Berita Lowongan Kerja Terbaru

 

KABUPATEN BURU SELATAN

MENGENAL BURU selatan

1.1 Letak Daerah

Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, secara geografis letak daerah penelitian sebelah Utara dengan Kabupaten Buru dan Laut Seram, sebelah Selatan dengan Laut Banda, sebelah Barat berbatasan dengan Laut Banda, dan sebelah Timur dengan Kabupaten Buru dan Selat Manipa. Secara astronomis daerah penelitian terletak antara 2o30’00” LS hingga 5o50’00” LS dan 125o00’00” BT hingga 127o00’00” BT. Daerah penelitian mencakup areal seluas 5.060,0km2, dimana penyebaran terluasnya (93,95% dari luas kabupaten) berada pada Pulau Buru sedangkan luasan 6,05%sisanya berada pada Pulau Ambalau.

1.2 Iklim

Berdasarkan peta Zone Agroklimat Provinsi Maluku (LTA-72, 1986) dan klasifikasi iklim Oldeman (1980), maka Kabupaten Buru Selatan termasuk dalam tiga zone Agroklimat yaitu zone I.3, III.1, dan zone III.2 dengan curah hujan tahunan berkisar antara 1800–3000mm, dan memiliki 3–6 BB dan 2–3 BK (zone C2 dan D2).

Tabel 1.1 menunjukkan kondisi iklim di Kabupaten Buru Selatan. Periode musim hujan berlangsung selama lima bulan yakni mulai dari bulan Desember sampai Maret dan Juli. Hasil analisis curah hujan menunjukkan bahwa Kabupaten Buru Selatan memiliki curah hujan tahunan rata-rata 1226,1 mm.

 

Suhu udara rata-rata bulanan berkisar antara 25,9oC (bulan Juli dan Agustus) sampai 28.3oC (bulan April). Suhu maksimum terendah terjadi pada bulan Juli (31,1oC) dan tertinggi pada bulan Nopember(33,4oC). Sedangkan suhu minimum terendah terjadi pada bulan Juli (22,3oC), dan tertinggi terjadi pada bulan Desember (24,3oC).

1.3 Fisiografi

Fisiografi menggambarkan kenampakan bentangan permukaan lahan pada suatu kawasan yang luas. Fisiografi daerah penelitian terbagi atas tiga kategori yakni fisiografi dataran, fisiografi perbukitan dan fisiografi pegunungan. Fisiografi dataran dengan lereng datar hingga bergelombang (0–15%)seluas 9308.9 hektar (1.8 %),fisiografi perbukitan dengan lereng landai hingga sangat curam (3–>50%)seluas 53663.3 hektar(10.6 %),fisiografi pegunungan dengan lereng landai hingga sangat curam (3–>50%)seluas 443027.8 hektar (87.6 %).

1.4 Kondisi Tanah

Jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Buru Selatan adalah;Tanah Regosol (Psamments) dengan kedalaman solum sedang sampai dalam, dan penggunaan lahan yang umumnya ditemukan adalah kelapa, dan tanaman campuran. Vegetasi khusus yang ditemukan seperti ketapang, waru dan jenis vegetasi bawah seperti pescapreae.

Tanah Aluvial (Fluvents), dengan kedalaman solum sedang sampai dalam, berdrainase baik hingga agak buruk dan bertekstur sedang dengan penggunaan lahan kelapa, kebun campuran, dan ladang. Tanah Gleisol (Aquents/Aquepts), dengan kedalaman solum sedang sampai dalam, berdrainase agak buruk hingga sangat buruk dengan penggunaan lahan kelapa, dan ladang. Vegetasi khusus yang ditemukan adalah sagu, dan nipah. Tanah Litosol (Lithick orthents), tanah ini bertekstur sedang dan berdrainase baik dan memiliki kedalaman solum sangat dangkal serta terdapat singkapan batuan. Vegetasi yang ditemukan adalah hutan primer dan hutan sekunder.

