Berita Lowongan Kerja Terbaru

Admin

 

JAKARTA,- Menindaklanjuti persetujuan POD (Plan of Development) LNG Abadi pada Blok Masela antara Pemerintah RI dan INPEX Coorporation, Pemerintah Provinsi Maluku dipimpin langsung Gubernur Maluku Irjen Pol. (Pur) Drs. Murad Ismail melakukan pertemuan dengan pihak SKK Migas dan INPEX sebagai operator.

Pertemuan strategis tersebut berlangsung di ruang rapat SKK Migas di Jakarta, Rabu (24/7). Gubernur didampingi oleh Asisten 3 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Maluku Kasrul Selang, dan Karo Umum Setda Maluku Hadi Sulaiman. Dari pihak SKK Migas, dipimpin langsung Kepala SKK Migas Dwi Sucipto. Sementara tim INPEX dipimpin President of INPEX Marsela Ltd. Akihiro Watanabe.

Gubernur menegaskan, inti dari pertemuan itu selain bersilaturahmi, juga membahas agenda kerja pengelolaan Blok Masela. Rencananya, tahap konstruksi akan dimulai tahun 2022, dan tahap produksi dimulai tahun 2027 hingga 2055. Pihak INPEX sangat berharap adanya dukungan Pemprov Maluku terutama dalam penyediaan lahan, tata ruang dan amdal.

"Pada prinsipnya Pemprov Maluku sangat mendukung semua proses dan percepatan agar Blok Masela segera beroperasi," kata Murad.

 



Dirinya berharap agar Pemprov Maluku dapat ikut berkolaborasi bersama INPEX dan SHELL sebagai mitra operator dalam mewujudkan pengembangan LNG di darat yang kompetitif. "Sehingga keuntungan juga dapat dinikmati oleh Maluku untuk puluhan tahun ke depan," kata Murad.

Dikatakannya, dengan beroperasinya Blok Masela, maka akan terciptanya multiplier effect bagi industri pendukung dan turunan di dalam negeri dalam rangka mendukung perekonomian nasional, termasuk dapat menggenjot ekonomi daerah dan mendatangkan income (pendapatan) bagi Maluku.

Pengembangan hulu migas di Blok Masela dapat memberikan kontribusi tambahan produk gas bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun atau sekitar 9,5 juta ton gas alam cari (LNG) pertahun dan 150 mmscfd Gas Pipa. Target tersebut onstream di tahun 2027.

Pengelolaan lapangan hulu minyak dan gas Abadi di Blok Masela diprediksi akan memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi pendapatan Indonesia sampai dengan US$153 miliar atau setara Rp2.142 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat) hingga akhir fase produksi pada tahun 2055 mendatang. (*)

(sumber dan foto : Humas Setda Maluku)

 

HUMAS,- Gubernur Maluku, Irjen. Pol (Purn) Murad Ismail melantik serta mengambil sumpah 10 (sepuluh) pejabat Eselon II Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. Pelantikan yang berlangsung di lantai 7 kantor Gubernur,  Selasa (23/7)  dihadiri Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Sekretaris Daerah Maluku, Hamin bin Thahir, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Haryono Triyono,  Ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae, Rektor Unpatti, M.Sapteno serta pimpinan OPD Lingkup Pemprov Maluku.

Ke-10 pejabat eselon II yang dilantik  berdasarkan Surat Keputusan Gubernur No 114 Tahun 2019, tanggal 22 Juli 2019, masing-masing Roni Tayras menjabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Lutfi Rumbia menjabat Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Zulkifli Anwar menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kasrul Selang menjabat Asisten Bidang Ekonomi, Martha Nanlohy menjabat Kepala Badan Kesbangpol, Fauzan Chotib menjabat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Suryadi Sembiring menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Habiba Saimima menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Justini Pawa menjabat Kepala Biro Perekonomian dan Poppy Bachmid menjabat Kepala Biro Kesra.
Gubernur dalam sambutannya mengatakan, pelantikan pejabat merupakan bagian dari upaya penataan birokrasi dengan pertimbangan seobyektif mungkin dan ditetapkan berdasarkan kompetensi yang dimiliki.



