Berita Lowongan Kerja Terbaru
Menteri Jonan Buka Pesparani Katolik Nasional di Ambon

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan membuka secara resmi Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I pada Sabtu (27/10) petang dalam sebuah upacara pembukaan yang digelar di Lapangan Merdeka di Kota Ambon, Propinsi Maluku.

Sekitar 12.000 orang termasuk peserta Pesparani dari 34 propinsi, pejabat pemerintah pusat dan daerah serta tamu undangan menghadiri acara yang berlangsung selama hampir lima jam dan berisi berbagai penampilan seni budaya itu.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Sebelumnya, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo selaku ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memimpin Misa Konselebrasi bersama tujuh uskup dan 90 imam.

Mewakili Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang berhalangan hadir, Jonan menekankan pentingnya menjaga kebhinnekaan karena “kebhinnekaan dibentuk sejak jaman para bapak pendiri bangsa dari Sabang sampai Merauke dan dari Mianggas sampai Pulau Rote.”

“Persatuan, kerukunan dan persaudaraan yang harus kita pertahankan akan membawa negara Indonesia menjadi negara yang sangat besar dan sangat dihormati di dunia. Tanpa persatuan, kerukunan dan persaudaraan, membangun Indonesia akan tidak mudah lagi,” katanya.

Pada 1999, kerusuhan sektarian antara umat Islam dan Kristen mengoyak Propinsi Maluku yang berpenduduk lebih dari 1,8 juta orang. Kerusuhan ini menewaskan sekitar 5.000 orang. Pada 2011, sebuah kericuhan menewaskan sedikitnya lima orang.

Dalam sebuah pesan video berdurasi sekitar 18 detik yang ditayangkan dalam acara itu, Presiden Jokowi menyambut baik penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional I.

“Saya berharap ajang pesta lagu-lagu rohani ini dapat menjadikan umat Katolik lebih mampu memuliakan Tuhan dan lebih mampu menyatukan bangsa Indonesia dalam persaudaraan sejati,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua – yang juga ketua umum panitia Pesparani Katolik Nasional I yang akan berlangsung hingga Kamis (2/11) dengan tema “Membangun Persaudaraan Sejati” – mengatakan keberagaman agama “harus dikelola dengan sebuah pendekatan yang tepat.”

“Itulah sebabnya komitmen kami menjadikan Pesparani Katolik sebagai instrumen untuk kembali membuktikan kemampuan dan kematangan kita dalam menata salah satu aspek kemajemukan itu sendiri, yaitu agama-agama,” katanya.

Ia juga menyarankan agar agama-agama yang ada di Indonesia hendaknya menjadi kontrol sosial yang efektif dalam menjaga kerukunan.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, memimpin Misa Konselebrasi yang diadakan menjelang upacara pembukaan secara resmi Pesparani Katolik Nasional I di Lapangan Merdeka di Kota Ambon, Propinsi Maluku, pada Sabtu (27/10) sore. (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

 

“Sesungguhnya landasan spiritualitas menuju suksesnya penyelenggaran Pesparani ini adalah menghadirkan rasa keadilan dan merawat kebersamaan antarumat beragama di Maluku. Kami sadar umat Katolik juga punya kontribusi yang setara dengan anak negeri Maluku dan juga rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Mgr Suharyo, Pesparani merupakan “peristiwa kebangsaan.”

“Namanya bukan kejuaraan paduan suara Katolik melainkan Pesta Paduan Suara Gerejani. Kita ingin bersyukur kepada Tuhan atas karya yang agung dalam sejarah Gereja Katolik di Indonesia. Kita juga ingin merayakan karya agung Tuhan dalam sejarah bangsa kita,” kata prelatus itu.

“Rasa syukur itulah yang di dalam Gereja Katolik diungkapkan di dalam salah satu doa yang paling penting yang kami sebut Prefasi untuk Tanah Air,” lanjutnya.

Doa dalam prefasi itu antara lain berbunyi: “Berkat jasa begitu banyak tokoh pahlawan, Engkau menumbuhkan kesadaran kami sebagai bangsa. Kami bersyukur kepada-Mu atas bahasa yang mempersatukan.”

Mgr Suharyo kemudian menyebut Sumpah Pemuda yang setiap tahun diperingati pada 28 Oktober.

“Atas penyelenggaran Tuhan, saya sengaja tidak menggunakan kata kebetulan, Pesparani diadakan menjelang ulang tahun Sumpah Pemuda, ulang tahun ke-90. Dan kita semua tahu Sumpah Pemuda dijalankan dalam 3 kali sidang. Sabtu malam, 90 tahun lalu, hari ini sidang pertama dilaksanakan di gedung Pemuda Katolik di Batavia. Sekarang tempatnya ada di aula Keuskupan Agung Jakarta,” jelasnya.

Selama penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional I, sebuah seminar nasional bertema “Dengan Menyanyi, Kami Merawat Pencasila dan NKRI, Dari Ambon untuk Indonesia” dan sebuah pameran kerajinan tangan – Maluku Expo – juga diadakan di Kota Ambon sebagai bagian dari kegiatan tersebut.

(sumber : https://indonesia.ucanews.com/2018/10/29/menteri-jonan-buka-pesparani-katolik-nasional-di-ambon/ )

Read 214 times Last modified on Monday, 29 October 2018 01:49

Iklan Layanan Masyarakat

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

GPR

 

INFO BMKG

Top