Tanah Rensina (Rendolls),dengan solum dangkal sampai sedang dengan tekstur sedang hingga halus dan berdrainase baik. Penggunaan lahan yang ditemukan adalah tanaman campuran, hutan primer dan hutan sekunder.Tanah Kambisol (Tropepts),dengan solum sedang sampai dalam, berdrainase baik, dengan tekstur halus sampai agak kasar. Penggunaan lahan yang ditemukan adalah tanaman campuran (tanaman tahunan, dan ladang) serta hutan primer dan hutan sekunder.

Tanah Brunizem (Udalfs),dengan solum dalam hingga sangat dalam, berdrainase baik, dengan tekstur halus. Penggunaan lahan yang ditemukan adalah tanaman campuran dan ladang, serta hutan primer dan hutan sekunder.

Tanah Podsolik (Udults), dengan solum dalam hingga sangat dalam, berdrainase dalam dengan tekstur halus.Vegetasi yang ditemukan adalah kebun campuran, dan ladang serta hutan primer dan hutan sekunder.

1.5 Penduduk dan Angkatan Kerja

Berdasarkan data registrasi penduduk jumlah penduduk di Kabupaten Buru Selatan sampai dengan tahun 2009 adalah sebanyak 52.949 jiwa dengan uraian pada masing-masing kecamatan sebagai berikut:

Kecamatan Kepala Madan 9.343 jiwa yang terdiri dari 4.803 jiwa laki-laki dan 4.540 jiwa perempuan; Kecamatan Leksula sebanyak 15.863 jiwa yang terdiri dari 8.332 jiwa laki-laki dan 7.531 jiwa perempuan; Kecamatan Namrole sebanyak 8.547 jiwa yang terdiri dari 4.465 jiwa laki-laki dan 4.082 jiwa perempuan;

Kecamatan Waisama sebanyak 9.689 jiwa yang terdiri dari 5.008 jiwa laki-laki dan 4.681 jiwa perempuan; Kecamatan Ambalau sebanyak 9.507 jiwa yang terdiri dari 4.951 jiwa laki-laki dan 4.556 jiwa perempuan.

ARTI LAMBANG KABUPATEN BURU SELATAN

Logo Kabupaten Buru Selatan didesain dengan mengambil bentuk Persial berwarna Kuning sebagai Wadah yang memuat instrument sebagai berikut :

1.       Bingkai bentuk sudut segi empat dengan warna tepi bingkai terdiri dari dua warna yaitu merah dan putih;

2.       Warga logo yang dominan kuning

3.         Ikat Kepala (Lestare atau Ifutin)

4.         Dua Jenis Tanaman yaitu hotong (Feten, setaria italic) dan miranti (biahut/lodi, shore sp);

5.         Meranti dan hotong disatukan dalam 4 simpul ikatan

6.         bentuk bidang dalam oval;

7.         Tombak dan tifa

8.         Moto yang terdapat dalam logo tersebut adalah “Lolik Lalen Fedak Fena”

SEJARAH

Perjalanan sejarah lahirnya Kabupaten Buru Selatan secara filosofis dengan berbagai dinamika di tengah peradaban masyarakat Indonesia, Maluku, Buru dan khususnya Buru Selatan selalu dikenang dan terpatri dalam sanubari anak-anak Fuka Bubolo.

Tahapan demi tahapan perjuangan pembentukan Kabupaten Buru Selatan dimulai sejak Tahun 2003. Salah satu instrument advokasi yang dilakukan melalui penyampaian aspirasi dan sikap representative masyarakat Buru Selatan ke DPRD Provinsi Maluku, dan Gubernur Maluku (kala itu Kantor Gubernur masih menempati Kantor Telkom di kawasan Talake – Ambon).

Jeritan hati anak Fuka Bupolo berlanjut di Tahun 2004 melalui beberapa penggagas yang kemudian membentuk Lembaga Pengembangan Buru Selatan (LPBS). LPBS ditetapkan oleh masyarakat buru selatan yang berada di ibu kota Provinsi Maluku dan sekitarnya pada 4 Agustus 2004 dengan kepengurusan terdiri dari steering Committee dan Organization Committee.