“Penataan birokrasi yang kita lakukan pada hari ini, hendaklah dimaknai sebagai sebuah kebutuhan organisasi agar seluruh kebijakan program dan kegiatan pemerintah daerah dapat di akselerasi yang bermuara pada terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Maluku,’’ ungkap gubernur.

Dikatakan, secara normatif, penataan birokrasi yang dilakukan telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, karena telah mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan persetujuan tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Gubernur lantas menegaskan beberapa hal strategis yang harus dilaksanakan para pejabat yang sudah dilantik yakni, pertama segera lakukan konsolidasi internal dan kuasai betul tugas pokok dan fungsi pada jabatan dan tempat yang baru.

“Selesaikan rencana kerja dan rencana strategis masing-masing OPD dengan visi dan misi gubernur dan wakil gubernur atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Maluku,”tegas gubernur

Kedua, pastikan kebijakan program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar berpihak pada rakyat yang berbasis pada percepatan pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, peningkatan pelayanan dasar dan mendorong peningkatan prestasi serta pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, perkokoh jalinan kerja atau networking yang solid dan sinergitas melalui koordinasi dan komunikasi dan kolaborasi secara efektif dengan semua unit kerja dan semua pemangku kepentingan.

“Peka dan tanggap terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat,” kata gubernur mengingatkan.

Keempat, memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi masyarakat.

“Bekerjalah dengan keras, cerdas, jujur dan inovatif serta melayani masyarakat kita dengan hati, karena pemerintah itu hadir  pada hakekatnya untuk melayani masyarakat,” tegasnya lagi.

Kelima, junjung tinggi integritas sebagai pejabat publik dan ASN serta pegang teguh sumpah janji yang telaH diikarkan.
“Dan hindari diri dari segala bentuk praktek KKN sebagai upaya untuk mewujudkan pemerintah yang bersih, dan melayani,” tandas gubernur. (**)

Friday, 19 July 2019 23:31

Pemprov Serahkan LPJ TA 2018 ke Dewan


HUMAS,- Pemerintah Provinsi Maluku, Kamis (17/7), dalam Rapat Paripurna menyampaikan Rancangan Perda Provinsi Maluku tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 sekaligus penyerahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada dewan.
LPJ TA 2018 tersebut telah diperiksa oleh oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI, untuk dibahas guna mendapatkan persetujuan bersama dan selanjutnya akan dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri RI dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Provinsi Maluku.

Wakil Gubernur Maluku, menyerahkan langsung dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada Ketua DPRD Maluku, Mudzakir Assagaff.

Wagub dalam sambutannya mengatakan, salah satu asas Pemerintahan Daerah yang baik, adalah asas Akuntabilitas yang mengharuskan Pemerintah daerah mempertanggungjawabkan seluruh tindakannya dalam penyelenggaraan Pemerintahan, salah satunya adalah mempertanggungjawabkan keuangan daerah.
Hal ini sekaligus memenuhi amanat Undang-Undang RI Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara.
Dikatakan, Laporan Keuangan Pemprov Maluku merupakan perwujudan pertanggungjawaban atas pengelolaan anggaran dan barang/aset Provinsi Maluku sesuai regulasi yang berlaku.
Dijelaskan, berdasarkan Perda Provinsi Maluku Nomor 4/ 2017 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Maluku tahun 2018 dan Perda Nomor 39/2018 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Maluku tahun 2018, telah ditetapkan Anggaran Pendapatan Daerah sebesar 3.479 trilyun rupiah dan terealisasi sebesar 3,074 trilyun rupiah atau 88,37 persen.
“Pendapatan Daerah ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 455,799 milyar rupiah, Dana Perimbangan sebesar 2,608 trilyun rupiah, Transfer Pemerintah Pusat Lainnya sebesar 9,125 milyar rupiah dan Lain-Lain Pendapatan Yang Sah sebesar 264 juta rupiah,’’jelas Wagub

