Berita Lowongan Kerja Terbaru

Admin


 
AMBON,- Kehidupan keluarga Janes Michael (37 tahun), seorang perajin batako di Ambon, bersama istri, Jacklyn Yacob (30), yang bertahan hidup bersama empat anaknya di bawah gubuk berukuran 3x2,5 meter, menarik perhatian Pemerintah Daerah Provinsi Maluku.
Untuk itu, Pemda siap membangun rumah yang layak dan bantuan Pendidikan kepada anak Janes yang pertama.  

Sebagaimana dikutip dari kumparan.com Janes yang bekerja pada perusahaan kayu terbesar di Maluku yaitu PT. Gema Hutan Lestari di kabupaten Buru, baru setahun menjadi karyawan, dia mengalami kecelakaan berat saat menebang pohon, hingga akhirnya membuat kakinya patah dan mengalami gangguan pada tulang belakang.

Wakil Gubernur Maluku, Barbanas Orno, yang mengetahui kehidupan keluarga yang diketagorikan miskin ini, bertolak dari kantor Gubernur menuju rumah Janes, di Air Besar, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Ambon.



Turut didampinggi, Kepala Dinas Sosial Maluku, Sartono Pining, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Mimi Hudjajanti, Kepala Biro Humas dan Protokol setda Maluku, Muhammad Januaries.  

Perjalanan dari mata jalan air besar, Passo menuju keluarga Janes lumayan jauh, dengan melewati jalan berbecek tanah merah.

Walaupun demikian, tidak menyurutkan niat, Mantan Bupati MBD ini, untuk melihat secara langsung kehidupan keluarga Janes, yang tinggal dibawah atap bocor, dan ditutupi terpal berwarna biru, berdinding pelepah sagu dan papan ini.

Sesampainnya di kediaman mini Janes, Wakil Gubernur berbicang-bincang dengan Janes dan keluarga untuk mengetahui lebih mendalam berbagai kesulitan  yang dihadapi.  

Wakil Gubernur berjanji akan membantu pendidikan anak Janes (Aprilia Michael),  yang saat ini mengecap Pendidikan di Kelas II SD Teologi Kristen Desa Suli, Kecamatan Salahutu yang sempat putus sekolah karena ketidakmampuan untuk membiayai.  Apalagi, harus mengobati sang istri yang mengidap gejala penyakit ginjal.  

Sedangkan untuk lahan tempat tinggal Janes masih menumpang di lahan milik kerabat.

Mendengar jawaban tersebut, Wagub meminta ketua RT setempat untuk menfasilitasi penyediaan lahan, sehingga bisa dilakukan pembangunan yang  layak.



Kepada Wakil Gubernur, Janes juga mengutarakan penghasilan yang didapat selama ini tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

 “Dari kerja batako, jika penjualan lancar, pendapatan juga lancar,”tuturnya.

Untuk itu, Wagub memberikan bantuan uang sebesar Rp.5 juta guna memenuhi kebutuhan Janes dan Keluarga.
 
Selain membantu Pendidikan dan pembangunan rumah layak, Wagub juga berjanji
akan memberikan akses listrik di rumah Janes. (**)

Sunday, 14 July 2019 14:00

The First Pacific Exposition 2019

 

Auckland - New Zealand, Minggu 14 Juli 2019. Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga, H. E. Tantowi Yahya dalam sambutan pembukaan menyampaikan, saya telah menemukan lebih banyak persamaan dan ikatan antara Indonesia dan Pasifik. Pasifik telah lama dikenal karena keindahan alamnya, budaya yang mempesona, dan orang-orang yang ramah, untuk tujuan wisata kelas dunia. Wilayah sebagai paket tujuan wisata tunggal akan membuka peluang untuk membentuk citra Pasifik sebagai kekuatan besar pariwisata baru. Secara geografis terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, Indonesia merupakan pusat potensial untuk produk dan barang dari Pasifik untuk mencapai pasar Asia Tenggara, dan sebaliknya.

