmc8ht4k )

 

 

Selamat atas suksesnya Seleksi Peserta Kapal Pemuda Nusantara 2019 Provinsi Maluku .
Inilah nyong dan nona Maluku yang telah lulus seleksi @dpdkakpnmaluku :
1. Asmarita Letahiit
2. Robert M. Rahakbauw
3. Rahmawati Rehadat

Semoga Sukses bawa prestasi sebagai delegasi Maluku dalam kegiatan Kapal Pemuda Nusantara 2019 dan bagi kamu yang belum lolos masih ada kesempatan di waktu berikutnya.

@kemenpora 
@nahrawi_imam
@kakpn 
#kapalpemudanusantara#kpnmaluku2019 #KPN2019

 

 

(sumber : https://www.instagram.com/p/Bwsq-GMgobz/?igshid=9ebf45qzjbdz )

 

 

Wednesday, 15 May 2019 23:45

Gubernur Dikukuhkan Sebagai Upu Latu

 



AMBON- Perayaan HUT pahlawan nasional Thomas Matulessy alias Kapitan (panglima perang) Pattimura ke-202, Rabu (15/5) di Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, diwarnai pengukuhan Gubernur Maluku, Murad Ismail sebagai Upu Latu (pemangku adat tertinggi) di Maluku. Selain gubernur, wakil gubernur Maluku, Barnabas Orno juga menerima gelar adat Upu Pati Siwalima.  

Pengukuhan di pusatkan di Lapangan Monumen Pattimura, dilakukan oleh Majelis Latupati (pemangku adat) Maluku yang ditandai dengan pemasangan kain bahu berwarna merah melambangkan tanggungjawab. Dilanjutkan dengan pemasangan kain ikat pinggang berwarna merah melambangkan kesiapan seorang pemimpin besar untuk siap tampil berjuang melaksanakan tugas dan panggilan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat Maluku. Selanjutnya pemasangan topi adat kebesaran berwarna putih, melambangkan kesucian dan kebesaran, kehormatan, kewibawaan, kekuasaan dan kepemimpinan masyarakat adat Maluku. Dan penyerahan tongkat parenta kepada Upu Latu Siwalima melambangkan mempersatukan dalam kebersamaan guna melihat kepentingan serta kesejahteraan masyarakat adat Maluku.  

Keputusan Majelis Latupati Provinsi Maluku Nomor 01/SK/ML/05/2019 tentang penganugerahan adat kepada gubernur dan wakil gubernur Maluku diberikan dengan tujuan kedua pimpinan daerah tersebut dapat melaksanakan perlindungan serta kesejahteraan bagi masyarakat adat siwalima khususnya di bumi Maluku yang dkenal dengan bumi raja-raja sesuai makna gelarnya.

Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan ucapan terima kasih atas penganugerahan Gelar Upu Latu Maluku kepada dirinya.

“Semoga gelar ini bisa menjadikan Beta semakin Kabaressy untuk bangun Maluku,’’ kata gubernur.

Usai pengukuhan sebagai Upu Latu, dilanjutkan dengan Upacara peringatan HUT Pattimura dimana gubernur bertindak sebagai Inspektur upacara.

Prosesi peringatakan HUT dirangkaikan dengan peletakan Karangan Bunga oleh Upu Latu Upacara (gubernur Maluku) dan ahli waris di tugu Monumen Kapitan Pattimura.  Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Obor Pattimura dari Camat Saparua, A. Pattiasina kepada Bupati Maluku tengah, Abua Tuasikal dari Gunung Saniri yang diarak para pemuda ke lapangan Pattimura sebagai lokasi perayaan yang dilatarbelakangi benteng Duurstede dan diaroma Pattimura untuk diserahkan kepada Upu Latu Upacara untuk dinyalakan ke obor induk dalam rangka perayaan HUT pahlawan nasional Kapitan Pattimura.

Sebagaimana diketahui, prosesi pembuatan obor Pattimura di Gunung Saniri sebagai tempat musyawarah sebelum Pattimura dan kawan-kawan menyerang Benteng Duurstede di Saparua sebagai tongkat perjuangan melawan kolonialisme penjajah Belanda pada 1817.

Hadir dalam peringatan HUT Pattimura dan Pengukuhan diantaranya Forkopimda Provinsi Maluku, Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal,  Pimpinan Umat Beragama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat.