Selanjutnya, pada sisi Anggaran Belanja Daerah ditetapkan sebesar 3,298 trilyun rupiah dan terealisir sebesar 2,899 trilyun rupiah atau 87,88 persen, yang terdiri atas Belanja Operasi sebesar 2,292 trilyun rupiah, Belanja Modal sebesar 601,514 milyar rupiah, Belanja Tak Terduga sebesar 5,145 milyar rupiah dan Belanja Transfer sebesar 169,872 milyar rupiah.
Dari sisi Pembiayaan Daerah, bersumber dari Penerimaan Pembiayaan ditetapkan Anggaran sebesar 10,612 milyar rupiah dan terealisir sebesar 8,912 Milyar rupiah atau 83,98 persen. Lebih lanjut pada komponen Pengeluaran Pembiayaan ditetapkan Anggaran sebesar 1,7 milyar rupiah, namun sampai dengan akhir  tahun anggaran tidak terdapat realisasi  atas pengeluaran pembiayaan tersebut, sehingga dari sisi pembiayaan diperoleh Penerimaan Pembiayaan Netto sebesar 8,912 milyar rupiah.


‘’Bila dilakukan matching secara keseluruhan untuk tahun anggaran 2018, maka realisasi Pendapatan Daerah sebesar 3,074 trilyun rupiah diperhadapkan dengan realisasi Belanja Daerah sebesar 2,899 trilyun rupiah dan Transfer sebesar 169,872 milyar rupiah, maka terdapat surplus sebesar 5,654 milyar rupiah. Dari surplus sebesar 5,654 milyar rupiah tersebut, jika ditambahkan dengan Pembiayaan Netto sebesar  8,912 milyar rupiah, maka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2018 sebesar 14,566 milyar rupiah,” ungkap Wagub.
Masih kata Wagub, Neraca Pemprov Maluku merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan Pemerintah Provinsi Maluku. Neraca Pemerintah Provinsi Maluku per 31 Desember 2018 ditutup dengan posisi Aset dan Kewajiban ditambah ekuitas masing-masing sebesar 5,054 trilyun.


Disebutkan, dari sisi Aset per 31 Desember 2018 sebesar 5,054 trilyun terdiri dari Aset Lancar sebesar 60,351 milyar rupiah, Investasi Jangka Panjang sebesar 577,963 milyar rupiah, Aset Tetap Netto sebesar 3,89 trilyun rupiah, Dana Cadangan sebesar 10,284 juta rupiah, dan Aset Lainnya sebesar 452,035 milyar rupiah. Sedangkan posisi Kewajiban dan Ekuitas per 31 Desember 2018 masing-masing sebesar 350,025 milyar rupiah dan 4,683 trilyun rupiah.
Dari sisi Laporan Operasional yang menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan entitas akuntansi dan entitas pelaporan, menghasilkan pendapatan-LO sebesar 3,219 trilyun rupiah,  beban-LO sebesar 2,75 trilyun rupiah,  sehingga terjadi surplus operasional sebesar 469,176 milyar rupiah. Adapun defisit dari kegiatan non operasional 34,569 milyar rupiah dan defisit dari pos luar biasa sebesar 5,145 milyar rupiah. Dari Surplus operasional  sebesar 469,176 milyar dikurangi dengan Defisit Kegitan Non Operasional dan Defisit dari Pos Luar Biasa sebagaimana kami sebutkan sebelumnya, maka diperoleh Surplus LO sebesar 246,169 milyar rupiah.
Ia menyebutkan, jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang mengalami defisit, maka adanya Surplus LO tahun 2018 sebesar 246,169 milyar rupiah, menunjukan adanya perbaikan dalam kinerja keuangan Pemprov Maluku.

‘’Pertanggungjawaban APBD yang saya sampaikan sebelumnya, adalah merupakan hasil pelaksanaan program kegiatan prioritas Tahun Anggaran 2018, yang merupakan wujud nyata dari penyelenggaraan urusan pemerintahan untuk mendukung tercapainya prioritas pembangunan yang telah ditetapkan sebelumnya dalam RKPD Tahun 2018,” tandas wagub (**)



Humas,-
Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno,  menghadiri Silaturahmi Daerah (Silatda) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Maluku yang d hadiri Pengurus pusat HIPMI dan seluruh ketua BPC HIPMI kabupaten/kota se-Maluku. Kegiatan dipusatkan di Hotel Santika pada Selasa (16/7) malam.