Pameran Pasifik adalah acara perdagangan, investasi, dan pariwisata, yang dirancang untuk memfasilitasi negara-negara Pasifik Selatan untuk mempromosikan peluang ekonomi mereka. Acara 4 hari ini bertujuan untuk meningkatkan peluang bisnis dan mengembangkan jaringan untuk komunitas bisnis, pemerintah, dan otoritas pariwisata di Pasifik, juga merupakan langkah pertama menuju penghubung barang dan orang-orang di Pasifik dan Asia Tenggara.

Budaya membantu orang memahami satu sama lain dengan lebih baik dan festival seni telah dianggap sebagai cara terbaik untuk menunjukkan dan mempelajari berbagai nilai dan pengalaman, menghubungkan orang-orang dari Pasifik dan Asia Tenggara, dan menangkap keharmonisan kedua wilayah dari perspektif yang sama sekali baru. Demikian menurut Tantowi Yahya sekaligus sebagai ketua panitia Pacific Exposition 2019 yang adalah pelaksanaan exposition pertama.

Kegiatan Pacific Expo 2019 dibagi dalam Forum Pariwisata pada hari pertama 11 Juli 2019 dalam 3 sesi. Sesi pertama membahas Improving Connectivity Across Tourism Destination dengan 4 panelis Mentri Pariwisata Tuvalu, CEO for Tourism Kemenenteri Pariwisata Tonga, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, dan Direktur Jenderal Pariwisata Kementerian Pariwisata Timor Leste; Pada Sesi  kedua, Developing the Pacific Brand, dengan 3 panelis yakni Chairman of Carnival Australia, Director of Tourism Kementerian Pariwisata dan Budaya Salomon Islands, CEO of Alexander PR Company. Dan yg menarik adalah sesi ketiga, Improving Human Capital in Hospitality Busimess. Persepsi tentang hospitality dikaji dari berbagai aspek untuk memberi kenyamanan sebagai pemikat untuk berkunjung lagi.

Pembukaan Pacific Expo 2019 dilaksanakan pd hari kedua, 12 Juli 2019  disertai pembukaan pameran dan pentas seni budaya. Menteri Luar Negeri dalam sambutan seremoni pembukaan Pacific Exposition 2019 di Sky City Convention Center, Auckland, menyampaikan : Kami, Indonesia, melihat adanya kesamaan tantangan yang juga dialami negara-negara Pasifik. Perubahan iklim dan bencana alam, ketakutan ekonomi karena perubahan tren global yang tak menentu, pendidikan, dan pengembangan manusia. Dalam menghadapi tantangan ini serta ancaman yang akan datang, saya yakinkan bahwa Indonesia adalah teman. Kita satu keluarga. Bersama, kita bisa menghadapi tantangan tersebut dengan membangun hubungan yang menguntungkan kita semua.

Menteri Luar Negeri juga menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi, kata Retno, menegaskan Indonesia akan aktif berkontribusi bagi ketahanan dan kesejahteraan negara-negara Pasifik. Acara dilanjutkan dengan Forum Bisnis & Investasi dalam 2 sesi. Pertemuan yang menghadirkan perwakilan semua negara peserta dibuka dengan sambutan Ketua KADIN.

Selanjutnya pada hari ketiga, diadakan Forum Budaya Pasifik (Pacific Cultural Forum) dengan Keynote Speech Menteri Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan Puan Maharani. Kesamaan budaya rumpun Melanesia - Polinesia dibahas oleh Prof. Herawati Sudoyo, pakar genetika yang adalah peneliti Eijkman Institute & 3 narasumber lainnya dari New Zealand, Cook Islands & New Caledonia.