Dalam sambutan Gubernur mengatakan, sejarah mencatat, bahwa begitu penting dan berharganya Maluku dalam peta Geo-Ekonomi dunia, maka Maluku merupakan daerah tujuan utama datangnya para penjajah di Nusantara dan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang banyak dijajah oleh pelbagai bangsa di dunia dan memakan waktu paling lama, yaitu: Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang.

Menyadari hak dan kedaulatan negerinya dirampas oleh penjajah Belanda saat itu, Kapitan Pattimura terpanggil jiwa patriotisnya untuk berjuang mempertahankan hak dan kedaulatan negerinya. Karena Pattimura adalah orang yang tahu dan mengerti akan hak-hak bangsanya, serta Pattimura punya visi besar untuk membangun bangsanya.
Gubernur menjelaskan, bahwasannya, tanah airnya yang terdiri dari gunung dan tanjung, laut yang membentang luas tempat hidup pelbagai Biota laut, hutan yang subur yang ditumbuhi pelbagai aneka Flora dan Fauna serta dihiasi oleh bau harum semerbak Cengkeh, Pala dan Fuly, bukan sekedar kekayaan, tetapi selain sebagai sumber kesejahteraan, juga merupakan simbol identitas kultural, serta simbol martabat dan kedaulatan negeri ini.
Olehnya itu, sebut gubernur, tak mengherankan jika para sejarawan mengatakan, perjuangan kapitan Pattimura adalah salah satu sumber inspirasi lahirnya pelbagai perlawanan dan perjuangan di pelbagai daerah di Indonesia untuk merebut dan mempertahankan kedaulatannya bangsanya.


Masih kata gubernur, Kapitan Pattimura alias Thomas Matulessy merupakan seorang laki-laki Kabaressi gagah berani yang rela berkorban untuk emansipasi (kebangkitan) harkat dan martabat bangsanya.

“202 tahun sudah perjuangan Pattimura, tetapi api perjuangannya selalu menyala. Dia telah mengajarkan kepada kita tentang makna dan arti penting menjadi seorang pejuang, bukan seorang pecundang. Pejuang yang rela mengorbankan seluruh jiwa raga untuk bangsanya, pejuang yang lebih mementingkan kepentingan bangsanya lebih dari kepentingan diri dan kelompoknya, pejuang yang selalu mau mengayomi, bukan sekedar mau diayomi, pejuang bukan mau dilayani tetapi melayani, pejuang yang yang berjiwa besar dan punya punya mimpi besar untuk bangsanya,” kata gubernur.

Gubernur juga mengingatkan tentang semangat patriotisme dan nasionalisme yang boleh dikatakan sedang berada di titik Nadir.

“Betapa nyaris, arus besar neo-liberalisme dan neo-kapitalisme telah melunturkan kabanggaan identitas kebudayaan kita sebagai orang Maluku dan bangsa Indonesia, dan bangga dengan menggunakan identitas orang lain,” ingatnya.

Bukan hanya itu, sebut gubernur, pergeseran nilai-nilai budaya juga punya dampak yang sangat signifikan terhadap rapuhnya ikatan-ikatan hidop orang basudara atau solidaritas sesama anak bangsa.

“Apalagi, dalam beberapa waktu terakhir, khususnya pada saat Pilpres dan Pileg 2019 ini hoax dan ujaran-ujaran kebencian bertebaran dengan bebas di media sosial, membuat kita terpolarisasi.  Bukan hanya itu, politik identitas juga berdampak pada upaya mempertentangkan agama dan negara atau agama dan Pancasila. Karena bagi kita bangsa Indonesia, tidak ada pertentangan antara agama dan negara. Bahwasanya semua agama di Indonesia telah final menerima Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap gubernur.
Masih kata gubernur, secara lokal, pergeseran nilai-nilai budaya juga berdampak pada masih sering terjadinya konflik antar negeri atau kampung, seperti antara negeri Latu, Hualoy dan Tomalehu.
“Padahal katong samua orang basudara.” ingatnya.
Olehnya itu, melalui momentum HUT Pattimura dirinya mengajak, gelorakan kembali jiwa kepahlawanan Kapitan Pattimura untuk berjuang dan berani berkorban untuk membangun daerah ini.
“Hilangkan egoisme dan primordialisme sempit berdasarkan kelompok, kampung dan agama serta perkuat spirit kebersamaan sesama orang basudara,”imbaunya.
Gubernur juga menegaskan bahwa, perjuangan saat ini bukan lagi melawan penjajah dengan parang, tombak atau senjata, tetapi perjuangan saat ini yaitu, bagaimana bangun dan kembangkan pertalian sejati sesama orang basudara untuk bakukele, Masohi dan Badati bangun Maluku yang maju dan sejahtera dan berdaulat.
“Sesuai tema HUT yaitu ”Kita Lestarikan Budaya Maluku Guna Memperkokoh Kehidupan Orang Basudara Bangun Maluku Yang Aman Dan Sejahtera,” tandasnya. (**)

