Hari / Tanggal : Jumat, 10 Sep 2010



Anda Berada di:     Home Kesehatan Kesehatan Gaya hidup bersih dan sehat bisa tangkal Flu baru H1N1 atau flu babi
Gaya hidup bersih dan sehat bisa tangkal Flu baru H1N1 atau flu babi Cetak Tulis e-mail
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 14 Oktober 2009 05:14

GAYA HIDUP BERSIH DAN SEHAT BISA TANGKAL

FLU BARU H1N1 ATAU FLU BABI

( Oleh : Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Infokom Provinsi Maluku)

Zaman berubah, semua berubah, begitu juga dengan penyakit. Kini muncul Flu Baru H1N1 (popular sebagai Flu Babi). Kasus bermula dari Meksiko dan saat ini telah menjalar hampir ke semua belahan dunia. Di Indonesia, hingga tanggal 24 Juni 2009, jumlah penderita yang positif menderita Flu Baru H1N1 adalah 172 orang. Jumlah ini akan terus bertambah, sehingga perlu mendapat perhatian yang serius baik dari pemerintah maupun dari masyarakat.

Pengertian Flu Baru H1N1 (Flu Babi)


 

Flu Baru H1N1 (Flu Babi) adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh Virus Influenza A H1N1. Flu babi yang merebak dari Meksiko ini  telah menular antar manusia diduga merupakan campuran informasi genetik virus yang berasal dari manusia, babi dan unggas yang menyebabkan timbul Flu Baru yang dapat menular antar manusia.

 

Bagaimana Gejala & Tanda Flu Baru H1N1 pada Manusia ?

Gejalanya secara umum sangat mirip dengan influenza atau flu biasa, dengan tanda-tanda klinis yaitu :

  • Demam (≥38ºC),
  • Batuk, pilek,
  • Lesu, letih,
  • Nyeri tenggorokan,
  • Napas cepat atau sesak napas
  • dan mungkin disertai mual, muntah & diare.

 

Bagaimana Cara Penularan Flu Baru H1N1 ?

Cara penularan Flu Baru H1N1 sama dengan flu musiman, ditularkan langsung dari manusia ke manusia melalui udara dan bersentuhan yaitu lewat droplet--cairan yang keluar dari mulut dan hidung--ketika berbicara, batuk dan bersin. Karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya diseluruh dunia sangat rendah yakni 0,4%.

 

Bagaimana Cara Pencegahan ?

 

Berkenaan terjadinya pandemi Flu Baru H1N1 (flu babi), dihimbau agar masyarakat tidak perlu panik. Pasalnya, risiko penularan flu babi bisa ditangkal dengan gaya hidup bersih dan sehat yang biasanya dianggap sepele, seperti cuci tangan pakai sabun sesering mungkin dan tindakan etiket flu seperti menutup hidung dan mulut dengan tisu bila hendak bersin atau batuk dan buang tisunya di tempat sampah atau gunakan masker, Jaga jarak sedikitnya satu meter dengan orang lain, terutama jika sakit flu,

 

Apakah yang harus dilaksanakan jika sakit ?

Bila mengalami gejala yang mirip dengan Flu Baru H1N1, segera ke dokter, Puskesmas, RS terdekat, tinggallah dirumah dan beristirahatlah apabila menderita flu serta lakukan hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

 

Pengobatan

Jika ada gejala-gejala flu baru H1N1, maka pasien akan diberi obat Oseltamivir (TAMIFLU) dan Zanamivir. Obat-obat tersebut telah tersedia di Rumah Sakit-Rumah Sakit Daerah.

Seberapa seriuskah Flu Baru H1N1 ?

Dibandingkan dengan penyakit menular seperti demam berdarah, TBC, Malaria, Diare dan HIV/AIDS, penyakit-penyakit tersebut memiliki angka kesakitan dan kematian jauh lebih besar dari pada flu baru H1N1. Namun penyakit-penyakit tersebut tidak berpotensi menimbulkan pandemic. Pandemi menimbulkan dampak negative yang luar biasa terhadap aspek social, ekonomi dan keamanan umat manusia. Munculnya pandemic tidak dapat diperkirakan, sama sulitnya dengan memperkirakan terjadinya gempa.

Telah terjadi 3 (tiga) pandemic di masa lalu  :

  • Tahun 1918 – 1919, terjadi Spanish Flu (H1N1), menyebabkan 40 juta orang meninggal.
  • Tahun 1957 – 1958, terjadi Asian Flu (H2N2), menyebabkan 1 sampai 2 juta kematian diseluruh dunia.
  • Tahun 1968 – 1969, terjadi Hong Kong Flu (H3N2), menyebabkan 700 ribu kematian diseluruh dunia.

Seperti infulensa musiman, flu baru H1N1 pada manusia dapat terjadi dari ringan sampai berat. Dari tahun 2005 sampai januari 2009, 12 kasus flu baru H1N1 pada manusia yang terdeteksi di Amerika, tanpa adanya kematian. Bagaimanapun infeksi ini dapat menjadi serius.

 

Langkah-Langkah antisipasi oleh Departemen Kesehatan

-          Meningkatkan kesiapsiagaan di pintu-pintu masuk Negara, terutama pendatang dari Negara-negara sedang terjangkit flu baru H1N1 dengan menggunakan Health Alert Card.

-          Meningkatkan pengawasan bagi wisatawan asing di bandara oleh Kesehatan Pelabuhan.

-          Mewaspadai semua kasus ILI (Influenza Like Illnes) di seluruh puskesmas dan rumah sakit.

 

Apa saja yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Maluku untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya Flu Baru H1N1 ?

-          Pada tanggal 1 Mei 2009, telah dilaksanakan Konfrensi Pers untuk mensosialisasikan cara penanggulangan Flu Baru H1N1.

-          Tanggal 4 Mei 2009, dilaksanakan rapat koordinasi melibatkan semua sector terkait seperti Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dinas Kesehatan Kota Ambon, RSUD Haulussy Ambon, Balai Pengawas Obat dan Makanan, Laboratorium Kesehatan Daerah, Kesehatan Hewan, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, BAPEDDA Provinsi Maluku, Dinas Infokom Provinsi Maluku, Administrator Pelabuhan Ambon, Imigrasi, Kesehatan Pelabuhan, TNI/POLRI dan lain-lain. Rapat koordinasi tersebut bertujuan menentukan langkah-langka yang ditempuh oleh masing-masing sector sesuai dengan bidangnya untuk mencegah dan mengendalikan penyakit flu baru H1N1.

-          Membentuk TIM KOORDINASI PENGENDALIAN PENYAKIT FLU BARU H1N1 PROVINSI MALUKU.

-          Menghimbau Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten untuk mencermati adanya klaster ILI dan Pneumonia yang tidak jelas penyebabnya.

-          Menghimbau Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten untuk melaksanakan peningkatan surveilans Influenza Like Illnes (ILI) dan Pneumonia di puskesmas dan rumah sakit.

-          Mempersiapkan Posko KLB (Kejadian Luar Biasa) jika diperlukan sesuai dengan perkembangan penyakit.

-          Segera melaporkan kepada Posko KLB Ditjen PP & PL jika ditemukan kasus.

-          Koordinasi dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan – Pengendalian Penyakit Menular (BTKL-PPM) untuk tetap melaksanakan surveilans factor resiko dan meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Sanitasi Lingkungan.