Sore hari dilanjutkan dengan diskusi khusus tentang pengembangan SDM di bidang industri, energi dan pariwisata.Kegiatan 4 hari yang nyaris tanpa jeda, diselingi pentas budaya dan seni serta memperkenalkan ke 20 negara peserta, didominasi booth milik Indonesia yaitu Papua, Papua Barat, Maluku dan NTT menampilkan informasi visual, brosur tentang keindahan alam dan sumber daya alam yang dimiliki. Booth Kementerian Pariwisata dgn konsep "Wonderful Indonesia" menyajikan informasi secara lengkap destinasi wisata di keempat provinsi dengan even tahunan budaya setempat. Booth BUMN dan swasta dengan produk dan peluang bisnis melengkapi ruang pameran.Pentas budaya dari berbagai negara peserta sangat menarik dikarenakan keaneka-ragaman tarian dan nyanyian yang meriah. Kemiripan dalam irama, alat musik, gerak tari dan pakaian adat cukup menandai adanya kesamaan.

Ketika diminta komentarnya setelah acara penutupan, Duta Besar Indonesia untuk New Zealand, Samoa dan Tonga, H. E. Tantowi Yahya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku yang sudah berpartisipasi pada Pacific Exposition 2019 dengan harapan, walaupun belum sempurna dlm penyelenggaraan tetapi momen ini sebagai ikhtiar memperkenalkan Provinsi-Provinsi di kawasan Indonesia timur kepada Negara Pasifik agar dengan bakukenal akan terjadi interaksi budaya, interaksi ekonomi, dengan demikian perekonomian akan tumbuh berkembang di kawasan timur Indonesia yang pada ujungnya, rakyatnya sejahtera.
(Frona, Dinas KOMINFO Maluku).

 

Wednesday, 10 July 2019 06:23

Peringatan HANI 2019

 

Ambon - selasa 9/7/2019,  Peringatan Hari Narkotika Internasional (HANI) di Provinsi Maluku yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku, bertempat di Gedung Baileo Siwalima Karang Panjang Ambon.

Peringatan HANI tahun 2019 mengambil Tema; Mewujudkan Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas.

Gubernur Maluku Murad Ismail, berkenan membacakan sambutan tertulis Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla mengatakan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Negara bersama Pemerintah yakni, permasalahan kejahatan Narkoba.

Jika tidak ditangani secara bersama oleh semua elemen masyarakat, akan berdampak rusaknya tatanan sosial, sekaligus mengancam kondisi ketahanan nasional bangsa.

Dikatakan, Indonesia sebagai Negera dengan ekonomi terkuat ke-5 nantinya pada tahun 2045. Guna mewujudkan tatanan tersebut diperlukan SDM yang tangguh, yang mana merupakan penggerak pembangunan terhadap kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa.

Dimana manusia sebagai pelaku pembangunan dengan etos kerja produktif, trampil, disiplin, profesionalisme serta memiliki kemampuan guna mengembangkan Iptek dengan berwawasan lingkungan dan kemampuan manajemen.

Karenanya, guna mewujudkan SDM yang unggul dan tangguh mesti dilaksanakan sedini mungkin, dengan melindungi, menjaga setiap anak, agar tidak terjerumus dengan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika atau narkoba.

Hal ini dilakukan guna mempersiapkan generasi muda menjadi kader bangsa yang tangguh, dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Untuk itu, penanggulangan permasalahan Narkotika harus dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif, dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dapat dilakukan seimbang melalui pendekatan kesehatan, sosial serta pendidikan, untuk pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap Narkotika di Indonesia terlaksana secara baik.

Memerangi narkoba hingga tuntas, sudah harus menjadi prioritas pemerintah bersama masyarakat. Karenanya, dukungan seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan dalam mengembangkan tugas, amanah, yang diberikan oleh rakyat.

“Marilah berjuang bersama, bekerja keras, menjadikan negara kita bersih dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, karena jika masyarakat sehat maka negara akan kuat,” pinta wapres.

Bertempat di Gedung kompleks Asrama Atlet PPLP/PPLPD Rabu 26 Juni 2019 digelar Acara Pelepasan 4  Atlet PPLP/PPLPD Maluku yang telah lulus dan menamatkan pendidikan tingkat atas di SMA. Acara ini mengundang sejumlah pihak diantaranya Ketua KONI Provinsi Maluku, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Maluku, Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Maluku dan Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia(TI) Maluku, Para official dan para pelatih olahraga dibawah PPLP/ PPLPD Provinsi Maluku serta orang tua ke-empat atlet.