Pada kesempatan tersebut, wagub meminta agar HIPMI dapat membantu Pemerintah daerah Provinsi maluku untuk bersama-sama membangun Maluku dan ikut menciptakan lapangan kerja di Maluku.

Dikatakan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Maluku di tahun 2019 hanya sebesar Rp. 2,8 trilyun. Anggaran tersebut terbagi untuk membiayai pembangunan sebesar Rp. 1,5 trilyun dan untuk membiayai aparatur dan lain-lain sebesar Rp 1 trilyun.  

“Bayangkan saja anggaran 2,8 trilyun untuk 11 kabupaten/kota,” kata wagub.

Padahal, kata mantan Bupati MBD ini, secara nasional untuk produksi ikan Maluku termasuk penyumbang tebesar.

“Dari 100 persen, 26 sampai dengan 30 persen itu dari Maluku,” ungkap wagub.

Untuk itu dirinya berharap, HIPMI bisa memperjuangkan Maluku kedepan.  

“Mesti HIPMI ikut memperjuangkan ini. HIPMI ini kan anak-anak milenial. Kalau Indonesia itu majukan HIPMI, maka dimana-mana kebanjiran pekerjaan. Kalau tidak kebanjiran pekerjaan, bagaimana kalau HIPMI mestinya ciptakan lapangan kerja,”tandas wagub (**)

Wednesday, 17 July 2019 01:04

Seminar Solusi Belanja Cerdas Tanpa Was-Was

 

 

Ambon, infoPublik -  PT Airmas Perkasa (Ayooklik.com) menggelar acara seminar “Solusi Belanja Cerdas Tanpa Was-was”, di Swissbell hotel Ambon, Selasa (16/7/2019).

Seminar ini dibuka langsung oleh Plt. Asisten Bidang Pemerintahan Sekretaris Daerah (setda) Maluku Hen Far Far.

Hen far far dalam sambutan menyampaikan apresiasi kepada Manager Marketing Communication PT. Airmas Perkasa pelaksanaan acara ini sebagai suatu pencerahan dan penyamaan persepsi tentang e-katalog.

Seminar solusi belanja cerdas atau e-katalog merupakan langkah maju yang dikembangkan oleh pemerintah kerjasama dengan penyedia melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP).

Untuk mempermudah proses pengadaan barang/jasa pemerintah, sesuai amanat Peraturan Presiden  No. 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa pemerintah.

“Salah satu kebijakan pengadaan barang/jasa adalah mengembangkan e-market place pengadaan barang/jasa melalui metode pemilihan e-purchasing yaitu pengadaan dengan mekanisme e-katalog,” tutur Far Far.

Hen mengatakan proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan termasuk e-katalog yang dikembangkan oleh LKPP sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan proses pengadaan secara cepat, tepat dan efisien.

Pengembangan produk e-katalog sesuai dengan kebutuhan daerah serta mendekatkan layanan penyedia dengan penguna di daerah.

Hen Far Far mengharapkan kiranya kegiatan ini dapat terlaksan dengan baik sehingga bermanfaat bagi pelaksaan e-katalog kedepan dan proses pengadaan semakin efisien, cepat dan tepat.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Kepala Biro Administrasi Pembagunan Setda Maluku, para pejabat pembuat komitmen, pejabat pelaksana teknis kegiatan dan pejabat pengadaan lingkup pemerintah provinsi maluku, serta para kepala unit kerja pengadaan barang/jasa LPSE kabupaten/kota. (vpa/mcmaluku/toeb)

(sumber : http://infopublik.id/kategori/nusantara/359968/seminar-solusi-belanja-cerdas-tanpa-was-was )

 

Ambon, InfoPublik - Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Sekertaris Daerah (Setda) Maluku Rony Taeras mengapresiasi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia(RRI) Ambon sudah turut berperan aktif menyebarluaskan program-program  Pemerintah Provinsi Maluku.

"Selain itu juga mampu memberikan informasi yang berimbang, dapat menciptakan masyarakat yang cerdas dan kritis akan informasi sehingga menjadikan LPP RRI sebagai pilihan masyarakat pendengar,"ujar Rony Taeras saat menghadiri acara Serah Terima Jabatan Kepala LPP RRI Ambon, dari Suryono kepada Jodi Purgito di aula RRI Ambon, Senin(15/7/2019). 

