Hari / Tanggal : Selasa, 07 Sep 2010



Anda Berada di:     Home Pariwisata Objek Wisata Morea Waai
Morea Waai Cetak Tulis e-mail
Ditulis oleh Administrator   
Minggu, 11 Oktober 2009 09:13

Morea Waai

Mungkin belut ini, belut terbesar yang pernah kita jumpai panjang bisa mencapai 1 meter lebih. ada baiknya jika berkunjung ke kota Ambon singgah di Waai untuk melihat langsung belut yang satu ini.

Morea dari Waai, begitulah masyarakat Kota Ambon sering menyebutkannya, serasa kurang lengkap ketika mengunjungi negeri yang terletak di Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah ini, sebelum melihat hewan sejenis belut ini.
Desa Waai yang terletak disekitar 30 km dari pusat Kota Ambon, ternyata menyimpan potensi alam yang dapat dikembangkan sebagai objek kunjungan wisata, selain keindahan bahari dan suasana pegunungan Salahutu, desa ini memiliki satu aset tradisional dan keunikan yang menarik untuk dikunjungi.
Kolam Wae Selaka, nama tempat tersebut, kolam ini memiliki air yang sangat jernih dan berada pada lereng perbukitan serta memiliki udara yang sangat sejuk dan segar sepanjang hari.
Suasana ini didukung dengan tumbuhnya pohon-pohon yang rindang dan lebat serta tanaman lainnya sehingga terasa sangat asri dilokasi ini.
Di kolam Wae Selaka ini, hidup berbagai jenis ikan yang terus dipelihara oleh masyarakat setempat. Selain itu, yang paling menarik dan dikenal yakni hidupnya puluhan bahkan ratusan ekor morea, hewan sejenis belut yang jinak dan dapat dikendalikan oleh pawangnya. Morea-morea ini hidup dalam goa-goa yang terdapat di sekitar kolam tersebut, mereka akan keluar ketika dipanggil oleh pawangnya.
Tidak tanggung-tanggung, morea-morea ini memiliki ukuran hingga sebesar paha orang dewasa dengan panjang lebih satu meter, daya tarik pengunjung ketika datang ketempat ini hanya ingin menyaksikan bagaimana sang pawang memanggil keluar morea-morea ini dan memberi makan mereka dengan telur ayam.
Pengunjung juga diberi kesempatan untuk dapat memegang hewan yang terkenal licin ini, bahkan mengelus dan memberikannya makan.
Dijamin, hewan ini tidak akan menggigit atau melukai para pengunjung yang berkeinginan untuk memegangnya, karena hewan ini adalah jinak.



PETUNJUK KE KOLAM WAE SELAKA

Untuk sampai kelokasi yang dikembangkan sebagai objek kunjungan wisata ini, anda dapat menumpangi angkutan umum jurusan Waai atau Liang, atau menggunakan angkutan pribadi kearah tersebut.
Tidak sulit sampai ketempat ini, setelah sampai di desa Waai, dari jalan utama anda dapat berjalan kaki atau menumpang ojek dengan jarak sekitar 100 meter hingga kelokasi kolam, namun bila menggunakan kendaraan pribadi, pengunjung dapat langsung menuju ketempat tersebut karena jalan menuju kesana dapat dilalui bahkan dengan kendaraan roda empat.
Memasuki daerah ini anda akan dihadapkan oleh suasana asri pegunungan yang dingin, sejuk dan menyegarkan, tidak dipungut biaya khusus bagi pengunjung yang datang kelokasi ini, karena belum adanya koordinasi untuk pengembangan objek ini dari desa Waai. Di desa ini anda dapat menikmati bercengkrama dengan morea, menikmati ikan mas yang ada ataupun ingin berendam dan mandi bagi mereka yang kegerahan.
Tidak berlebihan bila ingin mendapatkan hiburan, ketenangan dan mengobati rasa penasaran bergaul dengan morea, maka kolam Wae Selaka merupakan lokasi yang tepat untuk dikunjungi.

FASILTAS PENGUNJUNG – SHELTER DGN KONTRUKSI TRADISIONAL.

Lokasi kolam Wae Selaka yang memiliki ratusan morea dan berbagai jenis ikan ini, sudah mulai dikembangkan untuk menjadi lokasi kunjungan wisata di Desa Waai. Di tempat ini terdapat tempat-tempat santai (Shelter) yang dibuat sederhana namun tampak apik, ada sekitar enam unit shelter yang dibangun dengan konstruksi tradisional yang beratapkan rumbia, sangat cocok dan asri bagi pengunjung beserta keluarga yang ingin bersantai, mendapatkan kenyamanan dengan udara yang sejuk dan segar, selain itu, juga terdapat tempat-tempat istirahat berupa tempat duduk permanent yang terbuat dari beton, tempat-tempat duduk ini sangat cocok dipergunakan bersantai terutama bagi mereka yang ingin bersantai bersama pasangan.
Shelter-shelter ini dibangun oleh Dinas Pariwisata Malteng maupun Propinsi yang juga turut memperhatikan tempat ini.

WC/KAMAR GANTI

Kolam Wae Selaka yang jernih dan bersih ini juga banyak mengundang pengujung untuk datang dan menikmati segarnya air dengan berendam atau mandi. Air segar yang langsung keluar dari mata air ini memberikan kesejukan sehingga banyak pengunjung tertarik untuk mandi dilokasi ini.
Untuk itu pada lokasi ini telah dibangun beberapa kamar ganti yang dapat dipakai oleh pengunjung yang datang dan ingin merasakan kesejukan di kolam Wae Selaka, ada sekitar empat kamar ganti yang disediakan.
Selain itu, juga disediakan Water Closed (WC) bagi pengunjung, fasilitas ini dirasakan penting agar pengunjung dapat betah dan tetap berkeinginan untuk menyinggahi tempat ini.

MAKANAN RINGAN

Diwaktu-waktu khusus seperti hari minggu atau hari libur lainnya, ketika pengunjung yang datang juga banyak, warga sekitar menjajakan berbagai jenis makanan ringan yang dapat dikomsumsi oleh pengunjung.
Gorengan-gorengan merupakan jajanan pokok yang ada ditempat ini, pisang goring, sukun goring maupun jagung rebus juga tersedia dengan harga terjangkau bila pengunjung ingin mendapatkannya. Selain itu, para penjual juga menyediakan minuman ringan dan minuman hangat yang juga kadang dibutuhkan oleh pengunjung.