Pada bulan September 2004 hingga April 2005, seluruh stakeholder Pemerintah Desa (Kepala Desa/Dusun, Toko Agama, Toko Masyarakat, Toko Pemuda dan empat Raja Reheecschaft pada lima kecamatan di Kabupaten Buru Selatan) menyampaiakan rekomendasi resmi kepada LPBS untuk disikapi, ditindaklanjuti, untuk diperjuangkan ke Pemerintah Kabupaten Buru, Pemerintah Provinsi Maluku dan selanjutnya ke Pemerintah Pusat yang intinya Buru Selatan harus menjadi daerah otonom baru di Provinsi Maluku.

selanjutnya, pada bulan Mei 2005 sampai dengan pertengahan tahun 2006, dokumen rekomendasi hasil survey LPBS diteruskan Tim Assistensi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku untuk selanjutnya melakukan penelitian maupun kajian berdasarkan data dan dokumen pendukung lainnya guna menyimpulkan hasil visibility Study Wilayah Buru Selatan menjadi Dokumen ilmiah/akademisi dan dipaneliskan/presentasekan ke Pemerintah Kabupaten Buru.

setelah itu, rekomendasi persetujuan Bupati Buru dan persetujuan Keputusan DPRD Kabupaten Buru, maka terbitlah persetujuan rekomendasi Bupati Nomor 31 Tahun 2006 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan dan empat keputusan DPRD Kabupaten Buru pada juni 2006, antara lain : satu, Keputusan DPRD Kabupaten Buru Nomor 04 Tahun 2006 Persetujuan Pembentukan Kabupaten Buru Selatan sebagai Daerah Otonom baru, kedua, Keputusan DPRD Kabupaten Buru Nomor 05 Tahun 2006 tentang batas wilayah Kabupaten Buru Selatan sebagai Daerah Otonom Baru. Ketiga, Keputusan DPRD Kabupaten Buru nomor 06 Tahun 2006 tentang Ibu Kota Kabupaten Buru Selatan sebagai Daerah Otonom Baru Keempat, Keputusan DPRD Kabupaten Buru Nomor 07 Tahun 2006 tentang Pemberian Bantuan dana Kabupaten Buru kepada Kabupaten Buru Selatan sebagai Daerah Otonom Baru selama tiga tahun berturut-turut.

Perjuangan LPBS masih berlanjut sampai juli tahun 2006, melalui persetujuan keputusan DPRD Provinsi Maluku Nomor 10 Tahun 2006 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan dan Persetujuan Rekomendasi Gubernur Maluku Nomor 130 Tahun 2006 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan sebagai Daerah Otonom Baru.

setelah seluruh dokumen di tingkat provinsi rampung, berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku tentang persyaratan pembentukan, penggabungan dan penghapusan kabupaten/kota, maka semua dokumen visibility study pembentukan Kabupaten Buru Selatan oleh pemerintah Kabupaten Buru maupun Pemerintah Provinsi Maluku bersama LPBS mengajukan dan mengusulkan kepada Pemerintah Pusat baik melalui DPR-RI maupun Menteri Dalam Negeri agar menjadi pertimbangan dan pengkajian melaui peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui kajian dan pertimbangan dokumen visibility study dan karakteristik wilayah, maka siding paripurna DPR-RI pada tanggal 24 Juni 2008 telah disahkan Kabupaten Buru Selatan sebagai otonom baru bersama dengan 11 kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

khusus untuk Kabupaten Buru Selatan telah disahkan dan ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008 tenatang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan.

secara resmi penyelenggaraan efektifitas roda pemerintahan Kabupaten Buru Selatan mulai berjalan pada tanggal 16 September 2008.