Acara diawali dengan laporan dari Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga ysng diwakili Kepala Seksi Infrastruktur, Pembibitan Dan Olahraga Prestasi Dispora Provinsi Maluku Martha J. Likumahwa, SE dan Sambutan Ka.Dispora Provinsi Maluku yang diwakili Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Djunaid Heluth, S.Sos.

Penandatangan Berita Acara Penyerahan Atlet

 

Anes Pelamonia (Atletik), Aan Trika Pratama (Sepakbola), Getmy G.A. Tuahatu (Sepakbola), dan Reynaldo G. Saliama (Taekwondo).

 

Kegiatan yang dilanjutkan dengan penandatangan Berita Acara Serah Terima sekaligus penyerahan atlet ke pengurus provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang disaksikan para siswa-siswi atlet PPLP/ PPLPD Provinsi Maluku. Atlet-atlet ini dilepas karena telah lulus SMA ini adalah Anes Pelamonia (Atletik), Aan Trika Pratama (Sepakbola), Getmy G.A. Tuahatu (Sepakbola), dan Reynaldo G. Saliama (Taekwondo). Masing- Masing dari4  atlet yang telah lulus SMA ini juga diserahkan piagam penghargaan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah masing-masing raih selama berada dalam binaan PPLP/ PPLPD Provinsi Maluku.

Mewakili teman-teman atlet yang telah lulus dalam sambutannya Anes Pelamonia mengingatkan kepada para atlet yang masih dibawah binaan PPLP/ PPLPD Maluku agar tetap rendah hati, tidak cepat merasa bangga atas prestasi yang telah diraih, menanamkan sikap disiplin serta selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam segala aktifitas mereka sebagai atlet.

Selanjutnya Dilaksanakan juga penyerahan cenderamata dan pemberian kue ulang tahun kepada Rudolfis Noya, ASN Dispora Provinsi Maluku yang telah memasuki masa purna bakti. Rudolfis Noya dalam kesempatan terakhirnya bercerita singkat perjalanan awal karir nya sebagai ASN di kantor yang lama hingga membantu menangani para atlet di Asrama PPLP/PPLPD Provinsi Maluku. Rudolfis juga berterimakasih atas bentuk apresiasi yang diberikan teman-temannya di Dispora Provinsi Maluku dan mengingatkan agar acara perpisahan atlet seperti ini, tetap dilaksanakan ditahun-tahun berikutnya sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet yang telah berprestasi selama dalam binaan PPLP/PPLPD. Kepada para atlet yang masih bersekolah dan dibina PPLP/ PPLPD Provinsi Maluku, Rudolfis Noya yang akrab di sapa dengan panggilan “Papi” oleh para atlet mengingatkan mereka untuk tetap disiplin berlatih, maupun dalam jam istirahat agar dapat menorehkan prestasi di event-event yang lebih tinggi dan bergengsi dari kejuaraan Nasional PPLP/PPLPD. kesempatan itu juga Acara diakhir dengan doa, jabat tangan dan makan bersama.

(sumber : http://dispora.malukuprov.go.id/)

 

 

HUMAS,_ Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail menegaskan agar 10 program  Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, yakni penghayatan dan pengalaman Pancasila, gotong rorong, pangan, sandang, perumahan dan tatalaksana rumah tangga, Pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, serta pengembangan kehidupan beroperasi, harus menjadi life style atau gaya hidup.  

“10 program pokok PKK seharusnya menjadi life style atau gaya hidup kita bukan hanya sekedar slogan belaka. Dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga,üjar Gubernur dalam sambutannya, pada pembukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP PKK Maluku, yang berlangsung di lantai tujuh kantor Gubernur, senin (1/7).