 (sumber dan Foto : Humas Setda Maluku)

Friday, 10 May 2019 00:30

Wagub Maluku Buka MMF Art Champ 2019

 

Ambon, InfoPublik - Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno membuka puncak acara Maluku Mural Festifal (MMF) 2019 yang dikenas dalam Art Champ, di Pattimura Park, Kamis (9/5/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Biro Hukum dan HAM Setda Maluku ini sebagai bentuk sosialiasi  menyebarluaskan isu akan Hak Asasi Manusia (HAM) kepada masyarakat.

Kegiatan MMF ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah ekshibisi mural yang sudah berlangsung pada 25 -27 Maret di SMA Kristen, dan yang kedua pada  22-25 April tersebar di pusat Kota Ambon yakni di Fardeis Tengah, Jln. Anthoni Reebok, Tanah Tinggi, Gang Pos dan Jalan dr Kayadoe, dan ketiga adalah puncak acara mural arken pada 9-11 Mei di Pattimura Park, Ambon.

Kegiatan MMF ini diikuti sejumlah seniman baik itu musisi, penyair, penari dan pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Wakil Gubernur Barnabas Orno sebelum membuka MMF, dalam sambutannya, mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada Biro Hukum Setda Maluku yang setiap tahun menyelenggarakan kegiatan ini.

Wagub juga berterima kasih kepada para pendukung yang turut mensponsori kegiatan tersebut. "Pemda tentu sangat mengapresiasi dan berterima kasih, karena sudah melaksanakan dan turut mendukung kegiatan ini," ujarnya.

Dia berharap, MMF yang dilaksanakan dapat membantu pemerintah dalam menyebarluaskan HAM melalui seni dan budaya.

Kepala Biro Hukum Setda Maluku Hendrik Far-Far dalam laporannya mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini Biro Hukum menyusun program yang merujuk pada strategi pembangunan Hukum dan HAM di Maluku, dengan melaksanakan diseminasi atau penyebarluasan HAM yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HAM khususnya hak asasi sosial budaya.

Dia berharap, masyarakat semakin peduli dan memahami serta mendapat bekal yang memadai dalam mengiplementasikan aksi HAM secara efektif dan efisien, serta dapat mengetahui kebutuhan mendasar dan aktual terkait hak asasi masyarakat hukum adat itu sendiri.

"Didasari pemikiran inilah maka pemprov Maluku dalam hal ini Biro Hukum dan HAM bersama komunitas seniman maluku kanvas Alifuru melaksanakan MMF yang mengangkat beberapa isu yaitu penghormatan terhadap hak adat dan HAM berbasis seni budaya," katanya. 

Menurut dia, MMF yang diselenggarakan setiap tahun terbukti sukses mendatangakan output, bukti sektoral  yaitu peningkatan kesadaran masyarakat tentang HAM serta manfaat pada sektor budaya, parawisata di Maluku.

Hal itu lanjut dia, bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang HAM, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Maluku dan pemerintah tentang pentingnya seni dalam kehidupan sosial, budaya, keparawisataan, ekonomi kerakyatan dan kepemudaan serta memberdayakan potensi pelaku seni rupa dan ekonomi kreatif di Maluku.(mcmaluku/vpa)

 

Ambon-InfoPublik, Gubernur Maluku Murad Ismail menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 di halaman depan Kampus Universitas Pattimura (Unpatti), Kamis (2/5/2019).

Kementrian Riset, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Risetdikti) mengangkat tema Hardiknas Tahun ini,  adalah “Mewujudkan SDM Kompetitif, inovatif, dan berkarakter”.

Menteri risetdikti Mohamad Nasir dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Maluku mengatakan bahwa pendidikan berkualitas juga merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan. Penguatan pendidikan tinggi dan sumber daya manusia menjadi sejumlah fokus pembangunan tersebut.