Rony berharap bahwa kerjasama yang selama ini terjalin terjalin dengan baik terutama dalam memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakata agar terus dipertahankan dan lebih ditingkatkan.

Pada kesempatan tersebut Rony mewakili Gubernur Maluku, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Suryono yang selama ini telah memberi arti dan warna positif tarhadap eksistensi LPP RRI Ambon, dan mengucapkan selamat kepada Jodi Purgito yang menerima tongkat estafet kepemimpinan baru senantiasa turut mengawal perkembangan dan pembangunan bangsa di Provinsi Maluku.

Menurut Rony,  RRI sebagai LPP yang independen, netral dan tidak komersial berfungsi memberikan pelayanan siaran informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol sosial serta menjaga citra positif bangsa.

Turut hadir dalam acara tersebut forum koordinasi pimpinan daerah maluku, pimpinan SKPD lingkup pemerintah maluku, dan keluarga besar LPP RRI Ambon. (vpa/mcmaluku/YR)

(sumber : http://infopublik.id/kategori/nusantara/359681/pemprov-maluku-apresiasi-rri-ambon-aktif-menyebarluaskan-program-pemda )


 
AMBON,- Kehidupan keluarga Janes Michael (37 tahun), seorang perajin batako di Ambon, bersama istri, Jacklyn Yacob (30), yang bertahan hidup bersama empat anaknya di bawah gubuk berukuran 3x2,5 meter, menarik perhatian Pemerintah Daerah Provinsi Maluku.
Untuk itu, Pemda siap membangun rumah yang layak dan bantuan Pendidikan kepada anak Janes yang pertama.  

Sebagaimana dikutip dari kumparan.com Janes yang bekerja pada perusahaan kayu terbesar di Maluku yaitu PT. Gema Hutan Lestari di kabupaten Buru, baru setahun menjadi karyawan, dia mengalami kecelakaan berat saat menebang pohon, hingga akhirnya membuat kakinya patah dan mengalami gangguan pada tulang belakang.

Wakil Gubernur Maluku, Barbanas Orno, yang mengetahui kehidupan keluarga yang diketagorikan miskin ini, bertolak dari kantor Gubernur menuju rumah Janes, di Air Besar, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Ambon.



Turut didampinggi, Kepala Dinas Sosial Maluku, Sartono Pining, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Mimi Hudjajanti, Kepala Biro Humas dan Protokol setda Maluku, Muhammad Januaries.  

Perjalanan dari mata jalan air besar, Passo menuju keluarga Janes lumayan jauh, dengan melewati jalan berbecek tanah merah.

Walaupun demikian, tidak menyurutkan niat, Mantan Bupati MBD ini, untuk melihat secara langsung kehidupan keluarga Janes, yang tinggal dibawah atap bocor, dan ditutupi terpal berwarna biru, berdinding pelepah sagu dan papan ini.

Sesampainnya di kediaman mini Janes, Wakil Gubernur berbicang-bincang dengan Janes dan keluarga untuk mengetahui lebih mendalam berbagai kesulitan  yang dihadapi.  

Wakil Gubernur berjanji akan membantu pendidikan anak Janes (Aprilia Michael),  yang saat ini mengecap Pendidikan di Kelas II SD Teologi Kristen Desa Suli, Kecamatan Salahutu yang sempat putus sekolah karena ketidakmampuan untuk membiayai.  Apalagi, harus mengobati sang istri yang mengidap gejala penyakit ginjal.  

Sedangkan untuk lahan tempat tinggal Janes masih menumpang di lahan milik kerabat.

Mendengar jawaban tersebut, Wagub meminta ketua RT setempat untuk menfasilitasi penyediaan lahan, sehingga bisa dilakukan pembangunan yang  layak.



Kepada Wakil Gubernur, Janes juga mengutarakan penghasilan yang didapat selama ini tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

 “Dari kerja batako, jika penjualan lancar, pendapatan juga lancar,”tuturnya.