VISI DAN MISI

Rumusan Visi Pembangunan Daerah Kabupaten Buru Selatan sesuai dengan Visi Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan periode 2016 – 2021, Togop Sudarsono Soulisa, SH, MT dan Ayub Seleky, SH mengandung beberapa perspektif, sebagai berikut :

1.       Historis : Kabupaten Buru Selatan adalah salah satu Kabupaten baru (termuda) di Provinsi Maluku yang dimekarkan pada bulan Oktober 2008 berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2008. Bahwa catatan sejarah ini menjadi tolak ukur untuk mendesain program dan kebijakan pembangunan secara berkelanjutan;

2.    Filosofis : Kabupaten Buru Selatan sebagai suatu daerah otonom yang berkarakter kepulauan membutuhkan instrument kebijakan pembangunan secara khas dalam membina semangat persaudaraan untuk memperbaiki kondisi kesejahteraan rakyat “ LOLIK LALEN FEDAK FENA”

3.    Sosiologis : Tipikal masyarakat yang harus berubah dari waktu ke waktu seiring dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengindikasikan bahwa pemerintah daerah perlu menentukan program dan kebijakan pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata;

4.    Futurologis : Dalam tangungjawab pemerintah ke depan, maka Pemerintah Kabupaten Buru Selatan dituntut peka dan tanggap untuk menciptakan masa depan yang lebih baik demi pensejahteraan rakyat.

 

“Mewujudkan Kemandirian Buru Selatan Secara Berkelanjutan

Sebagai Kabupaten Yang Rukun Berbasis Agro – Marine “

 

Makna Visi pembangunan pemerintah daerah Kabupaten Buru Selatan periode 2016 – 2021, Untuk mewujudkan visi tersebut maka ada 5 (Lima) visi yang di usung yaitu:

  •  Memperkuat sektor perhubungan untuk peningkatan aktifitas ekonomi produktif masyarakat;.
  •  Pembentukan pusat pengembangan perikanan dan pertanian berbasis potensi unggulan wilayah;
  •  Penguatan usaha mikro kecil dan menengah berdasarkan pusat pengembangan ekonomi kecamatan dengan mempertimbangkan geostrategis, geopolitik, dan potensi sumberdaya wilayah;
  •  Pengembangan sektor pendidikan berbasis potensi/komoditas unggulan daerah;
  •  Perluasan akses kesehatan yang berbasis dan terjangkau bagi masyarakat;
Misi di atas dipakai sebagai arah kebijakan pembangunan daerah Buru Selatan dan dijabarkan dalam 7 (Tujuh) prioritas pembangunan tahun 2016-2021, yaitu:

1.    Memperkuat sektor perhubungan untuk meningkatkan aktifitas ekonomi produktif masyarakat;

2.    Pembentukan pusat pengembangan perikanan dan pertanian berbasis potensi unggulan wilayah;

3.    Penguatan usaha mikro kecil dan menengah berdasarkan pusat pengembangan ekonomi kecamatan dengan mempertimbangkan geostrategis, geopolitik, dan potensi sumberdaya wilayah;

4.    Pengembangan sektor pendidikan berbasis potensi /komoditas unggulan daerah;

5.    Perluasan akses kesehatan yang berbasis dan terjangkau bagi masyarakat;

6.    Penguatan adat, budaya dan nilai-nilai kearifan local sebagai modal social untuk mendorong akselerasi pengembangan pariwisata daearah;

7.    Penguatan tata kelolah pemerintahan yang efektif, profesional, dan bersih dari KKN.

 

 
Friday, 14 October 2016 13:27

Profil Wakil Gubernur

Nama Lengkap : Dr. Zeth Sahuburua, S.H., M.H.