Lebih lanjut murad memaparkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia pada 2018 masih berkisar 34,58%. Sementara institusi pendidikan tinggi Indonesia saat ini berjumlah 4.741. Ini berarti masih sekitar 65% anak-anak usia kuliah tidak mampu mengenyam pendidikan tinggi.

“Menyadari semakin tingginya harapan pemerintah dan masyarakat Indonesia kepada perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan kepada generasi penerus bangsa agar kompetitif, kreatif, dan inovatif, perguruan tinggi di Indonesia dituntut ikut berevolusi dan didorong kesanggupannya untuk melakukan upaya transformasi digital,” kata murad.

Pemerintah telah berupaya melakukan inovasi dalam melakukan revolusi pendidikan berbasis online education, MOOCs (Massive Open Online Courses), hingga cyber university dibeberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Selain itu, penyediaan berbagai mata kuliah baru yang selaras dengan kondisi global, seperti big data, data analytics, dan kewirausahaan terus dilakukan. Ini bertujuan membekali lulusan perguruan tinggi agar siap menghadapi tantangan di masa depan.

Pada sektor sumber daya manusia, daya saing mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan terus dikembangkan melalui peningkatan literasi pada data, literasi pada teknologi, serta literasi pada manusia.

“Kemajuan teknologi menandakan majunya pendidikan dan ilmu pengetahuan yang tetap harus memartabatkan dan menyejahterakan manusia dan bangsa Indonesia,” tutur murad.

Turut hadir dalam Upacara tersebut Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno dan Istri, Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, Rektor Unpati M.J Saptenno, Rektor Institut Agama Islam negeri (IAIN) Ambon Hasbollah Toisuta, Perwakilan Pangdam 16 Pattimura, Perwakilan Kapolda Maluku, Perwakilan Kejaksaan Tinggi dan OPD Propinsi Maluku.(mcmaluku/vpa/eyv).

 

Ambon, InfoPublik - Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku (Kominfo Promal) melalui Bidang Keamanan Informasi dan Persandian menggelar sosialisasi pemanfaatan sertifikasi elektronik di Aula Kominfo Promal, Selasa (30/4/2019).

Gubernur Maluku dalam pidatonya  yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia A. Halim Daties mengatakan, semakin pesatnya perkembangan teknologi di era digital saat ini telah membuat peradaban baru bagi kehidupan manusia. Salah satunya adalah sertifikasi elektronik atau tanda tangan elektronik.

Memahami paradigma itu, pemerintah telah mengeluarkan UU No. 11 tahun 2008, pasal 11, tentang informasi dan transaksi elektronik. “Tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah," tegas Halim.

Lebih lanjut, Halim mengatakan bahwa pelayanan dokumen dengan mengunakan tanda tangan elektronik pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan lebih mudah bagi setiap orang yang membutuhkan tanda tangan OPD, seperti surat perizinan dan lainnya, tidak lagi akan tergantung pada kehadiran kepala OPD.

Halim menegaskan  bahwa untuk mengimplementasi sosialisi ini agar dapat berjalan dengan baik dan menyeluruh di lingkup pemerintah daerah (pemda) Provinsi maluku, maka diharapkan ada perjanjian kerja sama antar Pemda Maluku dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mewujudkan penerapan Sistim Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkup Pemda Maluku.

Peserta sosialisasi diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga materi yang disampaikan oleh narasumber dapat dijabarkan di lingkup kerja masing-masing. 

Turut hadir dalam sosialisasi, Kepala Dinas Kominfo Promal Frona Koedoeboen, Kepala Balai sertifikasi elektronik Rinaldy, peserta  OPD Pemda Maluku dan Dinas Kominfo Kabupaten/Kota semaluku. (mcmaluku).

 

Ambon,- Pasca dilantik tanggal 24 April 2019 lalu, oleh Presiden RI, Ir . Joko Widodo di Istana Medeka,Pasangan Gubernur Maluku Irjen Pol ( Purn) Drs.Murad Ismail dan Wakil Gubernur Maluku Drs Barnabas Nathaniel Orno melakukan tugas perdananya dalam acara Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Maluku yang berlangsung di Balai Rakyat, Karang Panjang Ambon, 29 April 2019.

Dalam pidatonya ada ungkapan rasa hormat dan rasa terima kasih bagi para Gubernur Maluku dan Wakil Gubernur Maluku mulai dari masa kepemimpinan Dr. Latuharhary hingga masa kepemimpinan Ir. Said Assagaff beserta DR. Zeth Sahuburua.