Untuk itu, Wagub memberikan bantuan uang sebesar Rp.5 juta guna memenuhi kebutuhan Janes dan Keluarga.
 
Selain membantu Pendidikan dan pembangunan rumah layak, Wagub juga berjanji
akan memberikan akses listrik di rumah Janes. (**)

Sunday, 14 July 2019 14:00

The First Pacific Exposition 2019

 

Auckland - New Zealand, Minggu 14 Juli 2019. Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga, H. E. Tantowi Yahya dalam sambutan pembukaan menyampaikan, saya telah menemukan lebih banyak persamaan dan ikatan antara Indonesia dan Pasifik. Pasifik telah lama dikenal karena keindahan alamnya, budaya yang mempesona, dan orang-orang yang ramah, untuk tujuan wisata kelas dunia. Wilayah sebagai paket tujuan wisata tunggal akan membuka peluang untuk membentuk citra Pasifik sebagai kekuatan besar pariwisata baru. Secara geografis terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, Indonesia merupakan pusat potensial untuk produk dan barang dari Pasifik untuk mencapai pasar Asia Tenggara, dan sebaliknya.

Pameran Pasifik adalah acara perdagangan, investasi, dan pariwisata, yang dirancang untuk memfasilitasi negara-negara Pasifik Selatan untuk mempromosikan peluang ekonomi mereka. Acara 4 hari ini bertujuan untuk meningkatkan peluang bisnis dan mengembangkan jaringan untuk komunitas bisnis, pemerintah, dan otoritas pariwisata di Pasifik, juga merupakan langkah pertama menuju penghubung barang dan orang-orang di Pasifik dan Asia Tenggara.

Budaya membantu orang memahami satu sama lain dengan lebih baik dan festival seni telah dianggap sebagai cara terbaik untuk menunjukkan dan mempelajari berbagai nilai dan pengalaman, menghubungkan orang-orang dari Pasifik dan Asia Tenggara, dan menangkap keharmonisan kedua wilayah dari perspektif yang sama sekali baru. Demikian menurut Tantowi Yahya sekaligus sebagai ketua panitia Pacific Exposition 2019 yang adalah pelaksanaan exposition pertama.

Kegiatan Pacific Expo 2019 dibagi dalam Forum Pariwisata pada hari pertama 11 Juli 2019 dalam 3 sesi. Sesi pertama membahas Improving Connectivity Across Tourism Destination dengan 4 panelis Mentri Pariwisata Tuvalu, CEO for Tourism Kemenenteri Pariwisata Tonga, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, dan Direktur Jenderal Pariwisata Kementerian Pariwisata Timor Leste; Pada Sesi  kedua, Developing the Pacific Brand, dengan 3 panelis yakni Chairman of Carnival Australia, Director of Tourism Kementerian Pariwisata dan Budaya Salomon Islands, CEO of Alexander PR Company. Dan yg menarik adalah sesi ketiga, Improving Human Capital in Hospitality Busimess. Persepsi tentang hospitality dikaji dari berbagai aspek untuk memberi kenyamanan sebagai pemikat untuk berkunjung lagi.

Pembukaan Pacific Expo 2019 dilaksanakan pd hari kedua, 12 Juli 2019  disertai pembukaan pameran dan pentas seni budaya. Menteri Luar Negeri dalam sambutan seremoni pembukaan Pacific Exposition 2019 di Sky City Convention Center, Auckland, menyampaikan : Kami, Indonesia, melihat adanya kesamaan tantangan yang juga dialami negara-negara Pasifik. Perubahan iklim dan bencana alam, ketakutan ekonomi karena perubahan tren global yang tak menentu, pendidikan, dan pengembangan manusia. Dalam menghadapi tantangan ini serta ancaman yang akan datang, saya yakinkan bahwa Indonesia adalah teman. Kita satu keluarga. Bersama, kita bisa menghadapi tantangan tersebut dengan membangun hubungan yang menguntungkan kita semua.

Menteri Luar Negeri juga menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi, kata Retno, menegaskan Indonesia akan aktif berkontribusi bagi ketahanan dan kesejahteraan negara-negara Pasifik. Acara dilanjutkan dengan Forum Bisnis & Investasi dalam 2 sesi. Pertemuan yang menghadirkan perwakilan semua negara peserta dibuka dengan sambutan Ketua KADIN.