Dikatakan, rakerda yang dilaksanakan merupakan moment penting bagi wadah PKK demi menopang program-program pembangunan Pemerintah Daerah Maluku  khususnya dalam rangka pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

“Kita tahu bahwa keluarga merupakan unit sosial terkecil yang sangat penting keberadaannya. Melalui keluarga kita, membangun masa depan Bersama baik masa depan keluarga, masa depan masyarakat maupun bangsa,”ucapnya.   

“Jika keluarga kita harmonis maka dapat dispatikan masyarakat dan bangsa kita turut harmonis pula. Sebaliknya jika keluarga kita kacau dan tidak kuat maka pilar-pilar masyaralkat dan bangsa ini ikut goyah dan mudah roboh,”sambungnya.
 
Lebih lanjut dikatakan, di era digital saat ini, ada tantangan yang besar untuk terus menjaga kebersamaan dan keakraban dalam keluarga. Terkadang karena kesibukan kerja orang tua, anak-anak terabaikan.
Oleh sebab itu, Mantan Dankor Brimob Polri ini meminta kepada PKK Maluku untuk


memperhatikan arah kebijakan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang perlu dilaksanakan, antara lain  dengan eningkatan kualitas anak dengan pemberian akses informasi, pendidikan, penyuluhan dan pelayanan tentang perawatan, pengasuhan dan perkembangan anak, peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan berguna bagi keluarga dan masyarakat dengan pemberian kesempatan untuk berperan dalam keluarga, memberdayakan keluarga rentan dengan memberikan perlindungan dan bantuan untuk mengembangkan diri agar setara dengan keluarga lainnya, peningkatan askes dan peluang terhadap penerimaan informasi dan sumber daya ekonomi melalui usaha mikro keluarga.


Diakhir sambutannya, dirinya berharap melalui Rakerda TP PKK Provinsi Maluku, dapat merumuskan program-program kerja yang relevan dan sinergi dengan program-program pemerintah daerah Provinsi Maluku. Sehingga semuanya bermuara pada pencapaian visi misi pemerintah daerah Maluku, yakni “Maluku Yang Terkelola Secara Jujur, Bersih Dan Melayani, Terjamin Dalam Kesejahteraan, Dan Berdaulat Atas Gugusan Kepulauan”.


Usai Membuka Rakerda, Gubernur didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, Wakil Ketua TP-PKK, Beatrix Orno dan Sekretaris TP-PKK Provinsi, Diana Padang menyerahkan piala dan bonus bagi juara pelaksana 10 Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Provinsi Maluku yang di raih oleh Kabupaten Desa Tutukei, Kecamatan Leti, Kabupaten Maluku Barat Daya, juara II diraih oleh Desa Selayar, Kecamatan Manyeuw Kabupaten Maluku Tenggara dan juara III diraih oleh Desa Waelou, Kecamatab Waelata. Kabupaten Buru.  


Untuk mata lomba Festival Pangan Lokal (B2SA) Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2019 terdiri dari 2 kategori LUNCH BOX B2SA, dimana juara I diraih oleh Kota Ambon, juara II diraih oleh Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan juara III diraih Kabupaten Maluku Tenggara. Untuk kategori Pangan Lokal Komersial, juara I diraih oleh Kota Ambon, juara II diraih Kabupaten Maluku Tenggara dan juara III diraih Kabupaten Seram Bagian Barat.   (**)

Inaugurasi Delegasi Maluku untuk Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2019 oleh Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) telah dilaksanakan pada Jumat, 21 Juni 2019 di Gedung Aula Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku yang diwakili Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku Drs. J. A. Adriaansz, M.Si melalui sambutannya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan nyanyian lagu-lagu meadley nusantara yang diikuti dengan pertunjukan budaya tarian khas Indonesia oleh para Delegasi PPAN dan alumni PPAN . adapun  tarian yang dipertunjukan anatara lain Tari panah dan Tari Saman. Tari Panah sendiri menunjukan ketegaran dan keuletan serta keperkasaan laki-laki di Kepulauan Kei yang tetap mengacu pada satu hukum adat yaitu Hukum Adat Larvul Ngabal selain itu sebagai tarian perang dan penyambutan tarian panah bagian dari wujud laki-laki Kei dalam menjaga anak saudara perempuan dan batas wilayah/tanah.