“Saya berikan aspirasi dan penghargaan atas komitmen para Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku dalam membngun Maluku, mari kita hargai sejarah karena mereka pernah menoreh tintah emas dalam catatan membangun negeri ini serta mensejahterahkan rakyatnya”, Kata Ismail.

Dikatakan demikian, mengingat ungkapan yang pernah dilontarkan oleh Presiden RI, Soekarno, yaitu bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, para Gubernur dan Wakil Gubernur terdahulu mempunyai jasa yang besar dalam membangun Maluku, terangnya .

Ditambahkan lagi, dalam membangun Maluku, Ismail mengajak semua stake holder untuk bersama bergandeng tangan untuk membangun negeri ini agar bisa sejajar dengan Provinsi lain di Indonesia.

“ Dulu saya hanya menjaga negeri ini dari sisi keamanan, akan tetapi untuk saat ini tanggung jawab Pemerintahan dan rakyat Maluku menjadi tanggung jawab saya dan pak Orno dan tanggung jawab ini lebih besar dari sebelumnya karena menyangkut Kesejahteraan Rakyat Maluku”, kenang Ismail.

Untuk itu, mimpi menjadikan Maluku ke arah lebih baik tidak lepas dari Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019- 2024, ujarnya lagi.

Dalam membangun negeri ini , harus ada dukungan dari semua pihak baik Yudikatif, Legislatif dan masyarakat Maluku pada umumnya, karena Maluku milik kita bersama, tambah Ismail (**)

 

Maluku, InfoPublik - Gubernur Maluku Murad Ismail dan Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, beserta rombongan akhirnya tiba di Bandara Internasional Pattimura sekitar pukul 14.22 WIT,  dengan pesawat khusus jenis Frifed Jet-Lagacy 600 Germani, Jumat (26/4/2019). Pasca dilantik Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta.

Saat tiba di bandara, Murad dan Barnabas disambut oleh Sekda Ma­luku Hamin bin Thahir yang didampingi Asisten III Zulkifli Hasan, Kapolda Maluku Irjen Boyke Lomowa, Danlantamal Laksa­mana Pertama TNI Antongan Simatupang, dan Danrem 151 Binaiya Kolonel Hartono.

Selanjutnya Murad-Barnabas mendapat pengalungan syal khas Maluku, istri mereka Widya Murad Ismail dan Beatrix Orno diberikan bunga. Puluhan ASN yang berasal dari lulusan IPDN juga membuat pagar hidup dan memberikan penghormatan kepada dua putra terbaik Maluku ini.

Sebelum memasuki ruangan VIP, kedua pemimpin baru Maluku ini disambut dengan tarian cakalele dan dilanjutkan dengan ritual secara adat oleh latupati Maluku, dengan dipersilakan keduanya untuk menginjakan kaki di atas pasir yang sudah disiapkan di dalam nyiru, dan disaksikan oleh para latupati.

Setelah beristirahat di ruangan VIP, sekitar pukul 15.00 WIT, gubernur dan wakil menaiki mobil dinas masing-masing, dan diarak menuju Poka Ru­mahtiga,  bundaran patung dr. Leimena langsung menuju ke Desa Passo. Saat tiba di depan Gang Banjo, Desa Batu Merah, gubernur dan rombongan disambut oleh pemuda dan tokoh masyarakat  desa setempat. 

Rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Belakang Soya, terus ke kawasan Urimessing,  tugu Trikora, bergerak menuju ke Talake dan berbelok masuk tanah kelahiran gubernur, Waihaong. Dari Wai­haong rombongan berjalan terus menuju ke Monumen Gong Perda­maian Dunia.

Selama perjalanan, kedua pimpinan baru Maluku mendapat sambutan meriah dari masyarakat di setiap ruas jalan yang dilewati. Sesekali keduanya berdiri menyapa masya­rakat melalui kap mobil.

Usai diarak keliling kota, keduanya diantar ke kediaman gubernur di Desa Poka, dan disambut oleh pimpinan OPD Maluku. Setelah beristirahat dan makan, wakil gubernur meninggalkan kedia­man gubernur. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku menetapkan pasangan ini sebagai pemenang pilkada Maluku. pasangan Nomor urut 2 ini menang dengan 328.982 suara. (mcmaluku/vpa)

(sumber: http://infopublik.id/kategori/nusantara/344829/usai-dilantik-gubernur-dan-wagub-maluku-disambut-di-bandara-pattimura )

Page 10 of 63

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

 

GPR

 
Top