Tempat Tanggal Lahir : Titawaai, Nusa Laut, Maluku Tengah, 1 September 1942

Pengalaman Organisasi

1.Ketua DPRD Maluku sejak 1999 hingga 2004,

2.Wakil Ketua DPRD Maluku sejak 1987 hingga 1999,

3. Anggota DPRD Maluku sejak 1982 hingga 1987.

Riwayat Pendidikan

  • S1 Fakultas Hukum Jurusan Hukum Tata Negara Universitas Pattimura Ambon (1984)
  • S2 Fakultas Hukum Jurusan Hukum Tata Negara Universitas Sam Ratulangi Manado (2005)

Riwayat Jabatan

  • Anggota DPRD Provinsi Maluku (1982-1987)
  • Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku (1987-1999)
  • Ketua DPRD Provinsi Maluku (1999-2004)
  • Wakil Gubernur Maluku (2014-sekarang)
Published in Selayang_pandang
Friday, 14 October 2016 13:25

Profil Gubernur

Nama Lengkap: Ir. SAID ASSAGAFF

Tempat dan Tanggal Lahir: Ambon, 29 November 1953

Pendidikan Terakhir: Sarjana

Pengalaman Organisasi:

1. Ketua DPD MKGR Provinsi Maluku

2. Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Provinsi Maluku

Riwayat Pekerjaan:

1. Kepala Sub Pertanian BAPPEDA Tk. I Maluku

2. Pjs. Wakil Kabid Penelitian BAPPEDA Tk. I Maluku

3. Kepala Bidang Ekonomi BAPPEDA Tk. I Maluku

4. Kepala Biro Bina Penyusunan Program Setwilda Tk. I Maluku

5. Wakil Ketua Bappeda

6. Pjs. Ketua Bappeda

7. Assisten Administrasi  Pembangunan

8. Kepala Balitbangda

9. Assisten Administrasi Keuangan

10. Sekda Provinsi Maluku

11. Wakil Gubernur Maluku

12. Gubernur Maluku

Published in Selayang_pandang
Friday, 14 October 2016 13:24

Visi dan Misi

VISI dan MISI Pemerintah Provinsi Maluku Tahun 2014 – 2019:

 

VISI:

 

Mantapnya pembangunan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

 

Misi:

  1. Memantapkan Masyarakat Maluku yang Rukun, Religius, Aman dan Damai
  2. Menjadikan Masyarakat Maluku yang Berkualitas dan Sejahtera
  3. Mewujudkan Pembangunan Provinsi Maluku yang adil dan Demokratis berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

 

Published in Selayang_pandang
Friday, 14 October 2016 13:22

Letak Geografis Provinsi Maluku

Menurut letak astronomis, maka wilayah Provinsi Maluku terletak antara:

 

2 030 '   -    90  Lintang Selatan / Southern Latitude

 

124 0      -    1360 Bujur Timur / Eastern Longitude

 

Batas Wilayah Provinsi Maluku

 

1.   Sebelah Utara Berbatasan dengan Laut Seram

 

2.   Sebelah Selatan Berbatasan dengan Lautan Indonesia dan Laut Arafuru

 

3.   Sebelah Timur Berbatasan dengan Pulau Irian

 

4.   Sebelah Barat Berbatasan dengan Pulau Sulawesi

 

 

1.    Iklim

 

Iklim dan Klasifikasi

 

Daerah Maluku mengenal 2 musim yakni : musim barat atau utara dan tenggara atau timur yang di selingi oleh dua macam pancaroba yang merupakan transisi kedua musim tersebut.

 

Musim barat di Maluku berlangsung dari bulan Desember sampai bulan Maret, sedangkan bulan April adalah masa transisi ke musim tenggara. Musim tenggara berlaku rata-rata 6 bulan berawal dari bulan Mei dan berakhir pada bulan Oktober. Masa transisi ke musim barat adalah pada bulan November.

 

Keadaan musim tidak homogen dalam arti setiap musim berlaku di daerah ini memberikan pengaruh yang berbeda-beda pada daratan maupun lautannya.

 

Temperatur rata-rata 26,2 C (di Maluku Tenggara terutama pada musim hujan).

 

Klasifikasi

 

  • Berdasarkan klasifikasi Koppen, iklim di Maluku tergolong type Alpa, dan hanya sebagian kecil yang tergolong type Ae, seperti daerah-daerah Obi, Tual dan Dobo.
  • Berdasarkan klasifikasi Schmid Fergusen, iklim di Maluku tergolong type A dan B dan hanya sebagian kecil saja tergolong type C seperti Daerah Tual ( Maluku Tenggara ).