Kemudian Para delegasi dan alumni PPAN Maluku juga menunjukan kemampuan mereka menampilkan tari khas Indonesia lainnya yakni tari saman. Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan Bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.

Selain Penampilan dari Delegasi dan Alumni PPAN  kegiatan diisi juga dengan Teatrikal Puisi oleh Gabungan Remaja Masjid Agung An-nur Batumerah & Remaja Jemaat GPM Silo, dan Pembacaan Puisi oleh Roymon Lemosol, Sastrawan Maluku. diikuti Pemberian sertifikat Peserta Pre – Project Activity oleh Ketua PCMI Maluku.

Pemberian sertifikat Peserta Pre – Project Activity oleh Ketua PCMI Maluku. Simbolis kepada peserta  Pre-PA, remaja masjid dan remaja Silo secara simbolis. Kepada Carlesia Kezia Louhenapessy  ( Remaja Gereja) dan Ahmad Taufik Rabul (Remaja Masjid).Para Peserta Runner up PPAN 2019 Theophillia Vristya Leatemia (Runner up IKYEP 2019) dan William Mardo Lesimanuaya (RUNNER UP AIYEP2019) juga diserahkan sertifikat oleh Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Maluku, Jen Tomagola

 

Selanjutnya Sekretaris Dispora Provinsi Maluku  Andre Adriaansz, melantik Lifia Saputri Abdul Gani Delegasi Maluku untuk Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea Selatan dan Reiwind Heince Tutuiha Delegasi Maluku untuk Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (IKYEP 2019) dan keduanya mencium bendera merah putih yang kemudian keduanya dikukuhkan dan dilepas secara resmi sebagai delegasi Maluku PPAN 2019. acara ditutup dengan sesi jabat tangan dan foto bersama para pejabat Dispora Provinsi Maluku, keluarga dan tamu undangan lainnya.

(sumber: http://dispora-maluku.com/2019/06/27/inaugurasi-pertukaran-pemuda-antar-negara-2019-delegasi-maluku/)

Thursday, 27 June 2019 06:18

Halal Bi Halal Dispora Maluku 2019

 

Keluarga besar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku melaksanakan kegiatan Halal bi halal yang bertepatan dengan hari ke-7 Lebaran Idul Fitri 1440 H pada Rabu 12, Juni 2019.
Pembuka sambutan acara Halal Bi Halal adalah Kepala Dispora Provinsi Maluku yang menyampaikan tema dengan Halal Bi Halal kita perkokoh rasa persaudaraan dan tali silaturahim.

Kegiatan Halal Bi Halal ini mengundang Pimpinan Kwarda Gerakan Pramuka Maluku, KNPI Maluku, Purna Paskibraka Indonesia(PPI)Maluku, Purna Caraka Muda Indonesia(PCMI) Maluku, Kapal Pemuda Nusantara(KPN) Maluku, Purna Prakarya Muda Indonesia(PPMI) Maluku, seluruh pegawai lingkup Dispora Maluku, para ibu Dharma Wanita Provinsi Dispora Maluku, serta atlet-atlet binaan PPLP/PPLPD Dispora Maluku. Adapun bertindak sebagai penceramah untuk hikmah Halal Bi Halal adalah Ustadz H. Ma’aruf .


Dalam Hikmah Halal Bi Halal Ustadz H.Ma’aruf mengingatkan pentingnya hidup saling sambung menyambung tali silaturahim antar sesama manusia tanpa saling membedakan. Hal ini seperti ditegaskan dalam Al-Qur’an dimana manusia sesungguhnya diciptakan oleh Allah, beragam berbeda-beda suku, bahasa, budaya agar saling mengenal antar satu dan yang lain. Begitu pula dalam lingkungan kerja maka sudah seharusnya antar pegawai staff maupun pimpinan agar tidak memutus tali silaturahim. Ceramah ini selanjutnya diakhiri doa bersama serta sesi jabat tangan/ salaman bersama antar para Pejabat dan Staff Dispora Provinsi Maluku diikuti seluruh para tamu undangan.