Selanjutnya pada hari ketiga, diadakan Forum Budaya Pasifik (Pacific Cultural Forum) dengan Keynote Speech Menteri Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan Puan Maharani. Kesamaan budaya rumpun Melanesia - Polinesia dibahas oleh Prof. Herawati Sudoyo, pakar genetika yang adalah peneliti Eijkman Institute & 3 narasumber lainnya dari New Zealand, Cook Islands & New Caledonia.

Sore hari dilanjutkan dengan diskusi khusus tentang pengembangan SDM di bidang industri, energi dan pariwisata.Kegiatan 4 hari yang nyaris tanpa jeda, diselingi pentas budaya dan seni serta memperkenalkan ke 20 negara peserta, didominasi booth milik Indonesia yaitu Papua, Papua Barat, Maluku dan NTT menampilkan informasi visual, brosur tentang keindahan alam dan sumber daya alam yang dimiliki. Booth Kementerian Pariwisata dgn konsep "Wonderful Indonesia" menyajikan informasi secara lengkap destinasi wisata di keempat provinsi dengan even tahunan budaya setempat. Booth BUMN dan swasta dengan produk dan peluang bisnis melengkapi ruang pameran.Pentas budaya dari berbagai negara peserta sangat menarik dikarenakan keaneka-ragaman tarian dan nyanyian yang meriah. Kemiripan dalam irama, alat musik, gerak tari dan pakaian adat cukup menandai adanya kesamaan.

Ketika diminta komentarnya setelah acara penutupan, Duta Besar Indonesia untuk New Zealand, Samoa dan Tonga, H. E. Tantowi Yahya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku yang sudah berpartisipasi pada Pacific Exposition 2019 dengan harapan, walaupun belum sempurna dlm penyelenggaraan tetapi momen ini sebagai ikhtiar memperkenalkan Provinsi-Provinsi di kawasan Indonesia timur kepada Negara Pasifik agar dengan bakukenal akan terjadi interaksi budaya, interaksi ekonomi, dengan demikian perekonomian akan tumbuh berkembang di kawasan timur Indonesia yang pada ujungnya, rakyatnya sejahtera.
(Frona, Dinas KOMINFO Maluku).

 

Wednesday, 10 July 2019 06:23

Peringatan HANI 2019

 

Ambon - selasa 9/7/2019,  Peringatan Hari Narkotika Internasional (HANI) di Provinsi Maluku yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku, bertempat di Gedung Baileo Siwalima Karang Panjang Ambon.

Peringatan HANI tahun 2019 mengambil Tema; Mewujudkan Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas.

Gubernur Maluku Murad Ismail, berkenan membacakan sambutan tertulis Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla mengatakan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Negara bersama Pemerintah yakni, permasalahan kejahatan Narkoba.

Jika tidak ditangani secara bersama oleh semua elemen masyarakat, akan berdampak rusaknya tatanan sosial, sekaligus mengancam kondisi ketahanan nasional bangsa.

Dikatakan, Indonesia sebagai Negera dengan ekonomi terkuat ke-5 nantinya pada tahun 2045. Guna mewujudkan tatanan tersebut diperlukan SDM yang tangguh, yang mana merupakan penggerak pembangunan terhadap kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa.

Dimana manusia sebagai pelaku pembangunan dengan etos kerja produktif, trampil, disiplin, profesionalisme serta memiliki kemampuan guna mengembangkan Iptek dengan berwawasan lingkungan dan kemampuan manajemen.

Karenanya, guna mewujudkan SDM yang unggul dan tangguh mesti dilaksanakan sedini mungkin, dengan melindungi, menjaga setiap anak, agar tidak terjerumus dengan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika atau narkoba.

Hal ini dilakukan guna mempersiapkan generasi muda menjadi kader bangsa yang tangguh, dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Untuk itu, penanggulangan permasalahan Narkotika harus dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif, dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dapat dilakukan seimbang melalui pendekatan kesehatan, sosial serta pendidikan, untuk pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap Narkotika di Indonesia terlaksana secara baik.