 

Keadaan curah hujan di Maluku dapat dibagi 4 katagori :

 

  • Curah Hujan di Maluku 1.000 mm/thn. Terjadi di pulau Wetar dan sekitarnya.
  • Curah hujan antara 1.000 - 2.000 mm / thn, terjadi di pulau babar, Tanibar, Aru dan sebagian pulau Buru, kepulauan Sula, Bacan dan sekitar Tobelo.
  • Curah hujan antara 2.000 - 3.000 mm / thn. Terjadi di pulau Seram, Gorom, Obi, Morotai dan Kei Kecil.
  • Curah hujan lebih dari 3.000 mm / thn terdapat dipulau Lease, pulau Kei kecil, P.Ambon dan Kao.

 

- Curah hujan tertinggi terdapat di gunung Darlisa (di pulau Seram bagian barat ) sebesar 3.384 mm / tahun.

 

- Curah hujan terendah terdapat di Tiwakr (pulau Wetar) sebesar 991 mm / tahun.

 

Published in Selayang_pandang
Friday, 14 October 2016 13:20

Daftar Gubernur Maluku

Sebagai salah satu Provinsi tertua di Indonesia, Maluku juga telah diperintah berbagai bangsa selama berabad-abad. Adapun daftar Gubernur Maluku sejak Zaman Kolonial dimulai dari Pemerintahan Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris hingga Masa Kemerdekaan Republik Indonesia, adalah sebagai berikut:

No.

Nama

Masa jabatan

A

Masa Pemerintahan Portugal

 

1

Antonio de Brito

1522 - 1525

2

Garcia Henriques

1525 - 1527

3

Jorge de Meneses

1527 - 1530

4

Gonçalo Pereira

1530 - 1531

5

Vicente da Fonseca

1531 - 1534

6

Tristão de Ataide

1534 - 1536

7

Antonio Galvão

1536 - 1540

8

Jorge de Castro

1540 - 1544

9

Jordão de Freitas

1544 - 1546

10

Bernaldim de Sousa

1546 - 1549

11

Cristovão de Sa

Oct 1549 - Oct 1550

12

Francisco Lopes de Sousa

1552 - Feb 1554

13

Cristovão de Sa (memerintah untuk kedua kalinya)

Feb 1554 - Nov 1555

14

Duarte d'Eça

1555 - Dec 1558

15

António Pereira Brandão

Dec 1558 - Oct 1560

16

Manoel de Vasconcellos

Oct 1560 - 1561

17

Bastião Machado

Oct 1560 - 1561

18

Henrique de Sa

Mar 1562 - 1564

19

Alvaro de Mendonça

1564 - 1567

20

Diogo Lopes de Mesquita

1567 - 1571

21

Alvaro de Ataide

1571 - Dec 1574

22

Nuno Pereira de Lacerda

Dec 1574 - 28 Dec 1575

23

Sancho de Vasconcellos

1575 - 1578

24

Diogo de Azambuja

Dec 1582 - Jan 1586

25

Duarte Pereire de Sampaio

Jan 1586 - 1589

26

Rui Dias da Cunha

1589 - 1592

27

Tristão de Sousa

1592 - 1595

28

Julião de Noronha

1595 - 20 Nov 1598

29

Rui Gonçalves de Sequeira

20 Nov 1598 - Feb 1602

30

Pedro Alvares de Abreu

Feb 1602 - 19 May 1605

B

Masa Pemerintahan Spanyol

1606 - 1663

1

Juan de Esquivel

1606 - 1609

2

Lucas de Vergara Gaviria

1606 - 1609

3

Cristobál de Azcueata Menchaca

1610 - 1612

4

Jerónimo de Silva

1612 - 1617

5

Lucas de Vergara Gaviria (memerintah untuk kedua kalinya)