(sumber: http://dispora-maluku.com/2019/06/20/halal-bi-halal-dispora-maluku-2019/ )

Kegiatan Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba dimulai Rabu, 19 Juni 2019 oleh Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda pada Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI. Dalam sambutannya Arifin Madjid Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda pada Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI mengungkapkan kegiatan ini merupakan desain bersama dengan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, BAPPENAS dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba di Hotel Golden Palace Kota Ambon. Rangkaian pelatihan diawali dengan test urine kepada seluruh peserta oleh BNN Maluku, sebelum dilakukan pembukaan acara secara resmi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Maluku, Samuel E. Huwae mengakui bahwa penyalahgunaan narkoba di Maluku cukup memprihatinkan. Peredaran barang haram yang merusak generasi muda masuk lewat pulau-pulau terluar, terpencil dan terdepan. Ka.Dispora Provinsi Maluku berharap Pelatihan ini bisa mencetak pemuda-pemuda Ambon yang tangguh dan cerdas dan angka pemuda penyalahgunaan narkoba di Maluku menurun.

Kegiatan ini diikuti 200 pemuda yang berasal dari lima Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku. Yaitu Kabupaten Buru Selatan, Buru, Kota Ambon, Seram Bagian Barat, dan Maluku Tengah.
Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari sampai tanggal 21 Juni 2019. Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba diisi dengan berbagai pembekalan materi sebelum mereka dikukuhkan jadi Kader Inti Pemuda Anti Narkoba.

Maluku sebenarnya cukup mendesak digelar Pelatihan ini karena termasuk 10 besar provinsi yang rawan penyalahgunaan narkoba oleh karena itu Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora RI Arifin Madjid berharap dapat mencetak kader-kader muda Maluku untuk dapat menjadi Agen Perubahan dalam pencegahan peredaran dan penggunaan Narkoba. (**)

(sumber : http://dispora-maluku.com/2019/06/27/pelatihan-kader-pemuda-anti-narkoba-di-maluku)

 



HUMAS,- Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno mengajak semua pihak terutama para guru untuk bekerjasama dan terus berjuang menghadirkan pendidikan berkualitas di Maluku.
Hal tersebut disampaikan Orno ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala SMA/SMK Se-Provinsi Maluku Tahun 2019 di Baileo Siwalima, Selasa (25/6).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Saleh Thio, Pejabat Eselon III dan IV Lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Se-Provinsi Maluku, Kepala SMA dan SMK Se-Provinsi Maluku.
 
Menurutnya, tantangan pendidikan yang semakin kompleks saat ini, sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga membutuhkan keseriusan, keuletan, semangat dan motivasi yang kuat dari seluruh stakeholder pendidikan di Maluku bagi kemajuan pendidikan di daerah ini.

Ia lantas, mengutip kata-kata motivasi dari tokoh dunia, Nelson Mandela. Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan, sebab pendidikan selalu akan digunakan dalam  menjalani kehidupan.  Bahkan diibaratkan, pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia.

“Memaknai semangat tersebut, saya dengan bapak gubernur dalam visi dan misi kami, menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai fokus utama dalam membangun Maluku kedepan. Dan Misi yang Kedua kami adalah “Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Murah dan Terjangkau,” kata Orno.

Untuk itu, papar Orno, tidak dipungkiri, bahwa dalam memajukan dunia pendidikan di daerah Maluku yang memiliki karakteristik kepulauan, tidak terlepas dari tantangan-tantangan. Tantangan tersebut diantaranya, masih banyak kekurangan PNS Guru disemua jenjang pendidikan, banyak sekolah di desa-desa terpencil memiliki guru PNS yang terbatas serta masih banyak sekolah di Maluku yang belum memiliki perpustakaan sekolah, laboratorium, ruang praktek siswa, peralatan praktek, media pembelajaran serta buku-buku penunjang di perpustakaan sekolah.