Memerangi narkoba hingga tuntas, sudah harus menjadi prioritas pemerintah bersama masyarakat. Karenanya, dukungan seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan dalam mengembangkan tugas, amanah, yang diberikan oleh rakyat.

“Marilah berjuang bersama, bekerja keras, menjadikan negara kita bersih dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, karena jika masyarakat sehat maka negara akan kuat,” pinta wapres.

Bertempat di Gedung kompleks Asrama Atlet PPLP/PPLPD Rabu 26 Juni 2019 digelar Acara Pelepasan 4  Atlet PPLP/PPLPD Maluku yang telah lulus dan menamatkan pendidikan tingkat atas di SMA. Acara ini mengundang sejumlah pihak diantaranya Ketua KONI Provinsi Maluku, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Maluku, Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Maluku dan Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia(TI) Maluku, Para official dan para pelatih olahraga dibawah PPLP/ PPLPD Provinsi Maluku serta orang tua ke-empat atlet.

Acara diawali dengan laporan dari Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga ysng diwakili Kepala Seksi Infrastruktur, Pembibitan Dan Olahraga Prestasi Dispora Provinsi Maluku Martha J. Likumahwa, SE dan Sambutan Ka.Dispora Provinsi Maluku yang diwakili Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Djunaid Heluth, S.Sos.

Penandatangan Berita Acara Penyerahan Atlet

 

Anes Pelamonia (Atletik), Aan Trika Pratama (Sepakbola), Getmy G.A. Tuahatu (Sepakbola), dan Reynaldo G. Saliama (Taekwondo).

 

Kegiatan yang dilanjutkan dengan penandatangan Berita Acara Serah Terima sekaligus penyerahan atlet ke pengurus provinsi dari masing-masing cabang olahraga yang disaksikan para siswa-siswi atlet PPLP/ PPLPD Provinsi Maluku. Atlet-atlet ini dilepas karena telah lulus SMA ini adalah Anes Pelamonia (Atletik), Aan Trika Pratama (Sepakbola), Getmy G.A. Tuahatu (Sepakbola), dan Reynaldo G. Saliama (Taekwondo). Masing- Masing dari4  atlet yang telah lulus SMA ini juga diserahkan piagam penghargaan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah masing-masing raih selama berada dalam binaan PPLP/ PPLPD Provinsi Maluku.

Mewakili teman-teman atlet yang telah lulus dalam sambutannya Anes Pelamonia mengingatkan kepada para atlet yang masih dibawah binaan PPLP/ PPLPD Maluku agar tetap rendah hati, tidak cepat merasa bangga atas prestasi yang telah diraih, menanamkan sikap disiplin serta selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam segala aktifitas mereka sebagai atlet.

Selanjutnya Dilaksanakan juga penyerahan cenderamata dan pemberian kue ulang tahun kepada Rudolfis Noya, ASN Dispora Provinsi Maluku yang telah memasuki masa purna bakti. Rudolfis Noya dalam kesempatan terakhirnya bercerita singkat perjalanan awal karir nya sebagai ASN di kantor yang lama hingga membantu menangani para atlet di Asrama PPLP/PPLPD Provinsi Maluku. Rudolfis juga berterimakasih atas bentuk apresiasi yang diberikan teman-temannya di Dispora Provinsi Maluku dan mengingatkan agar acara perpisahan atlet seperti ini, tetap dilaksanakan ditahun-tahun berikutnya sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet yang telah berprestasi selama dalam binaan PPLP/PPLPD. Kepada para atlet yang masih bersekolah dan dibina PPLP/ PPLPD Provinsi Maluku, Rudolfis Noya yang akrab di sapa dengan panggilan “Papi” oleh para atlet mengingatkan mereka untuk tetap disiplin berlatih, maupun dalam jam istirahat agar dapat menorehkan prestasi di event-event yang lebih tinggi dan bergengsi dari kejuaraan Nasional PPLP/PPLPD. kesempatan itu juga Acara diakhir dengan doa, jabat tangan dan makan bersama.

(sumber : http://dispora.malukuprov.go.id/)

 

Page 7 of 62

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

 

GPR

 
Top