1617 - 1620

6

Luis de Bracamonte

1620 - 1623

7

Pedro de Heredia

1623 - 1636

8

Pedro Muñoz de Carmona y Mendiola

1636 - 1640

9

Francesco Suárez de Figueroa

1640 - 1642

10

Pedro Fernández del Rio

1642 - 1643

11

Lorenzo de Olaso Achotegui

1643 - 1652

12

Pedro Fernández del Rio (memerintah untuk kedua kaliya)

1652

13

Francesco de Esteybar

1652 - 1656

14

Diego Sarria Lascano

1659 - 1660

15

Francesco de Esteybar (memerintah untuk kedua kalinya)

1658 - 1659

16

Francesco de Atienza Ibañez

1659 - 1660

17

Juan de Chaves

1660 - 1661

18

Agustín de Cepeda Carnacedo

1661 - 1663

19

Francesco de Atienza Ibañez (memerintah untuk kedua kalinya)

1663

C

Masa Pemerintahan Belanda

 

1

Frank van der Does

1599 - c.1602

2

Jan Pieterszen Suyer

Jan 1601 - 1602

3

Christiaen Adriaensz den Dorst

Sep 1602 - 1604

4

Anthonie van Suylen van Nyevelt

Sep 1602 - 1604

5

Adriaan Antoniszen

Jul 1605 - Mar 1606

6

Gerrit Gerritszen van der Buis & Pieter Janszen Boenen

1607 - 1608

7

Adriaen Woutersz

1608 - 1610

8

Paulus van Caerden

1610 - 1612

9

Pieter Both

1612 - 1616

10

Laurens Reaal

1616 - 1621

11

Frederik Houtman

1621 - 1623

12

Jacques le Fèbre

1623 - 1627

13

Gilles van Zeijst

1627 - 1628

14

Pieter Wagensveld

1628 - 1629

15

Gijsbert van Lodestein

1629 - 1633

16

Johan Ottens

1633 - 1635

17

Jan van Broekom

1635 - 1640

18

Anthonij Caen

1640 - 1642

19

Wouter Seroijen

1642 - 1648

20

Gaspar van den Bogaerde

1648 - 1653

21

Jacob Hustaart

1653 - 1656

22

Simon Cos

1656 - 1662

23

Anthonij van Voorst

1662 - 1667

24

Maximilian de Jong

1667 - 1669

25

Abraham Verspreet

1669 - 1672

26

Cornelis Franks

1672 - 1674

27

Willem Corput

1675 - 1675

28

Willem Harthouwer

1676 - 1676

29

Jacob de Ghein

1676 - 1677

30

Robbert Padtbrugge

1677 - 1682

31

Jacob Lobs

1682 - 1686

32

Johan Henrik Thim

1686 - 1689

33

Johannes Cops

1689 - 1692

34

Cornelis van der Duin

1692 - 1696

35

Salomon le Sage

1696 - 1701

36

Pieter Rooselaar

1701 - 1706

37

Jacob Claaszoon

1706 - 1710

38

David van Petersom

1710 - 1715

39

Jacob Bottendorp

1715 - 1720

40

Antoni Heinsius

1720 - 1723

41

Jacob Cloeck

1723 - 1724

42

Joan Happon

1724 - 1728

43

Jacob Christiaan Pielat

1728 - 1731

44

Elias de Haeze

1728 - 1731

45

Johannes Bernard

1728 - 1731

46

Paulus Rouwenhoff

1735 - 1739

47

Marten Lelievelt

1739 - 1744

48

Gerrard van Brandwijk van Blokland

1744 - 1750

49

J.E. van Mijlendonk

1750 - 1754

50

Abraham Abeleven

1754 - 1758

51

Jacob van Schoonderwoert

1754 - 1758

52

Hendrik Breton

1766 - 1767

53

Paulus Jacob Valckenaer

1771 - 1778

54

Jacob Roeland Thomaszen

1778 - 1780

55

Alexander Cornabé

1780 - 1793

56

J. Ekenholm

1793 - 1796

57

Johan Godfried Burdach

1796 - 1799

58

Willem Jacob Cranssen

13 Sep 1799 - 21 Jun 1801

D

Masa Pemerintahan Inggris

 