“Rakor yang dilaksanakan ini, hendaknya dimaknai juga sebagai wadah berbagi sukses story di antara para kepala sekolah di daerah ini dan menjadi sukses bersama, sehingga harapan sebagaimana motto SMA dan SMK “Maju Bersama, Hebat Semua, dan SMK Bisa, SMK Hebat”, dapat terwujud,” harap Orno.

Selain itu, Orno berharap, Kepala Sekolah, harus benar-benar memahami tugas pokoknya, sebagaimana diatur dalam Permendikbud nomor 15 tahun 2018 yaitu sebagai manajer, entrepreneurship dan supervisor.  

“Tugas ini harus dijiwai dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan pendidikan di masing-masing sekolah,” tandas Orno  (**)



HUMAS,- Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail berharap kedepan, warga dunia bisa lebih mengenal dan menikmati berbagai suguhan seni budaya yang ada di daerah bertajuk seribu pulau ini.  Hal tersebut dikarenakan, daerah yang bertajuk seribu pulau ini memiliki keanekaragaman seni dan budaya yang unik dan beragam.
 
Diperlukan pemikiran dan pengkajian berbagai pola pelaksanaan kegiatan seni budaya yang lebih inovatif, yang tentunya diselaraskan dengan perkembangan teknologi, komunikasi digital (internet), sehingga dimasa mendatang semua warga dunia bisa mengenal dan menikmati sajian seni budaya Maluku yang kaya ini,’’ demikian harapan tersebut disampaikan gubernur saat membuka secara resmi kegiatan Pentas Budaya Maluku Tahun 2019, di Taman Budaya, Karang Pannjang, Senin malam (24/6).

Untuk itu, dirinya menyampaikan apresiasi kepada Taman Budaya Maluku yang secara konsisten dan kontinyu menggagas dan menyelenggarakan kegiatan dimaksud.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan terima kasih, karena kegiatan ini sebagai bagian dari upaya kita semua untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Maluku,” ujar gubernur.

Menurutnya, masyarakat Maluku patut berbagga, karena selain merupakah sebuah Provinsi Kepulauan yang besar di Indonesia, daerah ini, kaya dengan aneka seni, dan budaya yang sangat unik dan beragam.

“Hal ini merupakan konsekwensi dari posisi Maluku sebagai wilayah perjumpaan berbagai identitas suku, ras dan agama sejak dahulu kala, sehingga seni budaya Maluku yang kita warisi saat ini, merupakan simbol dari pluralitas budaya yang telah menciptakan karakter masyarakat Maluku dari masa ke masa.” kata gubernur.

Dirinya berharap, kegiatan Pentas Seni Budaya ini, harus mampu mendorong transformasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, untuk kehidupan yang semakin baik di Maluku. Terutama bagi generasi muda dan kaum milenial, agar semakin mencintai seni budaya lokalnya, dan tidak mudah terpengaruh kedalam budaya asing, yang terkadang kontradiksi dengan nilai-nilai dan kultur masyarakat Maluku.

Dengan begitu, lanjut gubernur, akan terbentuk generasi muda Maluku yang berkarakter, dan memiliki kepribadian yang terpuji.

Berkaitan dengan upaya tersebut, kata gubernur, Pemprov Maluku,  tentu berkomitmen untuk terus memberi perhatian, bagi berbagai program pengembangan seni budaya Maluku.

“Untuk itu, saya mengajak semua pihak, Para Budayawan, Seniman, dan Para Ahli Pengkaji Seni Budaya di Perguruan Tinggi di Maluku untuk saling bekerjasama, mengembangkan seni budaya Maluku kearah yang semakin produktif dan fungsional,’’tandas gubernur.

Turut hadir dalam acara tersebut, Forkopimda, para Pimpinan OPD Lingkup Pemprov Maluku, Pemerhati Budaya Maluku, Kepala Taman Budaya Maluku, Kepsek SMP/SMA se-Kota Ambon (**)

Page 8 of 63

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

 

GPR

 
Top