1

K.T. Farquhar

21 Jun 1801 - 1803

2

H. Webber

1803

3

Peter Adrianus Goldbach

1803 - 1804

4

Carel Lodewijk Wieling

1804 - 1809

5

R. Coop à Groen

1809 - 1810

7

E. Tucker

1810 - 1811

8

Forbes

1811

9

W. Ewer

1811 - 1813

10

W.G. Mackenzie

1813 - 1815

11

R. Stuart

1815 - 1816

12

W.G. Mackenzie (memerintah untuk kedua kalinya)

1816 - 20 Apr 1817

E

Masa Kemerdekaan Indonesia Hingga Sekarang

 

1

Mr. J.J. Latuharhary

1950 - 1955

2

M. Djosan

1955 - 1960

3

Muhammad Padang

1960 - 1965

4

G.J. Latumahina

1965 - 1968

5

Soemitro

1968 - 1973

6

Soumeru

1973 - 1975

7

Hasan Slamet

1975 - 1980

7

Hasan Slamet (memerintah untuk kedua kalinya)

1980 - 1985

8

Sebastian Soekoso

1985 - 1990

9

Sebastian Soekoso (memerintah untuk kedua kalinya)

1990 - 1993

10

M. Akib Latuconsina

1993 - 1998

11

Dr. M. Saleh Latuconsina

1998 - 2003

12

Brigjen TNI (Purn) Karel Albert Ralahalu

2003 - 2013

Published in Selayang_pandang
Friday, 14 October 2016 13:18

Arti Lambang

SIWALIMA” merupakan motto lambang Provinsi Maluku yang artinya milik bersama atas dasar Siwalima, memupuk persatuan dan kesatuan untuk mencapai kesejateraan bersama. Logo siwalima yang berlatar belakang perisai/salawaku didalamnya terdapat lukisan daun sagu dan daun kelapa, mutiara, cengkeh, dan pala, tombak, gunung, laut dan perahu.

 Daun Sagu, menggambarkan bahwa makanan pokok di daerah Maluku adalah sagu yang melambangkan kehidupan.

Daun Kelapa, menggambarkan hasil bumi berupa kelapa, yang banyak terdapat di Maluku.

Mutiara, merupakan hasil laut yang khas dari daerah Maluku.

Tombak, menggambarkan sikap ksatria dan gagah berani.

Gunung, melambangkan kekayaan hasil hutan yang melimpah.

Laut dan perahu, melambangkan persatuan dan kesatuan yang abadi.

Jumlah pucuk daun kelapa sebanyak 17, melambangkan tanggal 17, sedangkan jumlah butir mutiara sebanyak 8, melambangkan bulan 8 (agustus), dan pucuk daun sagu sebanyak 45, melambangkan tahun 45 (1945). Kesemuanya itu melambangkan hari yang sangat bersejarah, yaitu Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945.

Published in Selayang_pandang

About

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Jl. Dr. Latumeten, Perigi Lima - Ambon

No.Telp/Fax :0911 – 342460

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

           
 

INFO BMKG

Info Cuaca dan gelombang 14-15 November 2017
 


Info Gempa Mag:3.1 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 04:13:28: WIT, Lokasi:3.48 LS-130.14 BT (57 Km Baratdaya Bula-SBT, 64 Km Tenggara Kobisonta-MALTENG), Kedalaman 195 Km

Info Gempa Mag:3.4 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 04:00:53: WIT, Lokasi:3.38 LS-130.13 BT (51 Km Baratdaya Bula-SBT, 54 Km Tenggara Kobisonta-MALTENG), Kedalaman 125 Km

Info Gempa Mag:3.8 SR, 14 NOVEMBER 2017 Pukul 07:30:37: WIT, Lokasi:6.29 LS-129.66 BT (155 Km Utara Tepa-MBD, 198 Km Selatan Banda-MALTENG), Kedalaman 10 Km

 
INF BMKG-BPBD-STAKEHOLDER
Top